
Sesuai dengan keinginan ariella tempo hari sekarang mereka menunda kepulangan hingga tiga hari mendatang.seperti saat ini ariella dan bryan sedang berjalan santai dibawah manara effiel menikmati malam yang penuh bintang.
"Nanti jika kita menikah aku ingin anak yang banyak bila perlu sebanyak bintang dilangit"ujar bryan membuat ariella menghentikan langkahnya lalu mendongak ke arah bryan.
"Banyak sekali?memang nya mudah melahirkan seorang anak?"jawab ariella menatap bryan tajam.
"Tentu saja mudah tinggal keluarkan saja dari perut dan anak kita akan menatap dunia yang sangat indah ini"kata bryan santai ia tidak sadar jika ariella sudah menatap nya dengan tatapan membunuh.
"Ada yang salah?"tanya bryan ketika sadar ariella menatapnya dengan tatapan membunuh.
"Kau pikir mengeluarkan anak dari perut itu mudah?jika mudah ibuku tidak akan meninggal ketika melahikan aku kau tahu!"jawab ariella setengah berteriak kearah bryan dan tanpa sadar air matanya meluruh begitu saja.
Tanpa berkata apa-apa bryan langsung memeluk wanitanya.
"Mommy tidak akan pergi jika melahirkan itu mudah"ulang ariella didalam pelukan bryan sambil terisak pelan.bryan mengangguk sambil mengelus sayang pundak wanitanya.berkali-kali bryan membatin
'kau begitu bodoh bryan,wanita mu begini karna kau'
"Sstt..jangan menangis lagi ya"ujar bryan meregangkan pelukan mereka dan menghapus air mata ariella yang masih mengalir.
"Maafkan aku,aku tidak akan memaksa kau ingin akan berapa.jadi jangan menangis lagi"bujuk bryan lagi
Bukannya berhenti menangis ariella mala tambah menangis membuat bryan jadi serba salah.
"Jangan menangis sayang"ujar bryan lansung memeluk wanitanya.
Bryan tak berkata apa-apa ia hanya memeluk wanitanya dan menenangkannya dengan mengelus-ulus sayang pundak ariella.
__ADS_1
Lima menit menangis ariella akhinya menghentikan tangis nya.ia melepaskan pelukan bryan lalu menghapus sisa-sisa air matanya.
"Ayo duduk kakiku pegal"ujar ariella setelah menghapus semua sisa-sisa air matanya.
Lalu kemudian ariella berjalan menuju kursi taman didekat manara effiel meninggalkan bryan yang masih berdiri ditempat nya semula dan menatap ariella dengan tatapan tak percaya pada wanitanya itu.
Bryan mengangkat kedua bahunya bingung lalu menyusul wanitanya.bryan duduk disebelah ariella.
"Maafkan aku sayang"ujar bryan sambil menggenggam tangan ariella.
Ariella menatap bryan bingun namun sedetik kemudian ariella mengerti ia lalu mengeratkan genggaman tangan bryan pada tangannya.
"Tidak apa-apa sayang tadi aku hanya terbawa perasaan saja"jawab ariella tersenyum pada bryan.
"Bryan kau tahu...?"ujar ariella tiba-tiba membuat bryan menoleh kearah ariella ia menunggu kelanjutan cerita wanitanya.
"Ketika mommy menganggapku anak nya juga ada kebahagia tersendiri yang tiba-tiba menyelinap dihatiku"
Bryan masih diam mendengarkan wanitanya.
"Selama ini aku tidak pernah merasakan pelukan seorang ibu dan mommy memberikan itu.ngomong-ngomong aku jadi rindu mommy sedang apa dia sekarang?"lanjut ariella menanyakan pada bryan.
"Biar ku telpon"jawab bryan lalu mengambil ponselnya dan menghubungi mommy.
"Halo mom"
__ADS_1
"................."
"Tidak bukan aku tapi wanitaku mom"
"........."
Bryan memberikan ponselnya pada ariella yang langsung disambut oleh ariella dengan senyum yang indah.
Bryan menatap punggung wanitanya yang sedang mengobrol dengan ibunya.bryan tahu persis jika wanitanya itu terbawa perasan tadi dan bryan tidak akan mengulanginya lagi membuat wanitanya menangis adalah kesalahan besar baginya.
***
Setelah mengobrol dengan mommy via telpon ariella dan bryan berdiri dibawah manara effiel.
"Dulu aku punya impian ...."kata ariella sambil menatap manara effiel dihadapanya saat ini
"Seorang pria yang melamar mu dan berciuman dibawa manara effiel"potong bryan menghentikan ucapan ariella.
Ariella menoleh kearah bryan dan saat itu lah bryan berjongkok dihadapan ariella sambil mengeluarkan kotak merah dari saku kemejanya.
"Will you merry me"ujar bryan menatap wanitanya penuh harap.
Air mata ariella menetes begitu saja ia begitu terharu dengan apa yang bryan lakukan untuknya dan yang lebih membuatnya terharu adalah bryan tahu apa yang dulu pernah ia ingin kan.
Ariella mengangguk mengiyakan dan bryan langsung memasangkan cincin berlian yang sudah lama ia siapakan yang memang hanya untuk ariella.
Setelah memasangkan cincin ke jari manis ariella bryan lalu berdiri dan langsung mencium wanitanya dengan penuh cinta dengan pancaran bulan yang menjadi saksi dan beberapa orang yang menggerubungi ariella dan bryan.
__ADS_1
****