
Epilog
Setelah seminggu bara dirumah orang tuanya untuk menenangkan diri,hari ini bara memutuskan untuk berangkat kesekolah dan bara sudah menerima kenyataan jika gadis nya telah pergi darinya karena kesalahannya sendiri.
"Bara aku mau ngomong sama kamu"ujar renata menghentikan langkah bara.
"Ngomong aja"
"Aku cinta kamu,aku baru sadar pas kamu pacaran sama cessa"aku renata membuat bara tersenyum sinis.kemana renata selama ini,sehingga berani-beraninya mengakui mencintainya.
"Kamu mau kan pacaran sama aku"sambung renata
"Lucu ya re,dulu kamu kemana aja gue udah lakuin banyak cara biar lo tau kalau gue cinta elo.lo kek ngasih harapan tapi kemudian menjatuhkan tau ga.gue sabar waktu lo sering ganti topik ke topik yang lain,gue pikir lo masih polos sampai-sampai perasaan gue ke elo ga sampe"jelas bara membuat renata terdiam,bara selalu bertutur kata lembut padanya berubah menjadi bara yang menakutkan bagi renata.apalagi sekarang bara ber gue-elo bukan ber aku-kamu.tapi kenapa....
"Posisi lo udah ke ganti,sekarang cuma ada princcessa ariella disini dan disini"kata bara sambil menunjuk hati dan kepalanya.
"Tapi bar..."
"Stt...gue udah maafin lo"potong bara lalu berlalu begitu saja.memaafkan orang lain membuat beban bara semakin terangkat.
Renata diam ia hanya menatap kepergian bara.bara nya telah menjadi milik cessa selamanya.
Bara sampai dikelasnya yang sontak saja bara langsung disambut oleh teman-temannya.
"Udah dapat wangsit belom lo"ujar nico sambil tersenyum jenaka.
"Paan sih"jawab bara malas lalu duduk di kursi nya.
"Dari cessa"kata sean memberikan amplok berwarna merah mudah kepada bara.
Bara langsung memasukan surat itu kedalam tas nya.membaca nya di apartemen agar tidak dilihat oleh nico yang usil.
__ADS_1
__
Pulang sekolah tanpa mengganti seragamnya bara langsung membaca surat dari cessa.
Dear bara...
Sumpah bingung gue mau nulis apa,tapi yang pasti gue cinta sama lo bar ga peduli lo cinta apa engga sama gue,gue egois bukan.
Lo ingat ga awal kita ketemu dimana?
Ah lo pasti mikir kita ketemu dijalan kan pas gue cegat lo ditengah jalan.benar ga gue?
Lo salah bar,kita pertama ketemu bukan disana tapi di taman rumah sakit dimana gue dirawat setahun yang lalu.
Pas gue nangis tiba-tiba lo datang sok nenengin gue dan setelah itu lo ngasih gue permen mint.lucu ya,setau gue cowo bakal ngasih coklat kalo ada cewe nangis tapi elo malah ngasih permen mint.tapi itu yang buat gue cinta sama elo pada pandangan pertama atau dengan bahasa kerennya 'love first sigh'
Oh ya mengenai kenapa gue bisa tau sandi apartemen lo,itu karena gue anak pemilik apartemen yanh lo tempatin.picik kan gue.Memanfaatkan bokap untuk mendapatkan apa yang gue mau.
Nanti gue bakal sering main ke indo buat mastiin lo bisa dapat cewe yang lo mau,tapi please bar jangan renata.
Kalo gue ke indo dan nemuin lo pacaran sama renata gue sendiri yang bakal pisahin lo sama dia.
Eh satu lagi gue mo balikin foto yang gue maling dari sandra,btw fotonya jangan dibuang lucu salnya gue suka.
Ps:gue serius
Gue doain dengan siapa pun lo nanti semoga kalian bahagia
With big love
Cessa♥
__ADS_1
Bara menutup surat dari cessa ia tersenyum melihaf foto aibnya yang disimpan oleh cessa kemudian memasukan nya kedalam laci belajarnya.
Flashback
Satu tahun yang lalu....
"Nih ambil udah itu pergi dan jangan nampakin diri lo lagi" ujar cessa memberikan dua koper uang pada pendonor yang akan mendonorkan ginjal padanya.
"Jangan sia-sia in hidup lo,anak istri lo bakal kehilangan punggung keluarga kalo lo donorin ginjal lo buat gue.mungkin satu dua tahun ga terjadi apa-apa sama lo,tahun berikutnya siapa yang tau?"jelas cessa membuat pendonor itu bungkam seribu bahasa.
Cessa meninggalkan saja pendonor itu tanpa melihat kebelakang lagi
Kaki cessa berhenti di taman rumah sakit.ia duduk dikursi taman sambil menundukkan kepala dan seketika air matanya jatuh ia menangis namun tak bersuara
Dan saat itu la bara menghampiri cessa
"Gue boleh duduk?"tanya nya membuat cessa mengangkat kepalanya lalu mengangguk
"Gue ga tau apa ya yang buat lo nangis tapi gue punya dada bidang buat lo besandar"kata bara membuat cessa langsung memeluk bara erat.
Bara tidak berkata apa-apa atau pun berkomentar pada cessa yang menangis ia malah menenangkan cessa agar gadis itu tidak lagi menangis.
Setelah cessa mulai tenang cessa melepaskan pelukan bara.
"Thanks"kata cessa tulus
"Nope,gue ga punya coklat tapi gue punya ini"jawab bara sambil memberikan cessa permen mint.
Dengan ragu cessa menerima pemberian bara
"Biar lo ga sedih lagi"kata bara lalu pergi meningglkan cessa.
__ADS_1
___