Married To My Boss

Married To My Boss
MWMBS3#15


__ADS_3

Pukul 10.10 Aurora terbangun dari tidurnya entah dari pingsannya Aurora pun tak tahu yang ia tahu ia tidak bisa tertidur lagi rasa kantuknya lenyap entah kemana.


Karena tidak bisa tidur lagi Aurora bangun dari tempat tidur dan berjalan ke arah sofa bad dimana Oriel sedang tertidur.


Aurora membenarkan selimut Oriel lalu berjongkok dihadapan Oriel.


"Lo tuh nyeselin tapi gue sayang sama lo.lo itu cinta pertama dan terakhir buat gue"ujar Aurora pelan sambil mengelus kepala Oriel sayang.


"Gue ***** dikit ga papa kali yak.mumpung si doi lagi bogan" ujar Aurora pelan sambil tersenyum lalu mencium kening Oriel.


"Bobok yang nyenyak ya calon masa depannya Aurora."ujarnya lagi lalu berjalan menuju balkon apartemen nya Oriel.


Setelah Aurora pergi ke balkon mata Oriel terbuka,sebenarnya ia tidak tidur tadi Oriel sama sekali tidak bisa tidur karena Aurora belum juga bangun dari pingsannya hal itu lah yang membuatnya khawatir.diam-diam Oriel tersenyum atas ucapan tulus Aurora.


'mau kemana tuh cewe' batin Oriel penasaran.


Entah kenapa Oriel bangun dari tidurnya dan menyusul Aurora ke balkon.


Aurora memejamkan matanya menikmati angin malam.


Sejuk


Itu lah yang Aurora rasakan,Aurora menghirup dalam-dalam udara malam lalu melepaskannya.Aurora lalu membuka matanya bersamaan dengan nafasnya.


Aurora sangat terkejut ketika ia membuka matanya ada Oriel dihadapannya.


"Udah sadar?"ujar Oriel membuat Aurora melongo dan mengangguk seketika.


"Bagus lah gue kira Lo udah sama tuhan sekarang"ujar Oriel membuat raut wajah Aurora menjadi murung.


"Ga lama lagi juga gue bakal ketemu tuhan" jawab Aurora lirih sambil memandang langit.


Jawaban Aurora lirih namun masih terdengar oleh Oriel.Oriel langsung menatap Aurora.


"Maksud Lo?"tanyanya


"Eh.emang gue jawab apa tadi?"jawab Aurora gelagapan.

__ADS_1


"Maksud Lo apa ngomong gitu tadi?"ujar Oriel lagi dengan nada kesal.


"Oh itu.ada saatnya manusia akan bertemu tuhan ga tau kapan waktunya ya kan?"jawab Aurora tersenyum.entah mengapa Oriel tidak suka Aurora tersenyum seperti sekarang ini.


"Tidur kuy.gue ngantuk lagian udah malem juga,besok sekolah"ujar Aurora meninggalkan Oriel yang masih terdiam dibalkon.


Aurora sengaja mengajak Oriel tidur padahal ia masih belum mengantuk.ia belum siap memberi tahu Oriel yang sebenarnya bahkan Aurora tidak ingin Oriel tahu apa yang tengah ia alami.


____


"Oriel sepatu gue dimana?"teriak Aurora sambil mencari sepatunya.


"Mana gue tau"jawab Oriel cuek.ia sudah berpakaian rapi dan siap untuk pergi ke sekolah.


"Lo bareng gue ga?"ujar Oriel berbasa-basi


"Bareng Lo lah.kalo ga bareng Lo gue sama siapa pergi sekolahnya"gerutu Aurora yang masih setia mencari sepatunya.


Namun Oriel tidak memperdulikan Aurora ia keluar dari apartemennya.


Aurora mengejar Oriel yang telah duluan tanpa sepatu melainkan sendal bulu hello kitty nya.


Aurora berjalan dengan cemberut disebelah Oriel.


"Ga usah pasang muka kek gitu lo jelek"ujar Oriel ketika mereka akan masuk lift.


Ucapan Oriel sontak saja membuat Aurorana tambah cemberut.


"Sepatu lo ada di mobil "ujar Oriel sambil melipat tangan nya didada dan sontak saja membuat Aurora melototkan matanya tak percaya.


"Kenapa Lo ga bilang"ujar Aurora kesal ingin rasanya Aurora mencabik-cabik muka Oriel namun ia urungkan.


"Ini gue bilang"jawab Oriel santai.


"Maksud gue kenapa ga dari tadi Oriel.gue udah keliling cari sepatu dimana-mana dan lo baru bilang sekarang "ujar Aurora berusaha sabar.


Oriel diam saja tidak menjawab hal itu lah yang membuat Aurora bertambah geram pada Oriel.

__ADS_1


"Mana sepatu gue"tanya Aurora ketika mereka sudah masuk kedalam mobil.


"Tuh dibelakang"ujar Oriel menunjuk kursi belakang mobil.


"Is"jawab Aurora kesal lalu mengambil sepatunya di kursi belakang.


Dengan menggerutu kecil Aurora memakai sepatunya.


"Nyokap Lo malam tadi nelpon"ujar Oriel membuka percakapan mereka.


"Iya tadi pagi nyokap nelpon"jawab Aurora


"Baguslah"


____


Setelah sampai disekolah Aurora disambut oleh botak digerbang sekolah.


"Nona ini sepatu yang nona inginkan"ujar botak memberikan sepatu pada Aurora.


"Bawak pulang aja tak,sepatu gue udah ketemu"jawab Aurora melirik Oriel.


"Baik nona " ujar botak lalu berbalik menuju mobil.


"Eh tak"teriak Aurora


"Iya nona?"jawab botak membalik badannya kembali


"Salam buat anak bini Lo ya"ujar Aurora lagi diiringi oleh tawa sedangkan raut wajah botak sudah seperti orang pasrah.


"Hina saja terus saya nona.asal nona senang saya ikut senang"ujarnya lalu masuk kedalam mobil.


Tawa Aurora tambah keras ketika mobil yang dibawa oleh botak telah pergi meninggalkan sekolah


"Tawa aja terus sampe bel" ujar Oriel malas lalu pergi meninggalkan Aurora sendiri.


"Eh tungguin gue elah.perasaan gue ditinggalin Mulu"ujar Aurora mengejar Oriel.

__ADS_1


__ADS_2