
Berkat kegigihan ariella membujuk bryan agar tidak mengerjakan sekretaris baru akhirnya bryan menyetujuinya dengan syarat ariella tidak boleh ceroboh lagi dan ya ariella harus memanggil namanya BRYAN dimana pun ia berada mau dikantor atau diluar kantor. ariella menyetujui syarat bryan.
Ariella terus tersenyum menawan.sekarang mereka sedang menikmati hidangan salah satu restoran ternama di new york.
"Jangan tersenyum seperi itu" ujar bryan dengan nada kesal membuat senyum ariella yang tadi nya merekah indah menjadi cemberut kesal.
"Apa lagi ayo cepat makan" kata bryan lagi menyuruh ariella menghabiskan makananya.
Ariella menurut ia langsung memakan makanannya.
"Ariel"ujar seseorang menepuk pundak ariella.
"Ah benar ternyata kau,aku pikir aku salah orang tadi" ujar eden tersenyum pada ariella
"Sedang apa disini makan juga?" tanya ariella
__ADS_1
"Aku bertemu clien...."
Ehem...
Perkataan eden terpotong oleh deheman bryan.
"Aku Sudah selesai ayo kembali kekantor" ujar bryan menahan emosinya agar tidak meledak karena melihat ariella mengobrol dengan eden.anggap saja bryan possessif ia tidak suka jika ariella nya berbicara dengan pria lain
Brakk
Bryan menutup pintu mobilnya dengan kencang ia kesal setengah mati pada eden yang tiba-tiba datang menemui ariellanya.
__ADS_1
'Mengacaukan saja'
Ariella masuk kedalam mobil dengan nafas yang masih tersenggal putus-putus.ia menghirup banyak udara mengisi paru-parunya.
Setelah nafasnya kembali normal ia menatap bryan tajam.
"Kenapa kau jalan cepat sekali" ujar ariella kesal memukul-mukul pundak bryan.
"Kaki ku sakit kalau kau mau tau" gerutunya setelah puas memukul-mukul bryan.
Bryan terdiam sesaat sifat manja dan mudah merajuk ariella yang selama ini ia tutupi dan hanya dilihatkan oleh orang-orang terdekatnya.tanpa sadar bryan tersenyum berarti ariella-nya sudah mulai membuka hati untuknya.bolehkah bryan berharap.
***
TBC.
__ADS_1