Married To My Boss

Married To My Boss
MWMBS3#21


__ADS_3

Minggu pagi Oriel sudah rapi hari ini dan yang lainnya akan mengunjungi panti untuk berbagi.


Drttt ...drt ....


Dengan gerakan cepat Oriel langsung mengambil ponselnya ia berharap yang menghubunginya adalah seseorang yang memang ia tunggu-tunggu.


Sean is calling......


Oriel menghembuskan nafas kecewa lalu menetralkan suaranya


"Ya yan?"


''Kita ngumpul langsung di lokasi bar"


"Oke''


''Lo dimana sekarang?"


"Otw"


Tut..


Oriel memutuskan panggilan secara sepihak.


Setelah memakai sepatunya Oriel keluar dari apartemennya dan memasuki lift.


Sesekali ia menghubungi nomor Aurora namun nihil nomor Aurora sama sekali tidak aktif.


Aurora benar-benar membuat kepala Oriel ingin pecah dan frustasi


Ting..


Oriel keluar dari lift dan sudah ada Rere yang menunggunya dilobby


"Kenapa disini?kan aku bisa jemput dirumah"tanya Oriel setelah menghampiri Rere


"Sekarang udah jam berapa kalau aku nunggu kamu bisa telat kita "jawab Rere tersenyum


Oriel mengangguk benar apa yang dikatakan Rere jika ia menjemput Rere Meraka bisa saja terlambat tiba dipanti.


"Yaudah ayo kita berangkat sekarang"ajak Oriel


"Ayo"


Mereka berjalan beriringan menuju parkiran.


"Oriel nanti mampir bentar ke mini market ya.aku mau beli sesuatu disana"ujar Rere ketika mereka masuk kedalam mobil.


'Oriel kita ke mini market dulu kuy gue mau beli cemilan laper hehe'


Oriel tersenyum mengingat Aurora didalam pikirannya.


"Kamu kenapa senyum?ada yang lucu ya"tanya Rere membuat senyum tampan Oriel lenyap begitu saja.


"Ah engga,keinget sesuatu aja"jawab Oriel.

__ADS_1


Rere tidak berkata lagi ia hanya mengucapkan o yang panjang.


"DORR"ujar seseorang mengagetkan Rere dan Oriel yang tiba-tiba muncul dari kursi belakang dan memeluk leher Oriel.


"Elo"ujar Oriel geram sambil melepaskan paksa pelukan Aurora lalu turun dari mobil dan membuka pintu belakang.


"Keluar sekarang"ujar Oriel lagi ia sengaja menekan suaranya.


Aurora masih diam di kursinya dan enggan untuk turun menuruti kemauan Oriel.sedangkan Rere tersenyum senang ia yakin 100% Oriel kan marah pada Aurora


"Ck.lama"ujar Oriel menarik Aurora keluar sehingga membuat Aurora takut.Oriel memang dingin tapi Oriel tidak pernah marah ataupun seperti ini sebelumnya.


"Gue...minta maa..."ujar Aurora pelan nan takut tidak menatap Oriel.


Oriel memotong ucapan Aurora dan membawa Aurora kedalam pelukannya.


"Lo buat gue khawatir tau ga"ujar Oriel pelan.Aurora balas memeluk Oriel dan memejam kan matanya.


"Lo bisa ga buat gue khawatir ??"ujar Oriel melonggarkan peluakan mereka sambil mmemegang pipi Aurora gemas.


"Hehe maap"ujar Aurora dengan suara yang berbeda karena pipinya dipegangi oleh kedua tangan Oriel yang kekar.


"Jangan pernah diulang atau gue akan marah sama lo"ujar Oriel kembali membawa Aurora kedalam pelukannya.Aurora mengangguk di pelukan Oriel.


"Jangan hanya mengangguk"ujar Oriel lagi membuat Aurora melepaskan pelukan Oriel.


