
Ibra langsung menghampiri Renan yang keluar dari ruang penanganan pasien, Dan Renan mengajak Ibra berbicara berdua di ruangan nya sementara suster memindahkan Agis ke ruang perawatan.
"Gimana Ren keadaan istri gue !"
Tanya Ibra duduk di hadapan Renan, Dokter tampan itu merupakan dokter spesialis penyakit dalam dan tulang.
"Udah gue periksa keseluruhan dan....!"
Renan menghentikan ucapan memindai wajah Ibra yang penasaran.
"dan apa ? kenapa bicara Lo enggak tuntas gitu sih ?"
Tanya Ibra menghela nafas panjang.
"Kemungkinan kecil untuk bisa berjalan lagi, tapi Lo harus tetap optimis!"
Ujar Renan menyayangkan keadaan itu, namun ia akan tetap mengusahakan agar Agis bisa berjalan lagi.
Sedangkan Ibra terdiam mencerna ucapan sahabat nya itu.
"Kita akan tetap melakukan pengobatan dan terapi secara rutin, Lo jangan lemas kayak gitu dan jangan bilang hal ini ke agis. gue khawatir dia enggak mau ikut terapi !"
cakap Renan menepuk pundak Ibra dan memberi kan hasil pemeriksaan nya.
"Oh ya, satu lagi bra. Apa sebelumnya Agis punya penyakit asma dan sering sesak seperti itu ?"
Tanya Renan lalu Ibra menceritakan permasalahan yang dialami oleh Agis, tentang Rayan dan sahabat yang sudah mengkhianati nya.
"Astaga kasihan sekali ! jadi gue rasa kesehatan mentalnya sedikit terganggu dan hal itu berdampak pada kesehatan tubuh nya, jadi kalau bisa jangan sampai dia mengingat masa menyakitkan itu, apa lagi bertemu langsung dengan mantan suami nya, gue rasa lebih baik untuk menghindari keadaan itu !"
Ujar Renan membuat Ibra tertegun.
"Lo jangan berpikir kalau Agis sekuat itu, dan apa yang terjadi menghantam mental nya habis habisan dan gue rasa kejadian itu membuat ia trauma, Lo nikah sama dia karena apa bra ? seperti nya dia masih mencintai mantan suami nya ! sorry bro !"
Ibra mengangguk pahami apa yang renan tuturkan.
"Ya, gue tahu itu, dan itu enggak masalah buat gue karena gue sayang sama dia !"
Jawab Ibra menelisik ke dalam sanubari nya.
"Gue kasihan dan merasa sakit saat Mantan suami nya menyakiti Agis depan gue langsung !"
__ADS_1
Sambung Ibra mengingat kejadian saat di depan kantor suci dimana Rayan meninggal kan Agis begitu saja.
Ibra menceritakan semua nya pada Renan, jiwanya terasa sakit karena mengetahui bahwa Agis terluka parah.
"Gue salut sama Lo bra, Lo mau jadi rumah singgah untuk Agis !"
ucap renan prihatin dengan apa yang terjadi pada perempuan itu.
"Gila juga ya mereka enggak mikir dulu gitu mau berbuat hal itu ?"
ujar dokter Renan pada Rayan dan Erika.
"Ya, itu yang membuat Agis hancur. Mantan suami nya itu main gila sama sahabat yang begitu ia sayang, dan sahabat nya juga gila, suami sahabat sendiri di embat juga !"
Jawab Ibra lalu beranjak dari duduknya ingin segera menemui Agis.
"pokoknya untuk sekarang yang pertama adalah Lo kasih dia suport, dan bilang sama Agis kalau dia pasti jalan lagi ! Hum, nanti gue kenalin deh sama dokter psikolog, Biar nanti kamu ajak Agis untuk sharing, karena yang terpenting itu kesehatan mental nya dulu, karena tubuh kita akan merespon apa yang ada dalam pikiran kita !"
Ibra mengangguk.
"Ada yang enggak bisa sembuh karena pikiran nya terus terganggu, lepas kan dan ikhlas kan apa yang terjadi gitu aja.
untuk sementara waktu Agis di rawat dulu untuk beberapa hari, dan selanjutnya Kalian nanti tinggal di apartemen ku saja !"
