
MWMBS2#3
Bryan dan ariella kembali kerumah setelah sebulan lebih berkelana berbulan madu hadiah dari akex. Sekarang Bryan kembali kerutinitas biasa nya begitu juga ariella, tapi kali ini ariella tidak bekerja lagi sebagai sekretaris bryan. Jadilah sekarang ariella pengangguran yang menghasilkan uang. Ariella merasa bosan sendiri dirumah karena tidak ada yang dapat ia kerjakan, mau beres-beres rumah pun sudah ada yang membersihkan bryan sama sekali tidak membiarkan nya untuk bekerja sama sekali, bahkan bryan melarang keras dirinya untuk pergi kedapur.
Walaupun begitu ariella tetap kedapur untuk menyiapkan makan siang untuk bryan, ariella melarang asisten rumah tangga nya membantu nya memasak.
Setelah sekian lama berkutat didapur ariella selesai juga memasak nya, ariella bersiap-siap pergi kekantor bryan.
Sedangkan dikantor bryan sangat serius dengan kerjaan nya, semua pekerjaan nya harus selesai untuk sebulan kedapan karena ia dan ariella berencana pindah keindonesia dimana tempat kelahiran ibu nya, mengikuti jejak ayah ariella yang pindah keindonesia. Jadi lah bryan bekerja keras untuk itu, sebuah keberuntungan kenapa bryan dan ariella dapat pindah dalam sebulan, itu semua karena bryan telah membuka resort & hotel di indonesia tepat nya dijakarta yang hanya ia datangi sebulan sekali itu.
Bryan menghela nafas lalu melepas kacamata nya.
Pintu terbuka begituu saja membuat bryan hampir melemburkan teriakan namun tidak jadi karena yang muncul istri tercinta nya.
Bryan langsung bangkit dari duduk nya dan menghampiri ariella lalu mencium kening ariella.
“aku sangat merindukan mu” ujar nya membawa ariella duduk.
“ais, baru saja berpisah berapa jam sudah rindu-rindu segala” ejek ariella tapi dihiraukan oleh bryan.
“bekal? Untuk ku?”
“iya, memang nya untuk siapa? Untuk si wiliam” jawab ariella menyebut nama sekretaris bryan
“tidak boleh, bekal ini milik ku” kata bryan membuka bekal makan nya lalu mulai memakan bekal nya. Kunyahan pertama lama berada dimulut bryan, seperti nya ada yang berbeda dari masakan biasa nya, rasa nya hancur, entah apa yang dicampurkan kedalam makanan. Walau begitu bryan tetap memakan makan siang nya.
“jangan bilang kau...”
__ADS_1
“benar, aku memasak untuk mu bagaimana enak tidak?” tanya ariella penuh harap, bryan yang awal nya ingin marah karena ariella tidak mengikuti perkataan nya untuk tidak menyentuh dapur lenyap begitu saja karena melihat senyum cantik istri nya.
“enak, sangat enak” jawab bryan tersenyum lalu memakan lagi hingga habis
“syukurlah, aku kira rasa nya hancur seperti yang lalu” kata ariella tersenyum dan memperhatikan suami nya makan, ariella merasa senang karena bryan makan dengan lahap dan menghabiskan makan siang yang ia buatkan untuk nya.
Bekal makan yang dibawa ariella sudah habis tanpa sisa dan bryan kembali melanjutkan pekerjaan nya. Sedangkan ariella ia menunggu bryan selesai bekerja sehingga mereka bisa pulang berbarengan.
Dua jam setelah memakan bekal yang dibuatkan ariella tiba-tiba perut bryan terasa sakit, mules. Dengan berlari bryan masuk kedalam kamar mandi, ia harus mengeluarkan semua nya.
Sudah berulang kali bryan keluar masuk kamar mandi dan itu membuat ariella khawatir setengah mati. Dipikiran nya pasti bryan sakit perut begini karena memakan bekal yang ia buat kan, perasaan bersalah muncul dihati ariella. Jika tahu bakal begini ariella tidak akan memaksa diri untuk membuatkan bryan makan siang.
Sudah yang ketujuh kali keluar masuk kamar mandi akhir nya bryan tidak sakit perut lagi.
Ariella menghampiri bryan dan langsung memeluk dan menangis dipelukan bryan.
“kau kenapa hem?” kata bryan mengelus sayang kepala ariella.
“gara-gara ...hiks.. makanan yang aku buat kau jadi sakit perut..hiks”
Bryan yang mengerti melepas pelukan ariella dan memegang kedua bahu istri nya.
“bukan salah mu, aku yang mau memakan nya”
“tapi, tetap saja. Hiks”
“tidak apa-apa, walaupun racun yang kau buatkan aku pasti memakan nya”
__ADS_1
“aku berjanji tidak akan menyentuh dapur lagi, hiks dan menuruti mu” ujar ariella masih menangis lalu memeluk bryan. Bryan tersenyum mendengar penuturan istri nya lalu memeluk istri nya erat, gemas sekali ia pada istri nya.
“sudah jangan menangis lagi, aku sungguh sudah baik-baik saja”
Ariella melepaskan pelukan nya lalu menatap bryan.
“aku tidak akan kedapur lagi”
“iya”
“aku janji”
“iya sayang, iya” ujar bryan mencium gemas bibir istri nya lalu tertawa.
“aku serius”
“iya sayang”
“tapi kau tadi tertawa”
“tidak”
“ada”
Bryan kembali memegang perut nya dan langsung masuk kedalam kamar mandi. Ariella menatap pintu kamar mandi dengan sedih. Dalam hati ia berjanji tidak akan memasak lagi, ia tidak mau melihat suami nya menderita seperti ini.
Tbc.
__ADS_1