
setelah pulang dari makan siang bersama eden ariella melanjutkan eksperimen nya memasak makanan yang yang ia lihat dari bermacam situs.
ia bisa saja meminta sarah untuk mengajarinya memasak tapi sarah saat ini masih bekerja sehingga ia harus belajar memasak sendiri,jika ia menunggu sarah akan memakan waktu yang lama dan ariella tidak suka membuang banyak waktunya karena setiap detik yang berlalu sangat berarti bagi ariella.
sudah kuraang lebih satu jam ariella berkutaat dan membuat dapur berantakan tak berbentuk lagi dan hasil yang sangat memperhatinkan ariella akhirnya mengakhiri masa percobaan memasaknya.ariella membereskan dapur yang baru saja ia buat berantakan.
sesekali ariella mengecek ponsel nya adakah bryan menghubunginya atau mengiriminya pesan.tapi nihil bryan sama sekali tidak menghubunginya ataupun memberi pesan.
lima belas menit dapur ariellayang semulanya berantakan menjadi rapi kembali.hal terakhir dilakukan ariella adalah membuang sampah ia memasukan semua sampah di pipa pembuangan sampah.
huh..
ariella menghela napas lega kerena semua nya sudah beres ya walaupun hasil memasaknya nol besar tapi kebersihannya terdapat nilai plus.
setelah semuanya beres ariella masuk kekamarnya mengecek kembali email-email yang masuk dari perusahan yang bekerja sama dengan hotel and resort marshwan.
drttt...drt..
dengan gerakan lincah ariella menjangkau ponselnya.ariella menghela napas kasar karena bukan bryan yang menghubunginya melainkan sarah sahabatnya
''ya kenapa sar?''
''ariel bisa kah kau belanja untuk makan malam nanti,aku masih ada pekerjaan yang harus aku kerjakan sekarang dan kemungkinan aku akan pulang agak lama''
''baiklah kau kirim saja apa yang harus aku beli''
''oke nanti akan aku kirim.trims ariel bye''
__ADS_1
''hem''
ariella mengakhiri sambungan ponsel secara sepihak.entah kenapa mood nya begitu buruk karena bryan sama sekali tidak memberi kabar padanya.dengan malas ariella bangkit dari duduknya lalu mengambil seweater rajutnya tanpa mengganti celana pendek miliknya.
****
"Kenapa kau tidak menemui emely?"
"Aku sibuk dad" jawab bryan tanpa melihat ayahnya pandanganya tak pernah luput dari monitor laptopnya.
"Perusahaan tidak pernah meyibukan mu.apa salahnya menemui emely sebentar"
"Aku sudah menghubungi nya jangan terlalu memaksakan"
Terserah saja
Batin bryan kembali menyelesaikan pekerjaannya.
****
Sepanjang jalan pulang ariella menimang-nimang ponselnya ia ingin menghubungi bryan tapi ia ragu.
'Hubungi tidakk....hubungi....tidak...tdakk..hubungii..'
Batin ariella masih dengan menimang-nimang ponselnya.
__ADS_1
'Tidak...tidakk.." ujar ariella menggelengkan kepalanya sambil memasukan ponselnya kedalam saku celananya.
Sesampainya di parkiran apartemen ariella dikejutkan dengan adanya pemadam kebakaran.
Ariella menatap sarah bingung mata mereka bertemu sarah berlari kearah ariella dan langsung memeluknya.
"Syukur lah kau tidak apa" ujar nya dengan isak pelan
"Kau kemana saja hah?kau hampir membuat ku jantungan tau tidak?" ujar sarah masih memeluk ariella.
"Aku habis belanja pesanan mu" jawab ariella santai
Sarah tidak menjawab ia terlalu lega melihat ariella baik-baik saja.
Ariella melepas pelukan sarah
"Kau ini kenapa?"tanya ariella bingung ketika melihat sarah masih meneteskan air mata.
"Apartemenmu...."
"Yaa kenapa dengan itu?"
Sarah tidak menjawab ariella ia membalik badan ariella agar dapat melihat apartemennya yang sedang dipadamkan apinya oleh pemadam kebakaran.
"What!"
****
__ADS_1