
MWMBS2#13
Hari ini ariella mulai dengan aktivitas baru yaitu bekerja dibutik, ah bahagia sekali rasanya karena sekarang ia akan mempunyai kesibukan sendiri.
Bryan mengantar ariella sampai kebutik, setelah berpamitan bryan pergi kekantor.
Ariella melebarkan senyum nya menyapa para staffnya, menyenangkan sekali. Pikir ariella.
Sedangkan dikantor bryan sangat marah karena ada satu manajer dibagian keuangan melarikan uangnya. Tidak seberapa bagi bryan tapi tetap saja itu uang. Bryan tidak suka uang nya dicuri, uang yang dicuri cukup untuk menggaji seluruh staff dikantor dalam dua bulan berturut-turut.
Bryan meletakan telponnya diatas meja, lalu senyum nya terbit.
‘bermain-main denganku, huh.!’
Ketika orang kepercayaan nya menawarkan diri untuk mencari sipencuri dan berencan melaporkan kepolisi, bryan lebih memilih mencari orang itu sendiri. Ia ingin lihat orang seperti apa dia sehingga berani mencuri uangnya.
Pikiran bryan teralih ketika ariella menelponnya.
“iya sayang, bagaimana dengan pekerjaan barumu em? Menyenangkan?”
“sangat menyenangkan, terima kasih sayang”
“baguslah kalau kau senang, sebentar lagi aku jemput”
“tidak usah sayang, hari ini aku akan makan bersama mereka dicafe didepan butik”
“sayang kau sangat tega membiarkan suamimu ini makan sendiri”
“hanya untuk hari ini saja sayang”
“baik-baiklah, nanti jika pulang hubungi aku, akan aku jemput”
__ADS_1
“oke sayang. Aku mencintaimu”
“aku lebih mencintaimu”
Tut.
Ariella, anne, carla, dan juga rara makan siang dicafe yang tadi ariella maksud.
“sudah berapa bulan menikah?” tanya carla membuat ariella menghentikan kunyahan nya.
“em, dua bulan”
“baru sekali, sudah isi apa belum?” tanya anne ikut antusias
Ariella agak menunduk kemudian mengangkat kepala nya dengan tersenyum ketika ia akan menjawab seseorang memanggilnya.
“ariella?”
Ariella menatap orang yang memanggilnya, siapa? Tapi sepertinya ia pernah melihat pria ini, dimana?
“kau bekerja disini?” tanya ariella yang diangguki oleh dito
“bisa dibilang begitu”
Ariella mengamati penampilan dito
“atau jangan-jangan cafe ini milikmu?” tebaknya membuat tawa dito meledak.
“ya,iya kau betul. Cafe ini milikku. Ini hari ketiga cafe ini dibuka”
“baru?”
__ADS_1
“hm, ngomong-omong kau bekerja?”
“iya, butik yang itu. Aku bekerja disana”
“ehem” ujar rara menghentikan percakapan mereka berdua
“oh iya, kenalkan ini carla, anne, dan juga rara” ujar ariella mengenalkan para stafnya
“salam kenal”
“jangan sungkan untuk mampir kesini”
“aman saja pak dito” sahut rara membuat mereka semua tertawa.
“riel saya permisi dulu, semua nya nikmati makan siang kalian”
“baik pak dito”
“ah tampan sekali, pak dito sudah menikah riel?” tanya anne memanggil nama ariella tanpa embel-embel buk atau mbak. Karena mereka seumuran, jadi ariella tidak mempermasalahkannya. Ia, anne dan juga carla seumuran beda dengan rara dia 20 tahun dan masih kuliah.
“sepertinya masih lajang”
“kesempatan”
“sayang sekali aku sudah mempunyai kekasih” sahut carla
“yasudah mbak, putuskan saja pacar mbak” kata rara enteng membuat nya ditatap tajam oleh tiga wanita lebih tua darinya hingga membuat rara hanya menyengir kuda
“sorry mbak, aku hanya memberi saran saja”
“tapi boleh juga saranmu” jawab carla dengan nada bercanda sehingga mereka tertawa bersama-sama.
__ADS_1
Setelah makan siang mereka kembali kebutik dan mulai bekerja. Hari pertama butik dibuka pelanggan sudah banyak berdatangan dan itu membuat hati ariella berbunga-bunga. Ia berdo’a didalam hati semoga butik mendiang ibunya akan terus seperti ini sehingga ibunya yang sedang menyaksiakan diatas sana merasakan apa yang sedang ariella rasakan saat ini.
Tbc.....