Married To My Boss

Married To My Boss
MWMBS3#38


__ADS_3

Oriel hanya menatap Aurora yang masih pingsan di ranjang nya dengan tatapan penyesalan yang dalam.


Coba saja ia tidak mencoba menjahili gadis nya maka Aurora tidak begini dan sean tidak akan marah padanya juga muka mulus nya tidak akan bonyok.tapi penyesalan selalu diakhir kini Oriel tidak akan pernah menakuti gadisnya lagi.


Flashback


"Anjing lo!" kata sean yang tiba-tiba saja membogem Oriel.


"Gue percaya sama lo,tapi apa hah!"kata sean berang sambil menarik kerah Oriel lalu membogem Oriel lagi.


Oriel diam saja tidak membalas ini memang kesalahan nya jadi wajar jika sean marah padanya seperti ini


"Kenapa lo diam aja.punya mulut kan lo"ujar sean lagi dan sekali lagi sean membogem Oriel.


"Sialan"kata sean melepaskan kerah baju Oriel lalu duduk dilantai apartemen Oriel yang dingin.


"Dimana Aurora?"tanya nya pada Oriel ketika emosinya mulai reda


"Ada didalam"jawab Oriel susah payah karena tiga kali kena bogem oleh sean.


Sean berdiri lalu masuk kekamar Oriel diikuti oleh Oriel sendiri.


Sean duduk disisi ranjang sedangkan Oriel duduk di sofa bad nya.


"gagal ginjal"ujar sean ambigu membuat Oriel bingung,seakan tau sahabat nya itu bingung sean lalu berkata lagi.


"Gagal ginjal.Aurora sakit itu selama dua minggu sekali Aurora cuci darah yang lo tau dia jalan-jalan kan?" jelas sean membuat Oriel mengangguk sean benar ia hanya tau Aurora jalan-jalan tidak tau jika Aurora mempunyai penyakit yang begitu serius.


"Aurora ga punya temen kecuali sandra yang memang pacar vian abangnya,Aurora yang lo tau gadis ceria suka ceplas-ceplos ternyata ga seperti dugaan lo.dia sekarat tapi ga pernah ngeluh"


"Kemaren ulang tahun Aurora,tapi satu pun dari keluarga ga ada yang berani merayakan bahkan cuma bilang 'selamat ulang tahun'.uncle bryan,aunty ariel juga ga pernah ngucapin itu ke Aurora.karena kalo itu terjadi Aurora bakal marah besar dan lo tau dihari ulang tahunnya kemaren Aurora drop"


Oriel benar-benar tidak tahu jika kemaren ulang tahun Aurora lalu apa tadi kata sean Aurora kemaren drop.berarti handiplast bergambar jerapah itu bekas infus.astaga betapa banyak hal yang tidak Oriel ketahui tentang Aurora.

__ADS_1


"Lo tau kenapa Aurora takut badut kenapa?"tanya sean yang di jawab gelengan oleh Oriel.


"Dulu Aurora suka badut"


"Tapi dia.."


"Dengerin gue dulu bego"kata sean membuat Oriel menutup rapat mulutnya.


"Gara-gara satu kejadian Aurora jadi takut badut, dimana badut yang Aurora sukai berubah menjadi menakutkan bagi Aurora"


"Jelasin yang benar njir"ujar Oriel tak sabar karena menurutnya sean terlalu banyak berbelat-belit membuat kepalanya tak bisa mencerna dengan baik.


"Aurora dibawah badut ke pasar gelap jual beli organ dalam,disana lah awal dimana Aurora mendapatkan penyakit ginjal.uncle bryan berhasil membawa Aurora pulang tapi sayang ginjal Aurora udah diambil satu.kata dokter ginjal Aurora harus segera mendapat donor kalo engga sesuatu yang buruk bakal ke Aurora".


Oriel mematung ingin sekali ia mencari orang yang telah mengambil ginjal gadisnya.


"Dan lo tau sangat susah mencari ginjal yang cocok buat Aurora.ada satu yang cocok tapi Aurora menolak katanya ' gue ga mau hidup orang lain jadi memperhatikan gara-gara gue' Aurora bahkan membayar pedonor dua kali lipat dari yang dibayar uncle bryan agar pendonor itu ga jadi donorin ginjalnya buat Aurora.semua orang tau kalo Aurora yang membayar pendonor itu tapi mereka berlagak ga tau demi Aurora"


"Gue cerita ke elo biar lo paham ketakutan Aurora sama badut.jangan bilang keAurora kalo elo tau semua nya,kalo Aurora tau mungkin dia akan menjauh dari lo.gue balik"ujar sean lalu berdiri dari duduknya lalu sean mencium pelipis Aurora namun sebelum itu terjadi Oriel segera menghentikan aksi sean.


Flashback off


___


"Engga.gue mohon.Aaaaaaa"


"AAAAA"


"lo ga akan kenapa-napa,ada gue"ujar Oriel langsung memeluk Aurora erat.


"hiks...gue...hiks..gue takut"ujar Aurora menangis di pelukan Oriel


Oriel tidak berkata-kata ia hanya mengelus kepala Aurora sayang.menenangkan gadis nya.

__ADS_1


"Hei.lo denger gue oke,lo bakal baik-baik aja trust me"ujar Oriel melepaskan pelukannya lalu menghapus sisa-sisa air mata Aurora.


Aurora mengangguk lalu masuk kembali kedalam pelukan Oriel.


"Maafin gue"ujar Oriel membuat Aurora mengangguk


"Jangan kasih gue ke badut lagi"pinta Aurora


"Ga bakal dan ga akan pernah"jawab Oriel langsung.


"Gue sayang sama lo"ujar Aurora membuat Oriel dengan spontan mencium rambut Aurora.


Wangi Rambut yang selalu ia rindukan.


"Oriel"panggil Aurora pelan


"Hm"


"Gue laper" ujar Aurora membuat Oriel ternganga.Aurora gadis cantik nya ini selalu saja membuat suasana romantis menjadi kacau.


"mau makan apa? Gue masakin"


Aurora menggelang membuat Oriel bingung.


"Trus maunya apa.?"


"Sate mang ujang ,ga tau kenapa gue pengen makan sate"pinta Aurora membuat Oriel langsung mengangguk menuruti keinginan Aurora.


Oriel lalu bangkit dari duduknya untuk mengambil hoodie untuk nya dan juga untuk Aurora


"Pake ini dulu"ujar nya lalu memakai kan hoodie untuk Aurora.


"Let's go"ujar Aurora setelah Oriel telah memakaikan hoodie untuknya.

__ADS_1


Oriel tersenyum melihat tingkah Aurora lalu mengajak gadisnya untuk makan sate mang ujang langganan nya eh salah langganan mereka bedua.


__ADS_2