Mengapa Harus Sahabat Ku?

Mengapa Harus Sahabat Ku?
diving.


__ADS_3

Rayan menatap hamparan air yang tenang di lautan lepas, Ia duduk sendiri termenung di tepi pantai setelah Ia meninggalkan Erika yang sudah terlelap.


kemungkinan saat ini keduanya tengah mencari keberadaan nya, Rayan bingung saat Erika merajuk dan hal itu menjadi pelajaran untuk nya ke depan, seharusnya Ia tidak membawa kedua nya hingga ia bisa fokus pada salah satunya.


Jika keadaan nya seperti ini salah satunya pasti ada yang terluka, Rayan tidak bisa meninggalkan Agis begitu saja karena ia adalah istri pertama nya, tapi Erika juga membutuhkan nya apalagi dia tengah hamil.


Rayan menghela nafas panjang dan pahami keadaan bahwa Erika mulai iri pada Agis, Ia terang terangan mengatakan cemburu dan tidak suka melihat nya bermesraan dengan Agis.


Rayan terpaku saat seseorang memeluk nya dari belakang, Rayan mengenali tangan siapa yang melingkar di pundak nya, perempuan itu kemudian mencium pipinya singkat.


"kenapa kamu ada di sini bang ?"


Tanya Agis memiringkan wajahnya lalu menatap Rayan yang membeku.


"hum, enggak Abang mau lihat matahari terbit"


jawab Rayan membuat Agis mengerucutkan bibirnya kemudian duduk di depan Rayan.


"kenapa sayang ?"


Rayan merengkuh tubuh Agis yang membelakangi nya.


"kenapa enggak ajak Agis sih bang ?"


Tanya Agis menoleh sekilas.


"Hum tadi kamu masih tidur sayang, terimakasih untuk semalam!"


ujar Rayan menyadarkan tubuh Agis pada tubuh nya, memeluk pinggang nya kemudian menyimpan wajah nya di Curug leher Agis, Istri nya itu menoleh lalu kedua bibir mereka terpaut, Rayan langsung meraup nya dengan lembut.


Erika terpaku sendiri melihat Rayan dan Agis tengah berciuman, keadaan memang sepi dan lagi lagi ia harus melihat kedua nya bermesraan.


Rasa sakit itu kembali menghantam dinding kalbu nya, Erika membalikkan tubuhnya lalu kembali ke hotel. ia terlambat datang dan Agis lebih dulu menemukan Rayan sebelum dirinya.


*


Agis memakai kan dasi pada leher Rayan, keduanya sudah kembali ke kamar hotel dan Rayan sudah bersiap untuk meeting dengan kliennya.


"Nanti Agis ke tempat diving duluan ya bang !"


"hum kamu enggak tunggu Abang sama Erika !?"


"Agis duluan deh udah enggak sabar !" jawab Agis mengulum senyuman, pagi tadi terasa begitu indah dengan kedekatan mereka berdua di pantai.


"Kamu tunggu Abang aja sayang, kita pergi naik kapal nanti !" jawab Rayan senyum memperhatikan wajah Agis yang memerah.


Gegas Rayan meraih pinggang nya lalu kembali meraup bibir nya yang berwarna merah muda.


"kamu tidak boleh pergi sendiri ?!"


ujar Rayan setelah melepaskan bibirnya dari bibir Agis.


"baiklah...!"


jawab Agis dengan nafas tersengal membiarkan Rayan memeluk nya erat sambil menciumi pipi nya, Agis memang selalu menuruti perintah dari Rayan dan ia khawatir kalau Agis pergi sendiri.


Erika menunggu Rayan di restoran bersama Andi, ia memperhatikan Erika yang terlihat murung karena Rayan lebih banyak menghabiskan waktu nya dengan Agis.


"Ayo berangkat sekarang....!"

__ADS_1


Ajak Rayan saat tiba di hadapan mereka lalu melangkah keluar dari restoran.


Erika semakin kecewa karena Rayan acuh pada nya, tak sedikitpun ia menoleh.


......................


Siang...


Rayan memperhatikan Erika yang sejak tadi diam, istri nya itu bahkan bersikap dingin padanya dan seperti nya Erika marah.


"sayang, kamu kenapa ?!"


Tanya Rayan duduk di samping Erika.


"Harus nya aku kayak gimana ? bukan nya aku harus ngalah dan enggak boleh menuntut apapun dari kamu ?" jawab Erika membuat Rayan membeku.


"Ya, aku ngerti perasaan kamu Erika, tapi kita kan udah sepakat untuk merahasiakan hubungan kita ?"


"ya, tapi kenapa harus Agis yang selalu kamu utamakan? sementara aku jelas jelas bisa kasih kamu anak terabaikan begitu saja!"


Rayan tertegun sejenak lalu merengkuh tubuh Erika, sementara Andi sudah keluar karena suatu urusan.


"Sekarang ayo kita pergi naik kapal bersama Agis, dia ingin diving?"


Erika kembali terdiam, lagi lagi Agis yang menjadi alasan, untuk apa pergi jika untuk makan hati ?


