Married To My Boss

Married To My Boss
MWMBS3#25


__ADS_3

Sesampainya di apartemen Oriel langsung mengobati luka Aurora dengan obat merah dan memasangkan handiplast di kaki Aurora.


Setelah selesai mengaobati Aurora Oriel bangkit dari duduknya untuk mengembalikan obat merah ketempat asalnya.


"Oriel pakein ini ya,tangan gue kan kek gini"pinta Aurora sambil mengangkat telapak tangannya yang juga lecet karena kecerobohannya tadi.


Oriel duduk kembali dihadapan Aurora lalu membuka kutek warna ungu yang ingin Aurora gunakan pada kuku-kuku cantik Aurora


Dengan amat hati-hati Oriel memasang kan kutek kekuku-kuku Aurora agar tidak kuteknya tidak keluar dari kuku-kuku Aurora.


"Cantik kan kuteknya?"tanya Aurora pada Oriel yang fokus memasangakn kutek untuk Aurora.


"Diem,ngomongnya entaran aja"kata Oriel tidak mendengarkan Aurora.


Aurora diam menuruti apa yang dikatakan oleh Oriel sambil menatap Oriel tanpa kedip hingga Oriel selesai memasang kan nya kutek..


"Done"kata Oriel menutup kembali kutek dan meletakannya diatas meja.


Aurora menatap hasil karya Oriel tidak terlalu buruk rapi malah.Aurora merasa tersanjung karena Oriel mau memasangkan kutek padanya.


"Maacihh Oriel"ujar Aurora mencium pipi Oriel


"Gue suka"ujar Aurora lagi sambil meniup-niup kutek nya agar cepat kering.


"Hm"kata Oriel lalu bangkit sambil membawa kotak merah.


Drt...drt....

__ADS_1


Botak is calling.....


"Nona saya sudah dibawa"


"lo tunggu,gue turun sekarang "


Tut..


"Siapa?"tanya Oriel menghampiri Aurora.


"Botak.sekarang udah dibawah"jawab Aurora mengambil tas kecil miliknya


"Emang ga ada kerjaan botak selain ganggu orang seneng"gerutu Aurora kesal tanpa Aurora sadari Oriel tersenyum atas gerutuan Aurora.


Lucu..


"Gue pulang ya dan ya lo harus kangen sama gue"ujar Aurora tak lupa dengan mencium pipi Oriel.


"See you and i miss you now"


___


Malam minggu Aurora main keapartemen Oriel rencana licik Aurora adalah mengajak Oriel untuk malam mingguan diluar layak nya orang pacaran sungguhan,namun niat licik Aurora harus tertahan diudara karena setibanya diapartemen Oriel hujan petir disertai badai mengguyur bumi.


Jadi lah mereka hanya menonton televisi bergenre horror,bukan pilihan Aurora namun pilihan Oriel,Aurora hanya menurut saja.lagian Aurora sama sekali tidak takut pada film bergenre horror.


Sewaktu sedang asik menonton tiba-tiba pintu apartemen Oriel terbuka menampakan seorang wanita paryh baya seumuran ibunya Aurora.

__ADS_1


Aurora tentu saja kaget karena ia sedang tiduran dipangkuan Oriel sedangkan Oriel hanya santai saja seperti tidak ada yang terjadi.suasana menjadi kikuk untuk Aurora tentunya.


Aurora langsung berdiri dan menyalimi tangan ibu Oriel dengan santun


“selamat malam tante”


“selamat malam cantik,kamu sama Oriel.....” jawab ibu Oriel menggantung


“aku Aurora,pacar nya Oriel te” sambung Aurora tersnyum malu-malu membuat ibu Oriel tersenyum penuh arti lalu memeluk Aurora sayang.Aurora yang dipeluk tiba-tiba sempat kaget namun kemudian merilek karena elusan sayang dipundaknya.


“mama ga nyangka kamu bisa dapat pacar cantik kek Aurora bar” ujar ibu Oriel melepaskan pelukannya dan berjalan kearah Oriel.


“sama aku juga ga nyangka ma” jawab Oriel sekenanya membuat ibunya tersenyum


“Aurora mau masak bareng mama?”tanya ibu Oriel pada Aurora dan langsung diannguki oleh Aurora pikirnya kesempatan ga datang dua kali apa lagi tiga kali.


Aurora sama sekali tidak menyangka ia bisa selangkah lebih maju medekati calon mertua nya,sekarang ia dan ibu Oriel sedang berkutik didapur memasak ayam kecap dan tumis kangkung kesukaan Oriel.ya,harus Aurora akui peran nya tidak banyak dalam memasak makanan kesukaan Oriel namun setidaknya ia membantu mengiris dan memotong kangkung menjadi kecil-kecil.


“sayang bisa tolong ambilkan mama garam”pinta ibu Oriel yang sedang menumis kangkung


“iya mam”jawab Aurora semangat dan mengambil toples kecil berisi garam versinya.


“ini mam”ujar Aurora memberikan garam pada ibu Oriel


Ibu Oriel tersenyum ketika sudah membuka toples garam,yang diambilkan Aurora bukan lah garam melainkan gula.


“sayang ini gula” ujar ibu Oriel membuat Aurora tersenyum malu belum lagi Oriel sedang menertawainya dari ruang makan.

__ADS_1


“kalo yang itu gula berarti yang ini garam mam”jawab Aurorasa memberikan garam yang benar.


Setelah memasak dan makan bersama ibu Oriel dan juga Oriel,Aurora pamit pulang karena botak sudah menjempunya.


__ADS_2