
"Stop! Aku turun disini,aku akan berjalan sampai kantor" teriak ariella melepaskan sabuk pengamannya.
Bryan menghentikan mobilnya dipinggir jalan ia menoleh menatap ariella tajam.
"Tidak.jangan coba-coba turun ariel" kata bryan tanpa bantahan sambil melajukan kembali mobilnya.
Ariella menggeleng cepat ia membanyangkan tatapan tajam dan rasa ingin tahu karyawan lainnya jika ia dan bryan turun dari mobil yang sama.
Ariella tidak tinggal diam ia nekat turun dari mobil yang masih berjalan.
Brukk
Badan ariella mendarat sangat tidak elit ia terjatuh ke aspal dengan posisi tengkurap.
"Aduhh"rintihnya pelan
Dengan cemas bryan langsung turun menghampiri ariella.
"Sakit hm?" tanya bryan berjongkok dihadapan ariella.
Ariella diam tidak menjawab tapi ia menatap tajam pria menyebalkan dihadapnnya.
'Sakit lah,mana ada orang jatuh rasanya nano-nano'
"Jangan menatap ku seperti itu" kata bryan sambil memeriksa luka ariella.
Bryan bernafas lega luka ariella tidak terlalu parah untung saja ia melajukan mobil nya dengan kecepatan pelan kalau tidak mungkin luka ariella parah dari ini.
"Ah syukur lah hanya lecet tidak terlalu parah" ujar bryan berdiri sambil mengibas-ngibaskan jasnya
__ADS_1
"Apa kau bisa berdiri" tanya nya
"Tentu saja" jawab ariella mencoba berdiri tapi gagal karena pergelangan kakinya terasa nyeri belum lagi perih pada lututnya yang sedang dialiri oleh segar.
Bryan yang melihat itu langsung menyelipkan tangannya pada punggung dan diatara lutut ariella menggendongnya menuju kantor.
"Kenapa kau ceroboh sekali hm,selalu saja membuat ku kesulitan bernafas karena kecerobohanmu" ujar bryan mengomel di sepanjang jalan.
"Untung kecepatan mobilku pelan kalau tidak lukamu akan lebih parah dari ini.bisa-bisa kau tidak bisa berjalann seumur hidup" ujar bryan masih mengomel.
Ariella diam ia tidak berani mengeluarkan suaranya.ia takut jika ia mengeluarkan suaranya omelan bryan akan bertambah panjang.
Drttt...drttt...
"Tolong ambilkan ponsel didalam saku jasku" perintah bryan menghentikan omelannya.
"Terima panggilannya"
Ariella mengangguk lalu menekan tombol hijau pada ponsel.ia mendekatkan ponsel yang sudah tersambung ke telinga bryan.
"Mobil ku diperempatan kantor uncle"
"Hm"
"Sudah" tanya ariella ketika bryan tidak berbicara lagi pada yang baru saja menelpon bossnya.
"Hm"
__ADS_1
Ariella tidak meletakan ponsel bryan ditempat asalnya tapi ia pegang.
Mereka terlambat lima menit ketika mereka sampai didepan kantor.
Ariella mengeratkan pegangnya pada leher bryan dan menpelkan wajahnya di dada bidang bryan.ia malu karena semua mata karyawan tertoleh padanya.
Ariella dapat melihat berbagai ekspersi karyawan wanita karena ia memberanikan diri untuk mengintip dari balik punggung bryan.
Ia yakin 1000 % pasti semua karyawan akan bergosip yang aneh-aneh tentangnya.
"Sir turunkan aku,mereka akan bergosip yang tidak-tidak" cicit ariella pelan.
"Biarkan saja" jawab bryan santai lalu membawa ariella masuk kedalam lift khusus petinggi perusahaan.
"Tapi sir. ..."
"Aku yang akan menjelaskan sendiri pada mereka" potong bryan
Ariella diam-diam menghela nafas lega mendengar jawaban bryan.
"Tapi sir karna aku kita jadi terlambat" cicit ariella lagi.
"Tak apa.i'm boss here" jawab bryan menyombongkan diri.
Ariella tidak berkata lagi.ia hanya mencibir bryan.
'Yes,the boss of monkey'
__ADS_1
***