"aku tidak mau bang kita ke kamar hotel saja!"


Pinta Erika membuat Rayan tertegun sejenak.


"bilang pada Agis untuk pergi lebih dulu dan kita akan menyusul nya ke tempat diving nanti."


"Baiklah...!"


Ujar Rayan pasrah saat Erika mulai menyentuh area sensitifnya, Ia langsung mengirim pesan pada Agis untuk pergi lebih dulu.


......................


Agis termangu membaca pesan dari Rayan, tadi pagi ia bersikukuh agar ia menunggu nya dan sekarang tiba tiba Rayan menyuruh nya untuk pergi lebih dulu.


Agis tak memikirkan pesan dari Rayan, ia langsung pergi ke tempat diving.


*


*


Seorang pemandu diving mengajak beberapa orang naik ke kapal, ada sepuluh orang yang ikut serta dalam kegiatan diving siang itu.


"Mbak Agis ini peralatan diving nya dan silahkan segera pakai!"


Titah seorang wanita memberikan perlengkapan diving nya.


Agis mengangguk kemudian bergegas mengganti pakaian nya dengan pakaian selam, Agis berdiri bersama mereka mendengar kan pemandu berbicara.


Tabung gas sudah terpasang di punggung masing masing dan mereka sudah bersiap menggunakan sepatu katak.


byur...


Semua peserta diving mulai menceburkan diri ke laut termasuk Agis, ia menganga terkesima dengan pemandangan laut yang begitu indah, hijau dan jernih serta terumbu karang yang begitu bagus.

__ADS_1


Agis melebar kan netra nya senang melihat keindahan alam bawah laut Brunei Darussalam, ikan ikan yang cantik dan beragam jenisnya.


Sementara suami nya tengah menyelam lautan hasrat bersama Erika, siang yang panas semakin panas karena aktivitas percintaan kedua nya. Erika terus mendekap Rayan, Ia tidak akan melepaskannya dan membuat Rayan melupakan Agis yang tengah diving.


Agis menyisir laut Brunei bersama penyelam yang lain nya, Agis memotret aktivitas nya dan mengirim kan nya pada Rayan.


Berharap Rayan cepat menyusul nya ke laut, namun Agis terperangah saat melihat cuaca panas tiba tiba berubah menjadi gelap, dsn awan gelap menyingkirkan terik nya panas mentari.


Beberapa penyelam yang lain nya bergegas naik ke atas kapal karena khawatir badai besar melanda.


Agis menggerakkan kakinya untuk naik ke atas namun tidak bisa, Agis tercengang saat mengetahui kaki nya terjerat tumbuhan laut seperti rumput laut.


"hum.....!"


Agis berusaha melepaskan kaki nya dari jerat rumput tersebut, namun tidak bisa karena rumput tersebut melilit kaki nya, dan tiba-tiba seorang penyelam datang membantu nya, keadaan sudah gelap dan air mulai tidak tenang.


"tolong....!"


dalam hati Agis meronta dan pria itu mencoba melepaskan lilitan tersebut.


pemandu diving ikut panik dan segera melajukan kapal nya menuju daratan karena cuaca buruk, mereka tidak sadar sudah meninggal kan seseorang yang masih berada di bawah laut.


Rayan terperangah melihat cuaca panas seketika berubah mendung, kedua nya baru saja menyelesaikan aktivitas bercinta nya.


"Astaga, Agis di laut !"


ujar Rayan teringat dengan istri nya yang tengah diving, terlihat ada badai ombak di lautan bergegas ia memakai pakaian lalu beranjak meninggalkan Erika yang mematung sendiri di ranjang.


Di situ tergambar dengan jelas raut cemas Rayan pada Agis yang kini berada di lautan.


**


Agis terkesiap saat ombak besar tiba tiba menghantam tubuh kedua nya, Agis terhempas ke tengah namun dengan cepat pria itu menarik pinggang nya dan membawanya sekuat tenaga untuk berpegang pada karang yang berada di tengah tak jauh dari mereka.


Agis mencengkram karang berpegangan erat agar ia tidak terhempas ke tengah lautan, Agis tidak tahu siapa orang sudah menolong nya.


"Ah....!"


jerit Agis saat ombak menghantam mereka dan membawa nya ke daratan.


Gegas orang itu beranjak dan menarik tubuh Agis agar tidak kembali terbawa ombak ke tengah, Agis berpegang pada tangan pria itu saat ombak kembali menerjang, dan beruntung keduanya berhasil menepi ke arah pantai, hujan serta angin membuat keadaan begitu mencekam.


Agis tertegun melihat keadaan sekitar dan seperti nya ia terdampar bersama orang itu, keduanya terperangah saat sama sama membuka alat pernapasan yang menghalangi wajah mereka berdua.


"Kamu? kenapa bisa ada disini ?"


Tanya pria itu membuat Agis membeku sejenak.


bersambung.


Siapa ya yang menolong Agis ?🤭🤭🤭


terimakasih yang sudah mampir, love pokoknya untuk para reader setia author.


*


**


***

__ADS_1


__ADS_2