
Semenjak kejadian dirumah sakit dimana tania mengalami pendarahan ariella dan tania sudah mulai dekat bahkan mereka sudah menjadi teman.ariella sudah mendengar langsung semua cerita tania dari mulut tania sendiri dan ya apa yang dicerita kan oleh bryan sama persis dengan apa yang diceritakan oleh tania.ariella merasa masih beruntung karena mempunyai ayah yang sangat menyayanginya tanpa syarat walaupun tanpa ibu disisinya ayahnya bisa menjelma menjadi teman curhat yang baik bagi ariella.ariella kagum pada tania sudah ditinggal oleh orang yang dicintai dalam kondisi hamil tapi masih menjalankan kehidupannya seperti biasa.
Kembali kekejadian sekarang.ariella dan sarah ditambah dengan tania sedang menikmati capuccino di coffe bean didekat kantor.
"Kapan kau akan cuti?" tanya ariella pada tania
"Minggu depan aku resmi jadi pengangguran" jawab tania sambil menyesap capuccinonya.
"Kenapa tidak sekarang saja?lagain apakah kau tidak cemas dengan keadaan baby?"tanya sarah yang memang sudah tahu kondisi tania yang diceritakan oleh ariella yang tentunya dengan persetujuan tania.
"Mau bagaimana lagi i'm a perfesonal model" jawab tania sombong sama persis seperti bryan.
Like brother like sister,right?
"Terserah kau saja yang penting jaga kesehatan mu dan baby" nasehat ariella.
"Kami juga akan sering berkunjung ke apartemenmu membawa makanan yang sehat dan susu" lanjut ariella yang yang diangguki oleh sarah.
"Dan yang pasti agar kau tidak kesepian haahhaaha"ujar sarah disertai tawa yang memancing ariella dan tania ikut tertawa.
Setelah puas tertawa ariella melihat jam tangan nya.
"Lima menit lagi istirahat berakhir,cepat habiskan minumanmu"ujar ariella pada sarah,sarah tidak menjawab ia langsung menyesap capuccinonya dan tak lupa memakan cakenya yang hanya tinggal sekali suap.
"Ayo kembali kekantor" ajak sarah setelah capuccinonya benar-benar kandas.ariella mengangguk lalu berdiri mengemasi laptopnya yang sengaja ia bawa untuk jaga-jaga jika ada email dari client.
"Setelah ini kau akan kemana lagi?" tanya ariella pada tania sambil mengangkat tangan kanannya meminta bill.
"Aku ada pemotretan pukul dua nanti" jawab tania melirik jam tangannya.
"Baiklah kalau begitu kami pergi dulu" pamit ariella setelah meletakan uang cash diatas bill.
"Hati-hati" pesan tania
Ariella mengangguk lalu berjalan keluar meninggalkan coffe bean.
"Jangan terlalu lelah pikirkan juga baby" kata sarah
"Baiklah aunty,sekarang mending aunty lekas pergi sebelum aunty ariel benar-benar meninggalkanmu" jawab tania menirukan suara khas anak kecil
Sarah mengangguk lalu berjalan menyusul ariella
"Cari uang yang banyak aunty" teriak tania saat sarah berada tepat diambang pintu keluar coffe bean.
***
Bryan menatap ariella yang sedang fokus menatap laptopnya.bryan merasa sangat bersalah pada wanitanya sebenarnya ia tahu jika ariella banyak pertanyaan yang berkelana diotak cantik wanitanya tentang tania adik angkatnya.bahkan ketika ia meningglkan ariell diparkiran pun ariella sama sekali tidak marah atau meneriaki bryan ia malah bertanya bagaimana keadaan tania.bryan menceritakan prihal tania karena ia ingin wanitanya tidak merasa berprasanka buruk tentangnya dan juga tania adik angkatnya.ariella berjalan menuju meja bryan sambil membawa tabletnya membuat bryan tersadar dan langsung mengalihkan pandangannya kelaptopnya.
"Sir pukul tiga anda ada rapat dengan mr.louis mengenai pembangunan hotel diindonesia" ujar nya disebelah bryan.bukannya menjawab bryan menarik areilla hingga ariella terduduk dipangkuannya.
"Ingin menggodaku em?" ujar bryan mebuat ariella bingung.menggoda?
Ariella mengeleng tak mengerti membuat bryan mencium sekilas bibir ariella dengan gemas.
