
Sore pulang sekolah Oriel mengajak Aurora ke taman sambil menikmati es cream.
Tidak ada pembicaraan yang keluar dari Oriel maupun Aurora,mereka sama-sama menikmati es krim sambil menatap lurus kedepan.
Aurora membuang asal stik es cream nya lalu menoleh kearah Oriel.
"Tadi ka bella nyamperin gue"ujar nya membuat Oriel langsung memegang kedua lengan Aurora dan menatap gadis didepannya dengan tatapan khawatir
"Bella ngapain lo?hah?ada yang luka?lecet?jawab jangan diam aja"ujar Oriel panik sambil mengecek keadaan Aurora.Oriel tahu betul watak dari bella kakak kelas nya yang sangat menyukainya,bukannya Oriel ge-er tapi itu la kenyataannya
"Kok lo mendadak cerewet gini sih?"ujar Aurora menempelkan tangannya ke kening Oriel.
"Ga panas"kata Aurora membuat Oriel mengerutkan keningnya bingung.
"Jawab gue bella ngapain elo?.elo dibully?Aurora jawab gue.lo.diapain sama bella?masih ga mau jawab? " kata Oriel membuat Aurora bingung kenapa Oriel sebegitu khawatir pada nya karena ia bertemu dengan bella.
"Eh.elo mau kemana?"tanya Aurora ketika Oriel bangun dari duduknya.
"Mau nyamperin bella"jawab Oriel acuh
"Ih dengerin gue dulu elah"kata Aurora menarik Oriel agar duduk kembali.
"Ck.gue ga diapa-apain sama ka bella"ujar Aurora lagi membuat Oriel mendengarkan Aurora.
"Trus?"
"aneh sih,ka bella tiba-tiba nemuin gue trus katanya dia lebih suka gue sama lo dari pada Rere..."jelas Aurora lalu menghadap Oriel.
"Gue malah baru tahu kalo ka bella tu orang nya tulus,pada dasar nya gue percaya ka bella ga kek gitu orangnya.suka ngebully,nindas yang lemah sama sekali ga cocok untuk ka bella yang selalu tampil faminim"
Oriel mengangguk menyetujui perkataan Aurora.dulu awal ia masuk sma bella tidak seperti ini,bella sangat ceria,mudah senyum,rama.entah la apa yang membuat bella berubah Oriel tidak ingin memikirkannya
"Dan yang pengen buat gue ga nyaman adalah ka bella ngedoain kita dengan tulus.'bahagia ya"
"Lucu ya,padahal kita sama-sama cuma dua bulan"ujar Aurora tertawa sumbang membuat Oriel menoleh kearah Aurora entah kenapa ia membenci penuturan Aurora barusan.
"Lo tenang aja.pas 60 hari gue ga akan ganggu elo lagi,lagain sekarang kek nya Rere udah sadar deh kalo dia tuh sebenarnya suka sama lo."
Oriel diam ia tidak harus berbicara apa ia hanya tidak ingin Aurora kemana-mana.
"Nanti pas lo ga sama gue jangan sombong,mentang-mentang udah taken gue dilupain lagi"
Oriel menatap Aurora dengan tatapan
'please jangan dilanjutkan.gue ga mau denger.yang gue mau cuma elo bukan yang lain'
__ADS_1
"Hus.serius amat lo"ujar Aurora membuyar kan lamunan Oriel.
"Main sama mereka kuy"ajak Aurora menunjuk segerombolan anak kecil yang sedang bermain bola.
Tanpa menunggu jawaban Oriel Aurora membawa Oriel bersamanya.
''Udah ga usah takut gitu"ujar Aurora membuat Oriel mendengus kesal.
"OI BOCAH,ADA YANG MAU GABUNG NIH" teriak Aurora keras sehingga anak-anak yang bermain bola menghentikan aktifitas mereka sambil menatap kearah Aurora Oriel.
Oriel hanya diam saja,Aurora gadisnya ini benar-benar sekali.
"Pacar kaka ya?"teriak salah satu dari mereka.
"Ciee..ciee..."sorak Meraka
"paan dah.bocah tau apa tentang pacar-pacaran"jawab Aurora kesal.
