Married To My Boss

Married To My Boss
MWMBS3#33


__ADS_3

"Akhirnya kenyang juga"kata nico sambil mengelus perutnya yang sudah membuncit karena kekenyangan.


"Iya la mesti kenyang masa tiga piring somay ga kenyang"cibir Aurora menatap nico ngeri.


"Kek elo kagak aja Aurora,lo aja abis dua piring.tapi tumben hari ini lo ga abis"balas nico bertanya.


"Setidaknya gue lebih dikit dari elo sekarang tiba-tiba gue ga napsu liat muka lo"ujar Aurora berkelit dan mencibir lagi kearah nico


"Serah dah,yang penting lo seneng"kata nico akhirnya.


"Yan"panggil Aurora pada sean


"Paan?"balas sean malas.


" 'Vitamin' gue ketinggalan"kata Aurora membuat raut wajah sean yang mulanya biasa-biasa saja menjadi cemas sehingga memancing Oriel dan nico jadi menatap sean dengan tatapan selidik.


Sandra sama halnya dengan nico dan Oriel menatap Aurora seolah berkata.


'Lo harus cerita kalo ga mampus aja lo'


Aurora menyengir pada sandra.


Sedangkan sean tidak peduli akan tanda tanya yang sedang menari-nari di kepala kedua sahabatnya itu dan bergegas lari menuju kelas nya untuk mengambil 'vitamin' yang memang ia selalu ia bawa kemana-mana setiap ia berada di lingkaran atau pun jauh dari lingkaran Aurora.


"Ko kalian natap gue kek gitu sih.ngeri sumpah"kata Aurora membuat Oriel,nico dan sandra tak menatap Aurora lagi.


"Hai Princess"ujar aiden tiba-tiba muncul diantara mereka.


"Eh elo den"itu la respon yang Aurora berikan.


"Gue bawain macha buat lo"kata aiden membuat mata Aurora langsung berbinar.


"Wah makasih den,dari kemaren gue pengen eh sekarang kesampean berkat elo"kata Aurora tersenyum membuat Oriel menoleh kearah Aurora.diam-diam Oriel merasa bersalah karna ia mengantar Rere ke rumah sakit Aurora dan ia tidak jadi ke kedai es krim.


"Sama-sama Princess"jawab aiden duduk disebelah nico.


"Bagi dong Aurora"pinta nico,Aurora langsung mendelik kearah nico


"Enak aja"katanya.


"Cuil dikit deh"ucap nico masih tak menyerah


"No"jawab Aurora menikmati macha nya sendiri sedangkan nya yang lain hanya menatap Aurora seakan terhipnotis apa lagi nico iler disamping bibir nya sudah mengalir.

__ADS_1


"Eh kok lo bisa beli macha,disini kan ga ada?"tanya sandra membuat Aurora mengangguk kan kepala setuju tapi enggan mengeluarkan suaranya.


"Manjat pagar"jawab aiden santai


"seriusan"tanya nico tak percaya yang dijawab anggukan oleh aiden.


"Oriel say aa"ucap Aurora menyuapi satu sendok macha pada Oriel.


"Males"balas Oriel acuh.


"Gue mau"kata aiden dan nico cepat.


"aaa"kata Aurora pada aiden namun dengan cepat Oriel memutar sendok kearah dirinya dan melahapnya membuat Aurora bingung.tadi Oriel ditawari tidak mau sekarang..entah la.pikir Aurora.


"Minum"kata sean tiba-tiba dihadapan Aurora sambil mengeluarkan obat dari tempatnya dan memberikan pada Aurora.


Aurora langsung meminum 'vitamin' tanpa suara.


"Buat lo"ucap Aurora setelah meminum 'vitamin' memberikan macha nya pada nico.


"Makasih lho ces"balas nico girang dan langsung melahap macha yang diberikan Aurora.


Oriel menatap Aurora penuh tanya.


"Aurora ke kelas kuy udah mo bel"kata sandra mengajak Aurora.


"Kuy" jawab Aurora bangkit dari duduknya namun secara tidak sengaja matanya menangkap luka disini aiden


"Siku lo berdarah den"ujar Aurora menunjuk siku aiden.


"Oh nope ces"jawab aiden santai


"Ga papa sih ga papa den,tapi ini bisa infeksi lho kalo ga cepet ditanganin"kata Aurora sambil membersihkan luka aiden dengan tissue basah yang selalu ia bawah.wangi.itu la alasan Aurora selalu membawa tissue basah kemana pun ia pergi.


Aiden membiarkan saja Aurora menangani luka nya.


"Lagian kok bisa sih lo luka kek gini?"tanya Aurora ditengah mengobati luka aiden.


"Gue juga ga tau tapi kek nya luka nya ada pas gue manjet pagar deh"jawab aiden membuat Aurora tak enak.


Aurora lalu menempelkan handiplast gambar jerapah disiku aiden.


"Sorry ya gegara lo beliin gue macha lo jadi kek gini"

__ADS_1


"Nope Aurora,selagi elo seneng gue juga"kata aiden tersenyum membuat Oriel ingin muntah mendengat penuturan aiden.


"Makasih dan maaf sekali lagi den,gue ke kelas duluan.lo liat tu sandra udah kek cacing kepanasan nungguin gue"pamit Aurora pada aiden.


"Dah Aurora,tiati yaa"


tangan Aurora tiba-tiba ditahan oleh Oriel dan..


Cup


Oriel mencium kening Aurora membuat si empu terdiam mematung.Oriel ingin menunjukan pada aiden jika Aurora adalah gadisnya jadi jangan harap bisa mendekati gadisnya Orielng sejengkal saja.


"Nanti pulang sekolah kita pergi"Kata Oriel


"Hah?"Balas Aurora bengong.


"Aurora"panggil sandra lagi


"Gue ke...ke kelas ya"ujar Aurora mendadak gagu dan Aurora yakin 100% pipinya sekarang sudah seperti dandanan tante-tante di lampu merah.merona tepatnya.


"Hm"ujar Oriel sambil menagacak rambut Aurora.


Aurora dan sandra meninggalkan kantin dan tinggal la sean,nico dan juga aiden


"Kalian berdua duluan,gue mau ngomong sama aiden"kata Oriel pada kedua temannya.


"Tapi bar,bentar lagi masuk lho'' jawab nico menatap Oriel.


"Yan"panggil Oriel yang langsung diangguki oleh sean.ia tahu maksud dari sahabat nya itu.


"Udah la co mereka masih ada urusan"kata sean menarik tangan nico menjauh dari kantin.


Setelah nico dan sean pergi baru la Oriel mengeluarkan suara.


"Apapun alasan lo deketin gadis gue,gue harap lo menjauh dari sekarang"ucap Oriel to the point.


"Kenapa?dan ya gue ga mau.Aurora gadis yang manis..."


"Gue.bilang.jauhin"potong Oriel menekan suaranya membuat aiden tertegun.


"Kita liat aja nanti"balas aiden langsung pergi meninggalkan Oriel.


Brakkk!!!

__ADS_1


Oriel meninju meja kantin sehingga membuat orang yang tersisa dikantin menoleh kearahnya,namun Oriel tidak peduli dan segera meninggalkan kantin.


__ADS_2