
"Apa yang kau lakukan?" teriak bryan ketika ia masuk kedalam ruangannya melihat ariella yang sedang berkutat dengan laptopnyaa.dengan kesal bryan menghampiri ariella yang sama sekali tidak menganggapinya.
"Kau,apa yang kau lakukan hah?" ujar bryan dengan menekan kata-katanya.
"Tadi nya aku ingin mengerjakan sesuatu tapi nampaknya tidak ada yang harus aku kerjakan" jawab ariella santai yang langsung membuat bryan semakin berang atas jawaban santai nya.ia melempar laptop ariella kedinding hingga laptop ariella nyaris tak berbentuk.
"Kau kenapa hah?"teriak ariella marah.
"Lihat,laptop baru ku hancur" sambung ariella menyuruh bryan untuk melihat laptopnya yang sudah tidak bisa digunakan lagi.
Ariella megacak rambutnya lalu berjalan memunguti laptopnya.
"Jangan sentuh itu ariel'' perintah bryan ketika ariella akan memunguti laptopnya.
Ariella sama Sekali tidak menghiraukan bryan ia tetap memunguti laptopnya.
"Ku bilang jangan ariel" teriak bryan menarik ariella berdiri.
"Apa nya yang jangan,laptop ku hancur bryan" jawab ariella berteriak.
"Kau lupa tangan mu terluka ariel" ujar bryan mencoba meredam emosinya.
"Ini hanya luka kec..."
__ADS_1
Ucapan ariella terpotong kerena lebih dulu dibungkam oleh bibir bryan.mata ariella membelak kaget ketika bryan menggigit bibirnya sehingga lidah bryan lebih leluasa menyelusuri mulutnya.ariella ingin menolak tapi tubuhnya menghinatinya.
Seolah mendapat lampu hijau bryan menarik leher ariella agar dapat memperdalam lumatannya ia bahkan mendudukan ariella diatas meja kerjanya.bryan suka rasa bibir ariella manis bukan sangat manis tepatnya.ketika tangan bryan akan masuk kedalam kemeja ariella suara deringan ponsel menghentikannya.
'Shit' ujarnya dengan amat terpaksa bryan menghentikan cunbuannya pada ariella.
"APA!"teriak bryan membuat ariella menatap bryan ngeri.
"Sekretaris baru anda mulai bekerja besok pagi sir"
"Hm" jawab bryan langsung memutuskan panggilan telpon.
"Kenapa susah sekali menuruti kata-kata ku hm" ujar nya lembut.
"Kalau aku bilang jangan lakukan apa-apa maka jangan,itu demi kebaikan mu"
"Sir.."
"Bagaimana kalau telapak tangan mu infeksi?" ujar bryan lagi tanpa memberi ariella cela untuk berbicara.
"Sir.."
__ADS_1
Bryan kembali membungkam mulut ariella melumatnya lembut seperdetik kemudian ia menempelkan dahi nya pada dahi ariella.
"Berhenti lah melakukan hal yang membuat ku cemas ariel" ujar bryan tepat dihadapan ariella sehingga ariella dapat mencium aroma mint keluar dari mulut bryan
"Mulai besok tugas mu hanya menemaniku kemana pun aku pergi,aku tidak mau ambil resiko membiarkan mu sendirian" ujar bryan masih dengan nada lembut.
"Tapi jadwal anda akan berantaka jika aku tidak bekerja sir"
"Besok ada sekretaris baru yang akan menggantikanmu" kata bryan membuat ariella tercengang.
"Tidakkah itu berleb..."
Cup
Bryan mengecup sekilas bibir ariella
"Tidak sama sekali ariel" kata bryan tersenyum pada ariella.
"Tapi kenapa?" tanya ariella dengan kening bekerut.
"Karena dengan sifat ceroboh mu itu membuat jantung ku berhenti berdetak"
****
__ADS_1