
Sesampainya dipanthouse bryan dan ariella langsung tidur karena rasa kantuk yang tidak bisa ditahan lagi apalagi bryan yang menunggu wanitanya mengobrol yang tiada habis nya bersama tania dan sarah.
Seperti malam malam biasa bryan tidur dengan memeluk wanitanya.satu kebiasaan bryan selain tidur tidak mengenakan kaos.tidur didalam pelukan wanitanya adalah salah satu bentuk kehagantan yang tiada taranya.
Pukul setengah enam pagi bryan terabangun lebih dulu,ia menopang dagunya menggunakan sanggahan tangannya mengagumi wanitanya yang begitu cantik ketika sedang pulas seperti ini.bryan selalu bertanya-tanya apakah ia bisa mengakhiri hubungannya dengan areilla.jawabannya adalah tidak bryan tidak akan sanggup hidup tanpa wanitanya.wanita yang ia cintai
Ariella menggeliat dari tidurnya tanda jika ia sudah akan bangun dari tidurnya.
"Aku membangunkan mu?"tanya bryan ketika ariella benar-benar terbangun dari tidunya.
Ariella menggeleng sambil tersenyum kemudian berkata
"Tidak sama sekali"
"Kau sudah mandi?"tanya ariella dengan suara parau
Bryan tidak menjawab ia malah mencium gemas wanitanya.ariella memberontak ketika bryan menghujaminya dengan ciuman gemas.
"Aku belum sikat gigi"ujarnya kemudian membuat bryan tambah gemas dibuatnya
"Lalu dimana bentuk kesalahannya?"ujar bryan menaikan sebelah alisnya.
Ariella bangkit dari tidurnya meninggalkan bryan yang masih dengan wajah menggodanya.
"Tetap saja aku tidak mau"ujar ariella sambil tertawa riang.
Membuat bryan ikut tertawa lalu ia bangkit dari tidurnya mengejar ariella.seolah tahu ariella langsung masuk kedalam kamar mandi dan menguncinya.
"Kenapa dikunci?bukan nya kita akan mandi berdua"ujar bryan masih menggoda ariella dari luar sambil mengedor-gedor pintu kamar mandi.
"In your dream"teriak ariella
__ADS_1
"Kau mandi dikamar sebelah saja"sambung ariella lagi sambil tertawa kecil yang masih terdengar oleh bryan.
Ketika Ariella tidak mendengar suara bryan lagi baru ia bisa mandi.
Setelah lima belas menit berkutat dengan bersih-bersih ariella keluar dari kamar mandi.
Ariella terkejut melihat bryan yang bersandar manis di tembok samping kamar mandi.
"Kau tidak mandi?"ujarnya setelah tersadar dari keterkejutannya untung saja ia mengganti pakaian kerja nya didalam tadi jika tidak mungkin sekarang ia akan menerjang-nerjang bryan.sedangkan bryan nampak kecewa karena wanitanya sudah berpakaian lengkap.
"Kecewa hm?"tanya ariella gantian menggoda bryan.
"Aku mandi dulu"jawab bryan sedikit kesal lalu masuk kedalam kamar mandi sedangkan ariella terkekeh geli karena berhasil membuat bryan kesal.
****
"Kau terlihat sibuk sekali"tanya ariella tiba-tiba membuat sarah mendongak kearah ariella.
"As your see"jawab sarah tersenyum.
"Nanti sepulang kantor jangan lupa mampir keapartemen tania"
"Aku tidak akan lupa"jawab sarah menyengir
"Aku pergi kalau begitu"ujar ariella ketika ia sudah berbalik sarah menghentikan langakah areilla
"Hanya itu kah yang ingin kau ucapkan?"tanyanya
"Iya memang nya apa lagi?"ujar ariella balik bertanya.
__ADS_1
"Tidak ada kembali la bekerja"ujar sarah mempersialahkan ariella pergi nampak raut kesedihan diwajah cantik sarah
Setelah ariella benar-benar pergi dari meja kerja sarah ariella menelpon tania.
"Semua nya sudah siap?"
***
Ariella mampir keapartemen tania lebih dahulu meninggalkan sarah yang masih bekerja.ia sudah izin pada bryan untuk pulang lebih dahulu dan bryan mengizinkannya.
"Sudah siap semua?"tanya ariella pada tania ketika ia sudah masuk kedalam apartemen tania.
"Beres"jawab tania dengan tangan ala-ala delicious.
Areilla mengangguk mengiyakan.tak lama kemudian bel apartemen berbunyi ariella dan tania segera mematikan lampu tania menyuruh asisten rumah tangga untuk membukakan pintu.
Sarah terkejut ketika masuk kedalam apartemen tania semua nya gelap.ketika ia akan bertanya pada asisten rumah tangga tania tiba-tiba saja asisten rumah tangga tania hilang dalam kegelapan apartemen.
"Nia,ariel kalian dimana?"panggil ariella takut takut.
"Nia"
"Areil"
Beberapa kali sarah memanggil nama ariella dan tania bergantian tapi masih tidak ada sahutan.
Saat sarah merogoh tas kecilnya mencari ponsel untuk menelpon ariella dan tania tiba-tiba lampu hidup.
"Happy birtday"teriak sarah dan tania serempak membuat sarah langsung melihat kearah sumber suara.matanya bekaca-kaca ketika melihat ariella dan tania membawakan kue ulang tahun untuknya belum lagi apartemen tania sudah disulap menjadi amazing party dengan balon-balon memehuni ruangan.ia mengira jika sahabatnya melupakan ulang tahunnya dan nyatanya sahabatnya tidak melupakan ulang tahunnya.
__ADS_1
*****