"Lo kenal sama mereka?"tanya Oriel penasaran.
"Hm.gue sering maen kesini sama sean"jawab Aurora membuat Oriel merasa kesal pada dirinya karena tidak mengetahui apa pun tentang gadisnya.
"Nama nya Oriel.yap benar dia pacar gue, boleh join ga?"kata Aurora lagi
Aurora tersenyum jadi la Oriel dan bocah-bocah yang Aurora teriaki tadi bermain dilapangan taman.
"Capek?"tanya Aurora pada Oriel ketika laki-laki itu telah usai bermain.
"Hm"jawab Oriel dan duduk disamping Aurora.
"Bang besok-besok kita main lagi ya"ujar bima melambaikan tangan.
"BIMA" panggil Aurora membuat bima menghentikan langkahnya.
"Kenapa ka?"
"Manggil aja wlek"kata Aurora meledek dan tertawa
"yee.kirain apaan"ujar bima langsung berlalu.
"bocah"komentar Oriel membuat tawa Aurora berhenti mendadak
"lo bocah"balas Aurora meledek.
"Lo"
__ADS_1
"Pokoknya bukan gue.yang bocah it...."
"Ka Aurora"panggil bima tiba-tiba muncul.
"Apaan?"
"Kaka hadap sana,nanti aku kasih tau"perintah bima dan sekarang perasaan Aurora menjadi tidak enak
"Ada badut dibelakang,ka Oriel tolong antar ka Aurora pulang sekarang"kata bima serius,bada Aurora menengang ketika mendengar ada badut dibelakangnya.
"Kenapa?"
"Ka Aurora takut badut"jawab bima pelan agar Aurora tidak mendengar suaranya,jawaban bima membuat ide untuk menjahili Aurora.
Tanpa aba-aba Oriel langsung menggendong Aurora dan membawa nya kearah badut.Aurora cemas,takut badan ya sudah berkeringat semua.
"KA ORIEL JANGAN"teriak bima namun tidak dihiraukan oleh Oriel ia tetap membawa Aurora kearah badut.
"ORIEL GUE GA MAU.TURUNIN GUE.ORIEL" teriak Aurora histeris namun tidak di enyah kan oleh Oriel.Oriel tetap membawa Aurora kketempat badut itu berada.
"Hahaha masa takut sama badut gitu doang"ujar Oriel menurunkan Aurora didepan badut.dengan gerakan cepat Aurora langsung memeluk Oriel erat.
"Coba lo lihat.Badut nya lucu"ujar Oriel membujuk Aurora untuk melihat badut.
"Gue takut.please jangan"kata Aurora lirih yang sempat membuat Oriel berhenti menjahili gadisnya.
"Lihat dikit aja"kata Oriel tak mau menyerah
Aurora menggeleng didalam pelukan Oriel.badanya bergetar hebat,keringat dingin mengalir indah dipelipisnya.
"Cilup bah"ujar badut tiba-tiba menghadap Aurora dan seketika saja Aurora berteriak kencang.
"ENGGA.GUE GA MAU.PERGI" teriak nya tak lama kemudian Aurora pingsan.
Aurora pingsan di pelukan Oriel membuat laki-laki itu cemas setengah mati.
"Aurora.bangun jangan becanda.sumpah ga lucu"ujar Oriel panik .
"Ka Aurora ga becanda bang."ujar bima disamping Oriel
"Ka Aurora emang takut badut.dulu saya pernah nakutin ka Aurora pake badut dan ya sampe pingsan kayak gini juga.bang sean marah ke saya katanya 'kalo lo bukan anak kecil udah tamat lo' saya ga pernah lihat bang sean marah kayak gitu selama kita main sama-sama"jelas bima membuat Oriel terdiam.
"Ka Aurora emang ga marah tapi ka Aurora ga lupa.mending abang bawa ka Aurora pulang"ujar bima lalu pergi meninggalkan Oriel dan Aurora yang masih pingsan.
"Sialan"teriak Oriel lalu menggendong Aurora menuju apartemennya.
__ADS_1