Married To My Boss

Married To My Boss
MWMBS3#19


__ADS_3

Apa yang dikatakan Aurora dalam pesannya semalam benar-benar terjadi hari ini Aurora tidak masuk sekolah membuat Oriel merasa ada yang kurang dalam menjalan kan harinya.


"Woi bro tumben Aurora ga ke kelas?"tanya nico pada Oriel yang sedang menempelkan kepalanya diatas meja.


"Ga sekolah"jawab Oriel singkat.


"Emang Aurora kemana?sampe ga masuk biasanya ujan badai tetep sekolah tu anak"tanya nico lagi membuat Oriel memejamkan matanya tak menanggapi ucapan nico..


"Yan Aurora kemana?"tanya nico pada sean yang duduk tepat dibelakang nico dan Oriel.


"Pergi kerumah eyang"jawab sean fokus pada buku pelajarannya.


"Ooo kerumah eyang toh"ujar nico membuka mulutnya menyerupai huruf O.


"Yan nyontek pr dong"ujar nico pada sean yang tetap masih fokus pada buku pelajarannya.


"Di tas"jawab sean menunjuk tasnya.


Dengan hati yang gembira nico mengambil buku pr di tas sean.


"Thanks bro.lo emang sahabat the best"ujar nico mencium buku sean.


"Buruan bentar lagi pak wal masuk"


Nico mengangguk dan segera menyalin pr nya.


Belum kering mulut sean berbicara pak wal benar-benar datang membuat nico kelabakan menyalin prnya.


"Jelek-jelek dah tulisan gue"ujar nico menyalin cepat-cepat.


"Alah tulisan lo emang udah jelek dari sono nya kek elo"ujar alea mencibir nico.


"Diem lo le,kalau mau jadi bini gue ga usah ngomongin gue"jawab nico pede


"Ngomong sama lo emang ga pernah nyambung ya"ujar alea kesal.


"Bodok"


Fiuhhhh


Nico menghela nafas lega karena prnya sudah tersalin semua nya.jika tidak bisa mampus ia kena hukum pak wal.the killer teacher.


"Maacihh sean"ujar nico genit mengikuti gaya Aurora.


"Jijay gue"cibir sean mengambil bukunya .

__ADS_1


"Kumpulkan pr kalian"ujar pak wal setelah duduk di kursi nya.


"Nitip"ujar Oriel malas pada nico.


Setelah buku pr dikumpul pak wal mulai menjelaskan materinya tentang turunan,semua siswa menyimak tampa terkecuali.


Sedangkan Oriel ia hanya diam pikiran nya berkelana kemana-mana memikirkan Aurora.


___


Kelas Oriel tepatnya kelas Oriel dan juga Rere (xi ipa 1 dan xi ipa 3) sedang berkumpul membicarakan amal bersama untuk panti yang diketuai oleh sean.


"Kita ke panti minggu sore"ujar sean pada Oriel dan juga yang lainnya.


"Atur aja,gue ikut"ujar Oriel bersuara dan diangguki oleh yang lain.


"Kita juga ikut,ngomong-ngomong yang harus kita bawak udah disiapkan lan"tanya sean pada dilan ketua kelas xi ipa3.


"Semua aman yan,tinggal dibagi aja lusa"jawab dilan mantap


"Oke fix.jadi lusa kita langsung ketempat tujuan "ujar sean lagi dan diangguki oleh yang lain.


Perkumpulan usai semua mulai meninggalkan aula yang mereka gunakan termasuk Oriel.


Dari pertemuan tadi Oriel salalu mengaxek notif ponsel dari Aurora.namun nihil Aurora sama sekali tidak menghubunginya ataupun mengiriminya pesan.


"yaudah ayo bareng"jawab Oriel seadanya.seharusnya Oriel merasa senang karena sekarang Rere mulai dekat lagi dengannya namun entahlah iya merasa biasa - biasa saja terhadap Rere


Rere tersenyum senang,belum lagi Aurora tidak ada membuat Rere bertambah senang.


___


Setelah mengantar Rere,Oriel langsung pulang keapartemennya.


"lo berdua ngapain disini?"tanya Oriel pada nico dan sean yang sudah di apartemen nya.


"Maen la apa lagi"jawab nico tanpa menoleh soalnya ia dan juga sean sedang main ps milik Oriel.


Oriel membiarkan kedua temannya bermain ps di apartemen nya.


Oriel memutuskan menidurkan dirinya diatas ranjang menjernihkan pikiran nya.


"Ah curang lu yan.masa gue kalah mulu"protes nico kesal pada sean yang selalu menang melawannya.


"Gue ga curang lo aja yang ga bisa main"jawab sean santai.

__ADS_1


"sekali lagi"pinta nico mengangkat telunjuknya.


"Ga"jawab sean bangkit dan ikut berbaring disebelah Oriel.


"Kalau aja Aurora ada gue main sama Aurora pasti dia bakal kalah dan gue menang"ujar nico tersenyum senang


"Lo yang kalah,Aurora lebih hebat dari gue"jawab sean malas.


"Masa gak percaya gue"ujar nico masih tak percaya.


"Coba aja"ujar sean


Nico menggerutu kesal.


Oriel bangkit dari tidurnya


"Lo berdua bisa ga usah nyebut nama Aurora"ujar Oriel kesal


"Kok lo kesel si bar"protes nico


"Tu cewe ga ngubungi gue dari tadi,bilang kek lagi dimana?lagi ngapain ?atau apa kek.biar kepala gue ga pusing mikirin dia"ujar Oriel kesal lalu keluar dari kamarnya.


Sean dan nico hanya menatap kepergian Oriel dengan pandangannya yang hanya mereka yang tahu.


Didepan pintu kamarnya Oriel menepuk jidat nya.


Bego


Setelah menyadari apa yang baru saja ia katakan pada kedua temannya Oriel masuk lagi kedalam kamarnya


"Balik lagi bar"ujar nico melihat Oriel masuk lagi.


"Ngantuk mau tidur"jawab Oriel membaringkan dirinya diatas ranjang.


"Btw,tadi lo ngomong apa bar? Rada ga jelas gue dengar nya"goda nico


"Ga inget"


"Oriel kangen Aurora"ujar sean ikut menggoda Oriel.


"Udah pada pulang sana "usir Oriel menutup telinganya dengan bantal sehingga tidak lagi mendengar godaan kedua temannya.


"Kita nginap"ujar nico ikut bergabung tidur di ranjang bersama sean dan Oriel.


"Terserah"jawab Oriel lalu mencoba untuk tidur Dan membiarkan sean dan juga nico menginap diapartemennya.

__ADS_1


___


__ADS_2