Renan yakin kalau Ibra bukan sekedar sayang, tapi ada cinta yang belum ia sadari. Padahal menyatu dalam setiap hembusan nafasnya.
"Ya udah nanti gue akan lanjutkan pemeriksaan ! Lo temani Agis di ruang perawatan !"
Ibra mengangguk lalu pergi meninggalkan Renan di ruangan nya.
Saat di belokan Ibra berpapasan dengan Rayan, lagi lagi Ibra harus bertemu dengan Rayan.
"Bra gimana keadaan Agis ?"
Tanya Rayan membuat Ibra menatapnya dengan nanar.
"Gue saranin jangan pernah muncul di hadapan gue dan Agis, apa yang Agis derita saat ini karena ulah Lo dan Erika !"
Ujar Ibra menghentikan langkah Erika yang hendak keluar dari ruangan.
"Lo pikir apa yang udah Lo lakuin hal sepele, asal Lo tahu kalian berdua itu berhasil merusak mental Agis, Gue enggak menduga kalau kalian berdua Setega itu sama Agis, padahal kalian sangat berarti untuk Agis, tapi tanpa pikir panjang Lo hancurkan semua itu. dan gue akan bikin Lo menyesal karena udah nyakitin Agis!"
__ADS_1
Cakap Ibra panjang membuat Rayan terpaku lalu mengejar Ibrahim.
"tunggu dulu bra, demi tuhan gue nyesel dan merasa berdosa !"
Jawab Rayan dengan sungguh-sungguh.
"Ya tapi semua terlambat, Lo hantam keras Agis dengan rasa sakit yang mendalam ! Lo pikir Agis sekuat apa ?"
Ibra semakin jengah lalu pergi meninggalkan Rayan yang mematung sendiri.
*
"Ya, tapi kenapa harus sahabat aku bang? kenapa kamu tega melakukan hal itu dengan Erika ?"
Rayan tertegun mengingat penuturan Agis sebelum kecelakaan itu terjadi.
"kalau kamu bilang sama aku, aku sendiri yang akan mencari kan perempuan untuk kamu jadikan istri pengganti aku, bukan Erika ? kamu tahu kan bang, gimana aku sama Erika ? kamu bukan hanya menghancurkan rumah tangga kita tapi kamu juga merusak persahabatan yang sudah terjaga sekian lama !"
Rayan menundukkan kepalanya duduk di kursi tunggu, air mata nya jatuh begitu saja.
kenapa ia begitu bodoh dan terpengaruh oleh omongan dokter sialan itu.
Dan agis menderita karena kebodohannya sendiri, Lalu apa yang ia dapatkan ? kebahagiaan ? tidak, kebimbangan serta kesedihan yang mendalam karena kehilangan cinta yang selama ini menjadi semangat hidup nya.
Erika tak jadi keluar dari ruang perawatan, ia pun termenung sendiri mengingat kondisi Agis, semua terjadi karena ulahnya.
"Agis kurang baik apa sama kamu? dengan keluarga kita ? ibu enggak nyangka bisa bisa nya kamu jadi pengkhianat !"
Ucapan Amina terngiang-ngiang di telinga membuat nyeri, namun semua sudah terlanjur terjadi dan ia tidak akan bisa memutar waktu untuk kembali pada masa dimana ia dan Agis masih baik baik saja.
Erika menatap Noval yang sudah terlelap, besok pagi rencana operasi nya, dan entah bagaimana keadaan Agis sekarang.
Ibra seperti nya marah sekali pada Ia dan Rayan?
Erika kembali angkuh dan tidak mau memikirkan hal itu lagi sebab semua terjadi juga karena rekayasa Devita, biang permasalahan tersebut awalnya dari Devita, sejak awal juga hubungan Agis dan Rayan tidak di restui oleh Devita, dan dampak nya ia malah terbawa arus permasalahan itu.
*
**
***
__ADS_1
bersambung.
terima kasih sudah mampir 😍😍😍