
Berbeda dengan Agis dan Ibra, Saat ini Erika tengah mendengar kan seorang ustadzah memberi pencerahan tentang kehidupan.
Erika kian menyesali perbuatannya yang sudah menyakiti Agis dan juga Rayan, seharusnya ia mendengar kan nasihat sang ibu, Namun ia berkeras hati dan berperilaku semau nya hingga berimbas buruk terhadap kehidupan nya sendiri.
Erika menitikkan air mata nya mengingat sang ibu yang telah pergi dan ia tidak akan pernah bisa berjumpa dengan ibunya lagi.
Rasa rindu begitu terasa menyakitkan karena rindu itu tak berujung.
Erika menunduk lalu terisak mengingat Noval. Erika yakin Rayan tidak akan mengakui nya sebagai ibu Noval karena ia seorang napi.
seorang teman menepuk pundak Erika, ia mendengar Erika menangis.
"Sudah ka! jangan menangis lagi, tugas kita kedepannya adalah memperbaiki diri !"
Ujar Susi.
Ia di penjara karena menjual barang haram dan semua terjadi karena keadaan yang begitu mendesak.
"Aku rindu keluarga ku sus !"
"Ya aku paham Erika, tapi kau tahu tidak ?"
Erika mendongak.
"Aku mendukung tindakan mu membunuh pria gila itu, sebab seperti nya sudah banyak yang menjadi korban nya. terbukti dengan beberapa video syur nya. bukan cuma sama kamu dia seperti itu dan menurut ku dia itu penjahat kelamin. kalau pria itu tidak mati mungkin akan ada perempuan lain yang menjadi korban nya"
Ujar Susi membuat Erika menelan Saliva nya, penjahat kelamin ?
bisa saja kan kalau arsen terkena penyakit kelamin dan mungkin saja hal itu menular pada nya.
Erika menghela nafas dan takut jika keadaan itu menimpanya, sungguh ia ingin bertaubat atas segala kesalahan dan dosa dosa nya.
"kamu kenapa Erika ?"
Tanya Susi memindai wajah Erika yang langsung memucat.
"Enggak, aku takut kena virus sus !"
Jawab Erika dengan jujur akan ketakutan nya itu.
"Oh ya aku paham kekhawatiran Kamu, secepatnya kamu bicara dengan keluarga mu untuk memeriksa keadaan kamu Erika !"
Keluarga ?
Ia sudah tidak punya siapa siapa lagi, kedua orangtuanya sudah meninggal dan adiknya tidak akan bisa membantu nya sebab kehidupan nya juga bergantung pada orang lain.
sahabat satu satu nya sudah enggan lagi melirik nya, semua terjadi juga karena kesalahan nya.
"Erika ada yang menjenguk mu !"
ujar penjaga lapas memanggil Erika.
__ADS_1
Ia langsung beranjak menghampiri penjaga lapas tersebut.
"siapa Pak ?"
Tanya Erika.
"Adik kamu Yuna !"
Jawab penjaga tersebut lalu mengajak Erika ke ruangan khusus penjenguk.
"Kak Erika ?!"
Ujar Yuna lalu memeluk Erika yang langsung terisak.
"Kamu kemari dengan siapa Yuna ?"
Tanya Erika memangku wajah adik nya.
"Dengan bang Amir kak, tapi dia enggak ikut masuk ! bang Amir menunggu di depan dengan istri nya !"
Jawab Yuna membuat Erika tertegun mendengar hal itu.
"Yuna tinggal dengan bang Amir, kak !"
sambung Yuna kian membuat Erika tertegun. ia tidak menyangka kalau Amir peduli pada adik nya, padahal apa yang sudah ia perbuat sangat keterlaluan, tapi Amir tidak benci dan tetap ia berbuat baik pada adiknya.
"Yuna bawa banyak makanan untuk kakak, semua ini dari kak Agis kak !"
tambah Yuna menceritakan tentang Agis yang memberikan nya ATM untuk keperluan sekolah dan yang lain nya.
Yuna bercerita banyak hal tentang Agis yang baru pulang dari umrah, Yuna mengatakan bahwa Agis mendoakan agar Erika bisa mendapatkan hidayah Nya.
