
Senin pagi ariella dan bryan disibukan oleh pekerjaan kantor.entah berapa kali ariella bolak-balik ke meja kerja bryan menyerahkan berkas yang sudah selesai ia periksa dan siap untuk ditandatangani.
Tanpa sadar ada seseorang yang masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu bryan maupun ariella tidak tahu akan hal itu.
"Kau terliat sibuk sekali son" ujar mr.marshwan ya seseorang yang masuk tanpa mengetuk pintu adalah mr.marshwan ayah bryan.
"Ada keperluan apa dad?" tanya bryan tanpa basa-basi dan tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas-berkas.
"Kau terlalu to the point son,berbasa-basi lah terlebih dahulu"ujar mr.marshwan lagi.
"Berbasa-basi bukan gaya ku"Jawab bryan
"Makan malam lah di mansion nanti malam" ujar mr.marshwan
"Aku tidak bisa jadwal ku terlalu padat"
"Mampir lah sebentar ada yang ingin menemuimu"ujar mr.marshwan kekuh
"Baiklah aku akan mampir"jawab bryan final dan mengalaihkan pandangannya dari berkas.
"Dad pergi son jangan lupa mampir sebentar setelah pekerjaan mu selesai" pesan mr.marshwan lalu pergi meninggalkan ruangan bryan.
Ariella yang dari tadi memandangi dua orang pria yang bercakap-cakap itu pun langsung memusatkan pandanganan pada tabletnya.ariella merasa jika ayah bryan mr.marshwan tidak menyukainya dari pandangan ayah bryan padanya.
"Memikirkan aku hm"ujar bryan tiba-tiba ditelinga ariella sehingga mengagetkan areilla.
"Astaga bryan"ujar ariella spontan menghapad bryan.
Bryan mengecup sekilas bibir ariella gemas.
"Ayo makan siang,kau pasti lapar" ujar bryan mengajak ariella makan siang
"Ayay boss"jawab ariella mematikan laptopnya.
Ariella dan bryan berjalan keluar menuju lift.
***
Ariella mengelus perutnya kenyang.
"Sudah selesai?mau lagi?"tanya bryan pada areilla yang dijawab gelengan kepala oleh ariella.ia sangat kenyang dan perutnya tidak bisa menampung anak-anak lainnya lagi.
Drtt..drttt...
"Siapa?" tanya bryan ketika areilla hendak mengangkat ponselnya
"Sarah" jawab ariella dengan isyarat mulut lalu mengangkat panggilan sarah
"Halo sar ada apa?"tanya ariella langsung
"Tania ingin kita mampir keapartemennya"
"Baikalah pulang kerja nanti aku akan kesana menyusul"
"Baikalah sampai nanti ya"
"Iya ada lagi?"
__ADS_1
"Jangan lupa belikan makanan yang sehat untuk baby B"
"Iya nanti akan aku belikan"
Tuttt...tuttt..
"Sarah bilang tania ingin kami mampir keapartemennya"ujar areilla memeri tahu bryan.
"Biar aku antar"
"Hm baiklah"
Setelah membayar bill bryan dan ariella kembali kekantor untuk melanjutkan pekerjaan mereka.
Ariella mulai terbiasa berjalan dengan tangan kekar bryan memeluk pinggangnya didepan karyawan-karyawan kantor.seperti sekarang ini ia tidak lagi marah atau risih bryan memeluk pinggangnya possesif
Ariella dan bryan memasuki lift khusus ceo.
"Aku akan pergi sendiri keapartemen tania dan kau langsung mampir kemansion mu"ujar ariella saat mereka berada didalam lift.
"Aku akan kemansion setelah mengatar mu dan tidak ada penolakan"jawab bryan menekan kata-kata terakhirnya.
Areilla memutar malas bola matanya ketika bryan berbicara 'tidak ada penolakan'atau'aku tidak suka ditolak' sifat yang sudah mendarah daging pada diri bryan.
Tanpa aba-aba bryan langsung melumat bibir manis wanitanya dengan gerakan spontan ariella mengalungkan tangannya pada leher bryan membalas lumatan demi lumatan bryan.ariella bahkan membuka mulutnya agar bryan bisa leluasa mengabsen anggota dalam mulutnya.ciuman panas mereka terhenti karena bunyi detingan lift.
