
Ibra dan Agis berjalan beriringan di sebuah mall yang berada dipusat kota Berlin, Ibra membeli beberapa pakaian untuk si kembar dan sang ibu.
Agis juga memilih kan pakaian untuk bibi dan paman serta adik nya, tak lupa Agis membeli hadiah untuk Salma.
Agis tersenyum kecil melihat gaun malam yang begitu indah, seperti nya cocok untuk Salma.
Agis terkekeh dalam hati saat melihat sebuah lingerie seksi, Agis pikir ingin membeli nya satu untuk menyenangkan Ibra, selama ini Ibra sudah memberikan yang terbaik untuk nya,dan tidak ada salah nya jika ia membalas kebaikan Ibra dengan memberikan pelayanan terbaik.
"Sayang kamu sudah selesai belum ?"
Tanya Ibra memilih kan tas untuk adiknya.
"Sudah Mas!"
jawab Agis menghampiri Ibra setelah membungkus beberapa belanjaan.
"kalau sudah kita langsung pulang saja, kita kan harus bersiap untuk pergi makan malam di rumah renan.
"Ya bang ! ayo!"
jawab Agis lalu Ibra membayar semua belanjaan.
Kedua nya langsung kembali ke apartemen, waktu menunjukkan pukul lima sore, gegas kedua nya menunaikan shalat ashar.
Tak terasa waktu berjalan cepat, kedua nya asik memilih oleh oleh untuk mereka yang di rumah.
"Langsung mandi saja, setelah sholat Maghrib kita berangkat ke rumah renan !"
Ujar Ibra mengajak Agis ke kamar.
"Abang duluan ya pengen ke toilet dulu !"
Agis mengangguk lalu menyiapkan pakaian untuk Ibra.
Adzan Maghrib berkumandang, Agis dan Ibra menunaikan shalat Maghrib berjamaah.
Setelah selesai kedua nya bersiap siap untuk pergi ke rumah renan.
Agis tampil cantik dengan dress berwarna merah muda bercorak Awan.
Lagi lagi Ibra tertegun melihat betapa cantik istri nya itu, Ibra tidak peduli dengan bagaimana Agis terhadap nya, Ibra yakin Agis paham harus bersikap seperti apa terhadap cinta nya yang tulus.
"Siap berangkat ?"
Agis mengangguk lalu menggandeng tangan Ibra keluar dari apartemen.
"Abang akan berikan Renan hadiah karena dia sudah banyak membantu kita !"
Ujar Ibra lalu melajukan mobilnya, bukan hanya apartemen yang Renan pinjam kan secara cuma cuma, tapi mobil yang membawa mereka ke sana kemari juga milik sahabat nya itu.
*
Satu jam berlalu Agis dan Ibra sampai di rumah Renan yang besar dan megah.
Humaira melebar kan matanya saat melihat Agis sudah bisa berjalan.
__ADS_1
"Masya Allah Agis !"
Ujar Humaira meraih tangan Agis.
"Kamu udah sembuh ?"
Tanya Humaira seakan tidak percaya dengan apa yang ia lihat, Renan tidak cerita apa apa pada Humaira dan hanya mengatakan bahwa Agis dan Ibra akan datang untuk makan malam bersama.
"Alhamdulillah kak, Agis sudah bisa jalan lagi !"
Humaira mengangguk lalu memeluk Agis.
"Ya, aku tidak menyangka dan tentunya ikut senang Agis ! ayo kita langsung makan saja !"
Ajak Humaira menarik tangan Agis, Ibra dan Renan mengikuti mereka masuk kedalam.
"Anak anak kemana ?"
Tanya Ibra memindai sekeliling tempat itu.
Renan dan Humaira sudah memiliki dua orang anak laki-laki, Usia nya ada yang tujuh tahun dan empat tahun.
"Mereka pergi dengan Om nya dan belum kembali, Seperti nya mereka pergi ke taman bermain !"
Ujar Renan lalu duduk bersama mereka.
"Jadi besok rencananya mau pulang ?"
Tanya Humaira membuka obrolan.
"Ya, kak....kita mau kasih kejutan juga untuk orang rumah !"
"Oh seperti itu, aku rasa mereka akan kaget dan tentunya senang dengan kesembuhan kamu gis !"