Tangis Erika pecah mendengar cerita Yuna tentang dua orang yang sudah ia hancurkan, namun tetap peduli pada nya.
Erika benar-benar malu dan menyesali perbuatannya itu, keadaan itu semakin menyadarkan Erika bahwa selama ini ia sudah menyia-nyiakan orang yang menyayangi nya dengan tulus.
"Kak sudah jangan menangis lagi, ini dari kak Agis untuk kakak !?"
Ujar Yuna menyodorkan sebuah paper bag berisi mukena berwarna putih, Agis memang sengaja membeli mukena cantik itu untuk Erika, berharap Erika mau memperbaiki ibadah nya.
"Astaga Yuna, kakak benar benar malu !"
ujar Erika, entah terbuat dari apa hati Agis hingga ia masih saja peduli pada nya setelah Ia menyakiti nya dengan tega.
"Sudah kak, jadikan waktu ini kesempatan untuk memperbaiki diri, Yuna akan pulang setelah lulus sekolah nanti dan tinggal bersama nenek di bandung !"
Ujar Yuna memberi tahu tentang rencana hidup nya.
"Yuna minta maaf kalau nanti enggak bisa jenguk kakak di sini, dan Yuna akan menunggu kakak pulang !"
sepuluh tahun adalah waktu yang tidak sebentar, apakah umur nya akan sampai pada masa itu atau ia akan berakhir di penjara dengan status jenazah.
__ADS_1
"Yuna doa kan kakak ya, semoga kakak masih memiliki kesempatan untuk membahagiakan kamu nanti !"
harap Erika mengingat kembali apa yang di katakan oleh Susi, bagaimana jika ia terkena virus itu ?
"Ya kak, Yuna akan menunggu kakak pulang !"
jawab Yuna lalu memeluk kakaknya Itu.
Agis dan Amir tetap baik pada nya walaupun ia sudah menciptakan luka, hati mereka begitu mulia hingga tak sedikit pun mereka membenci apa lagi menyimpan dendam.
Sebenarnya hidup nya beruntung jika ia pandai bersyukur, namun ia terlalu tamak hingga kesengsaraan yang kini harus ia nikmati.
"Kak jangan sedih lagi ya, kakak harus tetap semangat dan berusaha untuk lebih baik. Yuna yakin banyak kesempatan kalau kita mau bersungguh sungguh dalam menanam kebaikan !"
Ujar Yuna menghapus air mata Erika.
kebahagiaan yang hakiki bukan di dapatkan dari merebut kebahagiaan orang lain, semua sudah memiliki porsi nya masing masing dan apa yang menjadi takdir Allah tidak akan tertukar.
Usai itu Yuna pamit pulang karena jam besuk sudah habis.
Erika kembali masuk ke dalam membawa barang bawaan dari Yuna.
tidak menyangka kalau Agis dan Amir begitu baik pada Yuna.
"Terimakasih Agis ! aku sungguh menyesal karena sudah menghancurkan persahabatan kita !"
batin Erika lalu kembali bergabung dengan penghuni lapas lain nya.
Adzan Dzuhur berkumandang, Erika beranjak dari duduknya membawa paper bag pemberian dari Agis.
Erika menatap mukena berwarna putih itu, bahan nya begitu lembut dan wangi. Erika tahu kalau mukena itu pasti mahal. Yuna mengatakan ia juga mendapat kan oleh oleh dress cantik dari Agis.
Dulu juga Agis selalu mengingatkan nya untuk beribadah, Ia selalu membawa mukena kemana pun Agis pergi.
Namun Erika terkadang mengabaikan ajakan Agis untuk beribadah.
"jangan dengarkan mereka yang mengatakan percuma sholat kalau masih suka berbuat salah !"
Ucap Agis kala itu.
"Kita hanya manusia biasa yang tidak lepas dari dosa, dan tugas kita hanya beribadah. biarkan Tuhan yang menilai ! kita tidak perduli merisaukan penilaian orang tentang diri kita, fokus saja memperbaiki diri !"
*
**
***
bersambung...
Terima kasih yang masih setia
__ADS_1
😍😍
jangan lupa like dan berkomentar ya,👍👍😍