
Setelah merayakan ulang tahun tania ariella tidak langsung pulang ke panthouse bryan ia menemui mr.marshwan terlebih dahulu entah dari siapa mr.marshwan mendapatkan nomor telponnya dan mengajaknya bertemu di caffe R.
Macam-macam pemikiran memenuhi kepala cantiknya.ada rasa was-was yang menyelinap di dalam hati nya entah apa itu.
Ariella melangkahkan kakinya masuk kedalam cafe R dimana ayah bryan berada.ariella merapikan kembali kemeja kerja agar terlihat sedikit rapi.
"Silahkan duduk"ujar mr.marshwan mempersilahkan ariella duduk dihadapannya.
Ariella menurut ia duduk tepat dihadapan mr.marshwan
"Pesan la sesuatu biar aku yang akan membayarnya" ucap mr.marshwan sontak saja ariella menggeleng
"Saya sudah makan mr.jadi tidak perlu repot-repot"jawabnya
"Langsung saja kalau begitu"ujar mr.marshwan mulai serius.
"Tinggalkan bryan putra ku tiga minggu lagi dia akan bertunangan"sambung mr.marshwan.
Bagai disambar geledek ariella terdiam.meninggalkan pria nya?mana bisa ariella.tak terasa air mata ariella menetes namun segera ia hapus ia tidak ingin lemah dihadapan ayah bryan.ia kuat.
__ADS_1
"Aku tidak bisa maaf sir"jawab ariella lalu bediri dari duduknya hendak meninggalkan mr.marshwan.
"Kalau kau tidak meninggalkannya aku pastikan kau akan melihat bryan menjadi gelandangan dan dia bukan anak ku lagi"ujar mr.marshwan menghentikam langkah ariella.
Ariella memejamkan matanya air matanya yang semula sudah kering menetes kembali.sungguh ia sedang berada dipilihan yang sangat berat disatu sisi ia tidak ingin berpisah dari bryan disatu sisi lain ia juga tidak akan tega membuat bryan hidup dijalanan dan tidak dianggap anak lagi.
Areilla membalik badannya menghadap mr.marshwan kembali menyuarakan keputusannya.ariella berharap apa pun keputusannya tidak akan merugikan siapa-siapa termasuk bryan.
***
"Bagaimana pesta kecil-kecilan kalian?lancar?"tanya bryan mengiringi ariella masuk kedalam kamar.
"Sangat lancar sekaliii,terima kasih telah memberi ku izin"jawab ariella memeluk bryan senang.
"Sama-sama sayang,kau sudah makan?"tanya bryan lagi.
Ariella mengangguk membuat bryan tersenyum lega.
__ADS_1
"Bagus lah kalau begitu,sekarang kau mandi dan kita harus tidur"ujar bryan memegang kedua bahu ariella.
"Ayay captain"jawab ariella memberi hormat pada bryan yang sontak saja membuat bryan tekekeh geli.
Sewaktu ariella akan berjalan ke arah kamar bryan lebih dahulu menarik ariella duduk disofa ruang tamu tanpa basa basi bryan langsung melumat bibir tipis wanitanya ariella yang peka pun mengalungkan tangannya dileher bryan lalu membuka mulutnya agar bryan lebih leluasa mengakses mulut nya.
Seakan lupa daratan bryan meremas benda sintal milik ariella namun segera ditahan oleh ariella.ariella lalu melepaskan ciuman mereka.
"Aku mandi dulu"ujar ariella agak gugup lalu langsung berlari kekamar.
Bryan meremas rambutnya kasar.
"Argghh"
Ia takut ariella nya kecewa karena tidak bisa menahan diri untuk tidak berbuat yang berlebihan.
***
__ADS_1