Ucap Humaira masih ingat saat pertama kali bertemu dengan Agis.
Agis berkonsultasi dengan nya perihal permasalahan yang terjadi dengan hidup nya, Humaira kasihan mendengar cerita tentang Suami dan Sahabatnya yang berselingkuh.
Agis menangis dan mengatakan bahwa ia masih tidak menyangka jika Rayan melakukan hal itu, Humaira terus memberikan pemahaman kepada Agis agar ia sabar dan menerima dengan ikhlas, kalau tidak maka hal itu akan berimbas pada kesehatan tubuh nya yang terus drop.
perlahan sedikit demi sedikit Agis mulai membaik dan itu juga berkat dukungan dari Ibra suami nya.
Salut sih dengan Ibra yang mau menjadi rumah singgah untuk Agis, padahal hatinya belum sepenuhnya pulih dan selesai dengan Mantan suami nya, Tapi seperti nya sekarang Agis sudah benar benar mengakhiri perasaan nya pada Rayan.
Humaira ikut senang melihat kebahagiaan mereka berdua, ternyata perjuangan Ibra tidak sia sia.
Mencintai seseorang yang masih terikat masa suram bukan hal mudah, tapi saat ini badai sudah berlalu dan cuaca cerah yang menaungi kedua nya.
Setelah makan mereka ngobrol bersama di ruang keluarga, tak lama kedua anak Renan datang bersama Om nya.
"Hai, Gavin dan Al...!"
Ujar Humaira memeluk kedua nya.
"Nih udah punya dua cowok, berharap Nanti bisa besanan ya sama Lo !"
__ADS_1
Ujar renan terkekeh mengingat Ibra yang memiliki dua putri.
"Hah dasar Lo, enggak mau gue punya besan kayak Lo..!"
Jawab Ibra dan membuat mereka ikut terkekeh kecil.
Setelah puas berbincang dan bercanda Ibra memberikan hadiah untuk Renan dan Humaira.
"Nih buat Lo berdua !"
Ujar Ibra memberikan dua tiket pesawat penerbangan ke Swiss. "gue juga udah booking hotel untuk kalian berdua selama tiga hari di sana !"
Ujar Ibra menyuruh mereka untuk berlibur, sebab mereka selalu sibuk dan jarang sekali berlibur.
"Nah gitu dong bra, tahu aja Lo kalau gue lagi progam anak ketiga !"
Jawab Renan membuat Agis dan Humaira tertawa kecil.
"Terima kasih Ibra !"
Ucap Humaira menggenggam tangan Agis.
"Semoga kalian juga cepat dapat momongan ya !"
Ujar Humaira mendoakan kebaikan untuk rumah tangga mereka, Anak memang tidak menjadi jaminan langgeng nya suatu hubungan. Namun keberadaan mereka dapat menambah warna dan keceriaan di dalam rumah, Anak adalah investasi dunia dan akhirat.
Setelah nya Ibra dan Agis pamit pulang, malam juga sudah larut. Kedua nya beranjak meninggalkan rumah itu.
"Kita langsung pulang atau ke Main ke Brandenburg Gate?"
Tanya Ibra saat hendak melaju kan mobil nya.
mereka sering sekali datang ke Brandenburg atau Gerbang Brandenburg adalah salah satu daya tarik Berlin.
Dan Tempat itu sangat indah pada malam hari, pernah beberapa kali Ibra mengajak Agis ke gerbang itu.
"Kita langsung pulang aja Mas, udah malam juga !"
Jawab Agis dan di anggukan oleh Ibra.
"Kamu capek ya sayang ?"
Tanya Ibra di sela perjalanan mereka menuju apartemen.
"enggak sih, tapi kalau main dulu ke gerbang Brandenburg seperti nya begitu ?"
Jawab Agis mengulas senyum ke arah Ibra, jalanan kota Berlin cukup ramai dan ini adalah malam terakhir mereka di kota itu.
Ibra senang bisa menghabiskan waktu bersama Agis di kota yang penuh sejarah itu, Tapi walau bagaimanapun Indonesia tetap menjadi yang terindah untuk mereka berdua.
*
*
***
__ADS_1
bersambung..
Happy reading, terimakasih yang sudah mampir 😍😍😍