Married To My Boss

Married To My Boss
MWMB#10


__ADS_3

Ariella membuka perlahan pintu kamarnya.ia mengintip keadaan sekeliling apartemennya.



'Untung sudah tidak ada' batinnya mengelus dadanya lega.



"Sudah siap" ujar bryan menurunkan koran yang sedang ia baca.membuat ariella terkejut untung saja ia masih memegang ganggang pintu kalau tidak bisa jatuh ia dan sekali lagi memalukan diri dihadapan bryan.



"Hem,aku pergi" jawab ariella berusaha sesantai mungkin



"Mau ku antar" tawar bryan



"Tidak aku bisa pergi sendiri. lagian kenapa kau masih disini bukankah apartemen mu sudah dibersihkan" kata ariella menatap sinis bryan.



"Oke kalau begitu kau hati-hati dijalan" jawab bryan lalu kembali membaca koran pagi nya.



"Seperti nya aku akan menginap selama seminggu disini" sambung bryan santai tanpa mengalihkan pandangannya dari koran.



"Kenapa begitu? pokoknya aku tidak mau tau saat aku pulang kau harus tidak ada disini titik tidak pakai koma" ujar ariella kesal.



"Sudahlah aku sedang malas berdebat denganmu bukankah kau akan pergi" jawab bryan masih dengan santai



"Kauu" geram ariella dengan tangan mencengram diudara.

__ADS_1



Ariella lalu keluar dari apartemenya menuju lift tanpa harus berkata lanjutan kepada bryan itu akan membuat kepala nya pusing,untuk apa berdebat dengan pria itu toh ia yang bakalan kalah debat.ia berpikir bryan dulu dan sekarang tidak pernah berubah sama-sama mengesalkan.



Sesampainya diparkiran ariella langsung nasuk kedalam mobil lalu melajukan mobilnya kejalannan yang padat.



' sabar ariel menghadapi pria batu itu harus sering mengelus dada bahkan hingga dada mu bolong gara-gara dia' batin ariella menenagkan dirinya.



*****



Ariella menatap rumah mewah dihadapannya ia ragu untuk masuk pasti ia akan mendapat omelan dari ayahnya yang cerewet sekali.



Menghela nafas sebentar lalu ariella masuk kedalam rumah megah itu.ketika ariella masuk ia disambut oleh pelayan-pelayan ayahnya,ini lah yang paling ariella benci disambut oleh pelayan bukan ayahnya bahkan batang hidung sang ayah tidak kelihatan sama sekali.




"Tuan sedang dikamarnya nona"



"Sepertinya tuan kelelahan karena baru saja pulang dari bisnis diindonesia nona" sambung bibi ketua pelayan.



"Begitu rupanya pria tua itu masih saja bekerja padahal ada alex yang akan mengerjakan semua bisnisnya,aku pergi dulu bi" pamit ariella setelah mengeluarkan kekesalannya.ia berjalan menuju kamar sang ayah



Klek

__ADS_1



"Siang dad" sapanya hangat



"Kenapa baru datang" jawab ayahnya sambil memijit pengakal hidungnya.



"Aku sibuk seminggu ini dad" ujar ariella berjalan menuju ayahnya lalu menggantikan tangan sang ayah untuk memijat pangkal hidung ayah nya.



"Jangan terlalu sibuk bekerja dad,ada alex yang akan menggantikan pekerjaan daddy seharusnya daddy beristirahat saja dirumah" coloteh ariella yang ditanggapi kekehan oleh ayahnya.



"Daddy" teriak ariella merajuk.



"Kau masih kecil sudah menasehati ayah mu ini eh'' goda ayahnya.



"Astaga daddy aku 22 kalau daddy lupa" ujar ariella masih dalam mode merajuk bak anak kecil yang kehilangan permennya.



"Sini biar ayah peluk jangan merajuk begitu ayah jadi sedih melihatnya masa putri ayah datang dengan merajuk'' kata ayahnya merentangkan tangannya tanpa berkata apa apa ariella langsung masuk kedalam pelukan sang ayah



"Ariel kangen daddy" ujar nya manja



"Daddy juga merindukanmu honey" jawab sang ayah mengelis punggung ariella.


__ADS_1


***



__ADS_2