"Kau lupa atau pura-pura lupa"ujar bryan mengakhiri ciumannya dan mengelap sisa-sisa saliva yang masih menempel di sudut bibir ariella.
Ariella mengerutkan dahi bingung
"Memangnya salah?"
"Salah sekali honey karena kau terlihat sangat sexy dan membuatku langsung ingin menciummu" jawab bryan merangkul ariella membawanya berjalan menuju rungan kerja.
Ariella tersnyum mendengar jawaban bryan ia menciun sekilas bibir bryan membuat bryan menghentikan langkahnya.
"Mencoba menggodaku hm"ujar bryan
Seolah sadar ariella langsung melepaskan diri dari bryan ia berlari menuju ruangan kerja meninggalkan bryan.
Bryan terkekeh geli melihat tingkah kekasihnya begitu menggemaskan.
***
"Jika ingin pulang telpon aku"pesan bryan saat ariella masih didalam mobil tepatnya diparkiran apartemen tania
"Baiklah bryan kusayang"jawab areilla mencium gemas bibir prianya.
"Aku akan menghubungimu dan sekarang boleh kah aku keluar"
"Tentu saja honey katakan pada anak nakal itu jangan suka makan makanan sembarangan"
"Ayay boss"jawab ariella keluar dari mobil bryan.
"Dahhh"ujar ariella melambaikan tangan
__ADS_1
Ariella berjalan kearah lobby ketika mobil bryan sudah benar-benar hilang dipersimpangan dengan membawa satu kantong plastik makanan sehat yang ia dan bryan beli dijalan sewaktu ingin keapartemen tania.
Ariella memencet bel apartemen tania dengan tidak sabaran.
"Kau kemana saja kenapa lama sekali?" tanya sarah mengambil alih belanjaan yang dibawa ariella.
"Kau pikir jarak kantor kesini dekat?belum lagi aku mampir sebentar membeli makanan sehat untuk baby B" jawab ariella duduk disofa apartemen tania
"Omong-omong dimana bumil kita berada?"tanya ariella ketika mendapati tidak ada tania.
"Bumil sedang mandi"jawab sarah memindahkan makanan yang dibawa ariella kedalam lemari pendingin.
Ariella mengangguk-anggukan kepala tanda mengerti.
Setelah selesai memindahkan makanan kedalam lemari pendingin sarah duduk disebelah ariella.
"Boss bryan mana?"tanyanya
"Menemui keluarganya"jawab ariella cepat sambil mengganti cannel tv.
"Kau tidak ikut menemui calon mertuamu?"
"Tidak lagian kan aku sudah berjanji akan mampir kemari"jawab ariella menatap malas sarah.sedangkan sarah hanya mengangguk sebagai jawaban.
Tak lama kemudian tania muncul dari bilik kamarnya memakai daster ala-ala bumil terlihat imut ketika tania memakainya.
"Sudah lama?"tanyanya pada ariella dan ikut duduk disofa jadi lah mereka duduk disofa dengan ariella ditengah antara tania dan sarah
"Tidak juga.bagaimana kabar baby B nya aunty?"kata ariella mengelus sayang perut tania
"B sehat aunty terimahkasih sudah datang berkunjung aunty"jawab tania dengan suara yang mirip dengan anak kecil.
"Cari nama untuk baby B yuk" ujar sarah memberi ide
Tania dan ariella mengangguk setuju
"Bagaimana jika Belle panggilan nya tetap baby B" usul sarah
"Mm kalau bianca bagaimana?"usul ariella
"Menurutmu bagaimana nia?"tanya ariella pada tania
"Aku ikut aunty-aunty saja"jawab tania tersenyum ia senang jika ada orang yang berpartisipasi untuk menentukan nama dari anaknya.
"Bianca belle saja bagaimana?"ujar sarah lagi
"Aku setuju" jawab ariella menunjuk sarah
Tania juga mengangguk setuju
"Nanti kalau baby B sudah lahir jangan lupa jika aunty nya yang paling cantik ini yang mengusulkan namanya"ujar sarah pada tania diiringi tawa
"Ayay aunty cantik"jawab tania ikut tertawa.
Sudah pukuk sepuluh malam obrolan mereka bertiga tiada habisnya bahkan ketika bryan datang untuk menjemput ariella pun obrolan mereka masih berlanjut membuat bryan tertidur karena menunggu areillanya.
__ADS_1
****