"Sudah ingat hm?kesalahanmu adalah memanggilku sir dan berkata formal dan itu artinya kau sedang menggodaku"kata bryan menjelaskan.
"Tapi kan ini dikantor"
__ADS_1
"Tetap saja sayang" jawab bryan lalu melumat lembut bibir ariella.tanpa ariella ia sadari mengalungkan tangannya pada leher bryan, yang membuat bryan semakin memperdalam kegiatan panas mereka.
Ariella meresa tercekat karena kehabisan nafas membuat bryan menghentika ciuman mereka.
"Kau ingin membunuhku?!" ujar areilla kesal sedangkan bryan tersenyum gemas melihat tingkah wanitanya.
"Tapi kau suka kan?" goda bryan menaik turunkan alisnya.
"Itu kegiatan baru yang menjadi favoritku"ujar ariella tersipu malu
"Sudah mulai nakal hm"kata bryan menoel gemas hitung mancung ariella.
"Aku belajar dari mu kalau kau lupa"jawab ariella membuat bryan terkekeh lalu membawa ariella kedalam pelukannya.
***
Tepat Pukul lima sore ariella menunggu bryan dicoffe bean selesai rapat dengan mr.louis.
Ariella menyesap capuccino nya perlahan ia juga memejamkan matanya menikmati rasa capuccino khas andalan coffe bean.
Ketika ariella membuka mata tepat dipintu masuk seorang wanita seusianya masuk kedalam coffe bean.
"Emely" teriak ariella sambil melamaibaikan tangannya sontak saja wanita itu menoleh kearah ariella dan berjalan menghampiri ariella.
"Haii baaimana kabarmu ariel" ujar emely memeluk areilla
"Aku baik kau bagaimana kabarmu?mentang-mentang pindah kejerman kau tak pernah mengabari aku" jawab ariella
"Aku baik,aku sibuk kau tahu la aku bekerja untuk ketiga adikku"jawab emely lalu duduk disamping areilla.
"Ah tidak aku hanya melihat-lihat saja dan ternyata bertemu denganmu disini"
Ariella mengangguk sambil menyesap capuccino nya.
"Kau kembali atau ada pekerjaan disini?"
"Tidak kedua-duanya"
"Lalu?"
"Aku ingin menemui calon tunangan ku" jawab emely tersenyum senang
Ariella sangat yakin jika emely begitu mencintai calon tunangannya.
"Benarkah?siapa namanya?"
"Namanya..."
Drtt...drt....
"Sebentar em aku angakat telpon dulu"pamit ariella yang diangguki oleh emely
"Hallo bry"
"Kau pulang saja duluan aku masih lama mungkin pukul delapan nanti selesainya"
"Baiklah"
__ADS_1
"Maafkan aku sudah membuat mu menunggu"
"Tidak apa lagian aku baru saja bertemu dengan sahabatku"
Ariella dapat mendengar bryan menghela nafas lega disebrang sana.
"Sampai bertemu nanti "
" mau dipesan kan apa untuk makan malam?"
"Apa saja terserah kau"
"Baiklah"
"Hm aku tutup"
"Iya"
"Aku mencintaimu"
"Aku juga"
Tut....
"Siapa?kekasihmu?",tanya emely ariella tidak menjawab ia hanya mengangguk
"Dari yang ku lihat kau sangat menyayanginya,right?"
"Tentu saja hanya dia yang mampu membuat jantung ku berdetak kencang dan tak terkendali"
"Selamat ya kau sudah menemukan pangeran mu"
"Trims" ujar ariella tulus
"Siapa namanya?barang kali aku kenal"tanya emely
"Namanya bryan marshwan"
"Pria yang kau sebut monkey itu kah?"
Ariella mengangguk
"Sudah ku duga dia itu memang sudah menyukaimu dari dulu hanya menunggu waktu saja dia mendapatkanmu" ujar emely tersenyum kearah ariella.
"Ah sepertinya aku sudah terlalu lama disini,aku pamit ingin menemui calon tunanganku" ujar emely ketika melihat jam sudah pukul setengan enam.
"Baikalah take care jangan lupa undang aku keacara pertunanganmu ya" jawab areilla
"Tentu kau orang pertama yang aku undang"
"Aku pergi,bye ariel see you next time"
"Ya see you"
Tak lama emely meninggalkan coffe bean areilla juga pergi meninggalkan coffe bean.
****
__ADS_1