
MWMBS2#11
Pagi-pagi sekali bryan membangunkan ariella dan menutup kedua mata ariella menggunakan dasi kerjanya. Awal nya ariella protes, akan dibawa kemana dirinya pagi-pagi begini dan juga ia belum mandi kalau-kalau bryan akan membuat suprise untuk nya. Karena bryan terus memaksa nya akhirnya ariella menurut saja, agar singkat ceritanya. Ariella sudah berkali-kali bertanya pada bryan akan kemana mereka pergi? Ariella bahkan tidak dapat melihat sekeliling nya karena gelap. Bryan hanya menjawab ‘rahasia dong sayang, kalau aku beri tahu bukan rahasia lagi’. Karena tidak tahu kemana tujuan mobil yang dikendari suaminya ariella memilih untuk melanjutkan mimpinya yang sempat terputus.
Bryan menghentikan mobil nya didepan gedung tiga tingkat dan memanggilkan istrinya mengatakan jika mereka sudah sampai tujuan namun tidak ada sahutan dari istrinya. Bryan mendekat dan ia menggeleng-gelengkan kepala nya karena istrinya tertidur, alih-alih memaksanya memberitahu akan kemana mereka pergi karena penasaran istrinya malah memilih tidur dan melanjutkan mimpinya.
“sayang bangun, sudah sampai” ujar bryan pelan sambil menggoyangkan tangan ariella pelan. Ariella bangun dengan meraba-raba udara karena ia tidak tahu bryan ada disebelah mana.
Bryan memegang tangan ariella.
“sudah sampai”
Ariella mengangguk dan menerima tuntunan dari suaminya, ariella memegang tangan bryan karena takut ia salah langkah dan jatuh karena tidak bisa melihat apa-apa yang ada dihadapan nya.
“pelan-pelan sayang kita sebentar lagi sampai” ujar bryan lembut membuat ariella menganggukan kepalanya.
“lebarkan kakimu sayang” ujar bryan ketika mereka melewati selokan yang tidak terlalu besar namun jika langkah ariella kecil maka ariella akan terjatuh.
Ariella dapat merasakan mereka masuk kedalam ruangan, ada bau-bau ac mangkanya ariella jadi tahu jika sekarang mereka memasuki ruangan dan juga udaranya berbeda.
__ADS_1
“sampai!” ujar bryan mulai akan membuka ikatan dasi dimata ariella.
“satu..dua..ti..ga, kejutan!” ujar bryan membuat ariella langsung membuka kedua matanya. Ariella menatap sekelilingnya dengan mata yang sudah membendung air mata, mulut nya tertutup rapat dengan berlalri ia keluar dari dalam ruangan yang sangat luas untuk memastikan sesuatu setelah itu ia masuk dan langsung memeluk bryan erat.
Perasaan ariella sekarang becampur aduk, sedang, sedih, terharu dan bahagia menjadi satu hadiah yang Bryan berikan membuat air mata nya tidak mau berhenti menetes.
Menurut cerita ayah dan Abang nya ini adalah butik milik mendiang ibunya dulu yang terpaksa dijual karena keluarganya dililit hutang, ayahnya ditipu oleh kerabatnya sendiri sehingga keluarga nya bangkrut, saat perusahaan ayahnya kembali menjulang tinggi dan ingin menebus kembali butik mendiang ibunya, sang pemilik baru enggan memberikanya kembali. Padahal ayah ariella sudah menawarkan harga 10kali lipat diatas harga pasaran. Namun ditolak mentah-mentah oleh pemilik baru. Dan sekarang Bryan memberikan kepadanya sebagai hadiah yang tidak akan ariella lupakan seumur hidup nya. Sewaktu ayah nya bercerita padanya tentang butik ini sering sekali ariella mengunjungi butik dengan tabungan nya sendiri untuk membeli atau hanya melihat-lihat butik mendiang ibunya.
"Terimakasih" ujar ariella tulus lalu mencium sekilas bibir suaminya dan masuk kembali kedalam pelukan bryan.
Prok...prok...
Suara tepuk tangan menyadarkan ariella dan langsung melepaskan pelukannya pada Bryan lalu menatap sekitar nya yang telah ia lupakan karena terlalu bahagia. Ada tujuh orang didalam ruangan. Siapa mereka? Batin ariella.
"Salam kenal saya ariella" ujar ariella sopan sambil menjabat satu-persatu tangan orang yang akan membantu nya kelak. Ketika ariella akan berjabat tangan dengan empat orang pria penjaga keamanan butik dengan cepat Bryan menarik tangan ariella dan menepis kasar tangan pria itu.
"Berani menyentuh tangan istriku, kupotong tangan kalian!!" Peringat Bryan, alih-alih membuat takut malah membuat mereka tersenyum maklum.
"Aku serius! Cara saja jika memang ingin dipotong tangannya!" Peringat Bryan lagi membuat mereka semua mengangguk patuh, sedangkan ariella hanya menggelengkan kepalanya atas tingkah suaminya.
__ADS_1
Setelah perkenalan selesai mereka makan bersama karena perut ariella sudah minta diisi, ya ariella kelaparan dan selalu lapar.
"Mau ikut kekantor atau pulang?" Tanya Bryan yang langsung dijawab cepat oleh ariella
"Pulang saja, aku belum mandi masih pakai daster"
Bryan mengangguk lalu mengantar istrinya. Pulang kerumah.
Bryan menghentikan mobilnya didepan rumah mereka.
"Hati-hati sayang" ujar ariella mencium kening, hidung, kedua pipi dan juga bibir Bryan.
"Cari uang yang banyak sayang, karena istrimu ini akan menghabiskan uang mu" lanjut ariella membuat tawa Bryan meledak.
"Jangan khawatir sayang, suamimu ini orang kaya habiskan sesukamu"
"Bye sayang"
Ariella masuk kedalam rumah setelah mobil suaminya hilang dibelikan.
__ADS_1
Ariella bergegas mandi, semenjak menjadi istri dari Bryan yang tajir melintir sehingga membuatnya hanya dirumah saja dan atas rekomendasi dari Tania dan sarah, ariella menjadi suka menonton drama Korea. Apa lagi sekarang ada drama Korea yang baru 'hotel Del Luna" yang sayang untuk ariella lewatkan.
TBC...