Married To My Boss

Married To My Boss
MWMBS2#21


__ADS_3

MWMBS2#21


Setelah pekerjaan nya dibutik selesai ariella tidak langsung pulang karena ditengah jalan ia tertarik melihat pasar malam, walaupun masih sore tapi pasar malamnya sudah didatangi pengunjung. Entah kenapa hatinya tertarik untuk melihat pasar malam.


Lama ariella melihat kicir besar yang berputar tak terasa langit sudah bewarna jingga, sore menuju malam.


Mata nya tertuju pada anak kecil dan ibunya yang menutup setengah wajahnya. Anak kecil kira-kira berumur 5 tahunan itu tampak senang diajak kepasar malam. Ariella yang melihatnya pun ikut senang. Saat ariella akan pergi, ia melihat sang ibu dengan segaja melihat sang ibu meninggalkan putra nya yang sedang bermain dengan kuda-kuda yang berputar. Ariella mengira ibunya akan membeli sesuatu hingga sang anak turun dari permainannya ibunya tak kunjung datang. Ariella terus memperhatikan, anak itu sedikit pun tidak menangis. Ia berjalan meninggalkan pasar malam diam-diam ariella mengikuti anak itu. Anak itu duduk dihalte pemberentian bus membuat ariella menghentikan langkahnya ia ikut duduk dipinggir jalan. Lama hingga anak itu menyebrang jalan, ariella ikut menyebrang jalan. Ada sebuah bus besar melaju kearah mereka namun anak itu tidak menghiarukan membuat ariella dengan langkah cepat menarik anak itu hingga mereka berguling-guling dijalan.


Kening ariella berdarah karena terkena batu sedangkan anak kecil yang ia tolong lutut dan tangan nya mengalami lecet biasa, ariella bersyukur anak itu baik-baik saja.


“kau tidak apa-apa?” tanya ariella membuat anak itu menganggukan kepalanya.


Drtt..drt...


Nama suaminya tertera pada ponselnya membuat ariella langsung mengangkat panggilannya.

__ADS_1


“sayang kau dimana?”


“hiks..hiks.. aku tidak tau dimana ini sayang” jawab ariella setelah melihat sekelilingnya, dan entah kenapa ia menangis ia pun tidak tau


Bryan yang mendengar istri menangis pun langsung menggila


“sayang dengar kan aku baik-baik, tetap disana dan aktifkan gps mu”


“baik”


Bryan menutup panggilannya lalu mencari istrinya.


“pasti sakit” ujarnya menunjuk luka dikening ariella, bukannya berhenti menangis ariella membawa anak kecil itu kedalam pelukannya.


Bagaimana anak sekecil ini tidak menangis saat dengan sangat jelas orang tuanya meninggalkan nya sendiri ditengah keramaian pasar malam. Dan bagaimana bisa anak sekecil ini tidak menangis saat dia terluka, anggap saja sekarang ariella menggantikan anak itu untuk menangis.

__ADS_1


“kenapa tidak menangis hm?” tanya ariella membuat anak kecil itu bingung


“ketika kau sedih, kau marah, kau merasa air mata mu akan jatuh tumpahkan saja semuanya agar kau lega dan beban mu sedikit terangkat” jelas ariella membuat anak kecil itu mengangguk paham.


“siapa namamu?”


“tidak punya nama” jawab anak itu membuat ariella mengerut kan kening


“sungguh,orang-orang menyebutku anak haram karena aku lahir tanpa ayah dan ibuku enggan memberi ku nama, lalu sekarang ibu ku membuangku”


Ariella menggelengkan kepalanya, tidak ada anak haram didunia lalu kenapa banyak orang beranggapan seperti itu. Orang dewasa yang berbuat salah lalu kenapa anak kecil dan tidak berdosa yang terkena akibatnya.


“kau bukan anak haram, namamu oriel, oriel Marshwan dan mulai sekarang kau anak ku. Tidak ada yang boleh menyebutmu anak haram lagi mulai dari sekarang” ujar ariella memeluk oriel.


“sayang?” panggilan bryan membuat ariella teralih

__ADS_1


“ayo kita pulang bersama” ujar ariella mengajak oriel pulang bersamanya, bryan yang tidak tau sekarang berada disituasi yang sepeerti apa pun diam saja, toh nanti istrinya bercerita padanya.


Tbc....


__ADS_2