"Siap pak boss"ujar Aurora memberi hormat pada Oriel dan sontak saja membuat Oriel tersenyum


"Jangan senyum kecuali sama gue"ujar Aurora pelan namun seperti peringatan untuk Oriel.


''Lo tau ga gue kangen pake banget sama lo"ujar Aurora mencium pipi Oriel lama


"gue juga"jawab Oriel sambil mencium kening Aurora.


Keduanya tersenyum seolah dunia hanya milik mereka berdua tanpa mereka sadari dari tadi Rere menatap mereka tidak suka.


'Ck.kek nonton Drakor aja gue'


Oriel mengambil ponselnya disaku celananya dan menghubungi seseorang.


"lo jadi bareng gue ga?"


"Jadi la,gue udah diparkiran"


"Hm"


Tut .


"Nelpon siapa?"tanya Aurora penasaran


"Nico,nah itu orangnya"tunjuk Oriel pada nico yang sedang berjalan kearah mereka.


"Aurora gue kangen banget sama elo"ujar nico hendak memeluk Aurora namun cepat-cepat ditahan oleh Oriel


"Hehe sorry boss"ujar nico mengangkat kedua jarinya.

__ADS_1


"Aurora oleh-oleh mana?"ujar nico meminta pada Aurora


"Ada aman aja,tu dibelakang "jawab Aurora tersenyum.


"Wah maaacih Aurora"ujar nico senang


"Tamatama nico"


"Lo mau kemana?"tanya Oriel mencegah nico masuk ke kursi belakang.


"Ambil oleh-oleh lah"jawab nico santai


"lo bawa mobil,oleh-oleh ntaran aja kalau udah sampai panti"ujar Oriel memberikan kunci mobil pada nico


"Yah gimana si bar.gue mau makan sampe di panti"protes nico merajuk


"Mau apa engga?"


"Ya mau"


"Yaudah bawa mobil sana"ujar Oriel lalu masuk kekursi tumpangan bersama Aurora.


"Jalan pir"ujar Aurora menahan tawanya


"Baik tuan putri "jawab nico menjalan kan mobilnya.


"Gue punya oleh-oleh buat lo,nih"ujar Aurora memberikan kalung berliontin burung merpati dan memasang kan nya dilehar cowo itu.


"Nah yang satu lagi buat gue ,lo pakein gue ya"pinta Aurora dan langsung dituruti oleh Oriel.


"Katanya burung merpati itu lambang sebuah hubungan,gue harap hubungan kita ga ada orang ketiga ya"ujar Aurora lagi setelah Oriel memasangkan kalung di lehernya.


"aamiin Aurora"sahut nico tersenyum


Oriel diam tak tau harus berkata apa didalam hati yang paling dalam ia ingin sekali mengucapakan 'semoga bisa sama-sama sampai ajal menjemput,aamiin'


"Eh,ada Rere juga?"tanya Aurora berpura-pura baru tahu.sebenarnya ia sudah tahu mengenai Rere.


"Iya Aurora aku disini"jawab Rere pelan


"nico berhenti"pinta Aurora mendadak sehingga nico hampir menabrak pohon.


"Apaan si Aurora"gerutu nico


"Hehe sorry,Oriel mau itu"ujar Aurora meminta pada Oriel.


Oriel melihat sebentar lalu mengangguk mengiyakan kemauan Aurora.


"Sebentar"ujar Oriel menghentikan gerakan Aurora yang akan membuka pintu mobil


"Kenapa?"


"Tangan lo kenapa ?"tanya Oriel balik Oriel melihat seperti bekas infus yang ditutupi oleh handiplast


"Oh ini plester main-mainan"ujar Aurora segera membuka pintu mobil agar Oriel tidak bertanya lebih lanjut.dalam hati Aurora berdoa agar Oriel tidak curiga padanya

__ADS_1


'Moga-moga Oriel ga kepo'


__ADS_2