
Satu tahun berlalu...
Pagi ini Agis terkesima melihat pemandangan indah menyejukkan kalbu, dimana anak anak nya tengah duduk di hadapan sang ayah atau suami nya yang tengah mengaji, melantukan ayat suci Alquran.
Ridwan yang kini sudah berusia satu tahun duduk nyaman bersama kedua kakaknya.
Agis begitu bersyukur memiliki ketiga anak yang baik dan Sholeh Sholehah.
Si kembar kini berusia tiga tahun, sedikit demi sedikit Ibra mengenal kan nya dengan huruf Hijaiyah.
Keduanya antusias dan gemar Corat coret, persis sang ayah yang merupakan seorang arsitek ternama.
Ibra sibuk dengan segala urusan pekerjaan nya, namun tetap keluarga menjadi prioritas utama bagi nya.
Memperhatikan istri dan anak anak nya setiap saat, mengingat istri nya untuk beribadah.
"Mami...!"
Seru Ridwan beranjak dari duduknya menghampiri Agis yang berdiri di ambang pintu Mushola.
Si kecil sudah bisa berjalan di usia sebelas bulan. Agis cukup kewalahan karena Ridwan begitu aktif.
Mami dan Daddy adalah kata yang pertama kali ia ucapkan.
Ibra menoleh pada perempuan cantik yang menggunakan hijab instan berwarna Salem.
Cantik dan selalu membuat nya terpikat.
"kemari sayang, kenapa kamu hanyalah berdiri di situ !"
Agis mengulas senyum lalu melangkah bersama Ridwan.
Agis duduk di samping si kembar yang langsung menciumi pipi nya.
Mereka begitu erat dengan Agis, bahkan kemana mana harus bersama Agis.
Kesibukan Agis kini hanya mengurus ketiga anak nya di bantu oleh dua baby sitter.
Beberapa kali mendapatkan tawaran manggung, namun tak jarang Agis menerima nya terkecuali Ibra mengizinkan. Suami nya juga sibuk dan Agis selalu mencoba memahami keadaan itu.
"kakak, dengar kan Daddy !"
keduanya mengangguk,Agis hanya mengulas senyum sambil memangku putranya.
"Daddy dan mami mau pergi !"
"kemana ?"
Tanya kedua langsung memberikan respon.
"Ke Swiss."
"Untuk apa Dady ?"
"Kita pergi mau kasih kalian adik lagi ?"
Agis melebarkan matanya sambil menganga, Ibra malah terkekeh melihat ekspresi wajah Agis.
Lekas ia menghampiri lalu memeluk tubuh istri nya berserta ketiga anak nya.
__ADS_1
"Apa sih kamu mas ?"
Tanya Agis sambil terkekeh kecil.
"Kita pergi berlibur sayang !"
Jawab nya sambil memeluk Agis dari belakang.
"Kita enggak ajak anak anak ?"
"Enggak, mami Reni mau datang dan ajak si kembar liburan ke Bandung !"
Agis langsung menoleh ke arah si kembar yang tampak berpikir.
"Gimana kalian mau enggak ?"
"Mau Mi... enggak apa apa kalau Dady sama Mami mau pergi liburan."
Agis tertegun mendengar jawaban dari si kembar.
"Kalian serius ?"
keduanya mengangguk sambil mengulum senyum.
"Masya Allah kalian Ini..."
Agis tak menyangka kedua nya begitu pintar.
"Ayo sekarang kita sarapan dulu yuk !"
Mereka mengangguk lalu beranjak bersama dari musholla keluarga.
"Kamu serius mau ajak aku pergi ke Swiss mas ?"
"enggak....!"
jawab Ibra lalu terkekeh melihat ekspresi wajah Agis yang langsung terperangah.
"Enggak bercanda sayang. Kita pergi weekend ini !"
Jawab Ibra lalu merangkul pundak Agis.
Setahun ini Agis tidak mengikuti program KB, Keduanya justru berpikir untuk menambah momongan.
Ibra hendak mengajak Agis pergi honeymoon ke Swiss, Rosa mengatakan untuk pergi berdua saja. Dan biarkan Ridwan bersama nya. Kebetulan Reni juga mau mengajak si kembar pergi berlibur.
Weekend..
Siang ini Ibra dan Agis berencana untuk pergi ke Swiss seperti rencana sebelum nya.
Pagi ini mami Reni sudah berada di kediaman Ibra untuk menjemput si kembar.
"Mami sudah siapkan semua keperluan kalian, dan jangan lupa nanti hubungi mami ya !"
Ucap Agis berjongkok di hadapan si kembar, keduanya langsung memeluk Agis.
Kedua nya lalu beranjak meraih tangan Reni.
"pergi liburan Sama Oma ya !"
__ADS_1
kedua nya mengangguk lalu menoleh ke arah Ibra.
Ibra menghampiri lalu memeluk kedua nya.
"Baik baik ya sama Oma, nanti Daddy telpon !"
Kedua nya menganggukkan kepalanya lalu mendekap erat tubuh Ibra.
"Ayo sayang !"
Ajak Reni lalu kedua nya berlari masuk ke dalam mobil. Ibra tetap menyertakan kedua baby sitter mereka.
"Hati hati ya !"
Sahut Agis melambaikan tangan nya ke arah mobil yang membawa kedua nya pergi.
Ridwan sendiri bersama dalam pangkuan Rosa.
"Kasihan Mama Reni karena hanya memiliki satu anak yaitu Azizah. Kemungkinan si kembar akan jadi pewaris keluarga Rendra !"
Cakap Rosa sambil menggendong cucu nya.
"Ya kasihan mama Reni seperti kesepian."
"Ya, ibu bersyukur karena si kembar mau pergi dengan Oma nya !"
Agis mengangguk.
"Ya sudah kalian bersiap untuk pergi!"
Ucap Rosa lalu keduanya masuk ke dalam tubuh kamar.
Ibra masuk ke dalam kamar lalu memeluk Agis dari belakang.
"Kita pergi honeymoon ya !"
Agis mengangguk lalu membalikkan tubuhnya kemudian mendekap erat tubuh Ibra.
Setiap hembusan nafas tak henti mengucap syukur atas segala nikmat bahagia yang Tuhan curahkan tanpa henti.
...****************...
Hai para reader yang baik hati.
Terimakasih yang sudah mampir dan masih mengikuti.
Author kasih ekstra part nya sepuluh episode ya, jadi saya tinggal satu lagi.
🤭🤭😍😍😍
Terimakasih yang sudah mendukung dan boleh ya mampir ke novel author yang baru.
Masih sepi nih, ramaikan ya para reader 😍😍😍
Ikuti cerita Fatih dan Alexa yuk.😍😍😍
Ada satu lagi 🤭🤭🤭
__ADS_1
ayo mampir yuk 😍😍