
beberapa hari berlalu hingga kini keadaan Erika semakin membaik pasca operasi di kepala nya.
Yuna begitu telaten dan sabar mengurusi kakak nya itu.
Meski Ibra membiayai pengobatan Erika, namun ia tidak mengizinkan Istri nya itu untuk menjenguk Erika di rumah sakit.
Arul sudah mengatakan bahwa Ibra dan Agis akan membiayai sekolah Yuna hingga SMA.
besok mereka berencana untuk pergi ke Brunei Darussalam, Alan dan bibi serta Susanto juga sudah berada di jakarta.
"Alan, apa kamu sudah berkemas untuk keperluan besok ?"
tanya Agis menghampiri adiknya di kamar.
"Sudah kak ! boleh enggak Alan ke rumah sakit temui Yuna ?" Tanya Alan memindai wajah Agis.
"boleh, tapi sama supir ya. kakak enggak mau kamu pergi sendiri ?!"
Alan mengangguk.
"Alan, Apa kamu yakin ingin pesantren ?"
Tanya Agis masih menyakinkan adik nya.
"Ya, kak. Alan sudah yakin sebab ilmu agama itu lebih utama dari pada dunia. kalau boleh Alan juga nanti mau sekolah ke Mesir !"
Ujar Alan membuat Agis senyum lalu memeluk adiknya itu.
"kakak bangga sama kamu dek, kejar lah mimpi mu setinggi langit. kakak pasti akan mendukung mu dek !"
Cakap Agis dan di anggukan oleh Alan.
lepas itu Alan pergi ke rumah sakit bersama supir.
Agis memperhatikan mobil yang masuk dan keluar dari gerbang.
Mobil Ibra masuk dan berhenti di hadapan Agis, masih siang tapi suami nya itu sudah pulang.
"assalamualaikum sayang !"
"walaikumsalam... mas, kamu udah pulang ?!"
Tanya Agis meraih tangan Ibra.
"ya besok kan kita mau pergi jadi mas pulang lebih cepat."
jawab Ibra lalu merengkuh tubuh istri nya itu.
"Oh gitu !"
jawab Agis singkat lalu mengajak Ibra untuk masuk. si kembar tengah bermain dengan Bibi dan Rosa.
keduanya mengajak si kembar bermain sambil berbincang tentang pengalaman hidup masing-masing.
Ibra dan Agis menghampiri lalu bergabung dengan mereka.
"halo cantik nya Dady ?"
Ujar Ibra meraih kedua nya namun mereka menolak dan lebih memilih Agis.
"hum !"
desah Ibra membuat Agis terkekeh kecil melihat ekspresi wajah Ibra yang kecewa.
"Dimana mana anak perempuan itu nempel sama Dady nya !"
tambah Ibra manyun.
__ADS_1
"Ya harus nya seperti itu, tapi Dady nya sibuk jadi mereka lebih sering bersama mommy nya !"
Jawab Rosa membuat Agis kembali terkekeh.
"Astaga !"
Jawab Fatih lalu memaksa memeluk keduanya.
"Oh ya tadi aku lihat Alan pergi sama supir, mau kemana ?"
Tanya Ibra lalu mencium pipi si kembar bergantian.
"Alan ke rumah sakit Mas, katanya sih mau ketemu Yuna !"
Jawab Agis lalu Ibra mengangguk.
"Sudah masuk dulu ke kamar ganti pakaian nya!"
Titah Rosa pada Ibra.
"ya Bu!"
Ibra beranjak di ikuti oleh Agis setelah menyerah kan si kembar pada mereka berdua.
Waktu menunjukkan pukul setengah tiga sore, Ibra langsung mengganti pakaian nya kemudian merebahkan tubuhnya di ranjang.
"Mau Agis buatkan kopi ?"
Tanya Agis duduk di tepi ranjang.
"Enggak yang, mas masih kenyang !"
jawab Ibra lalu menarik tubuh Agis ke dalam pelukan nya.
Ibra sudah tidak sabar ingin memberikan kejutan pada Agis besok, ia pasti kaget jika Ibra kembali membawa nya ke pulau itu.
Beberapa hari yang lalu sempat mendatangi studio musik milik Jimi, Ia menawarkan Agis untuk rekaman dan Agis tertarik untuk hal itu, namun Ibra mengatakan untuk menunda nya sampai mereka kembali dari Brunei.
Ujar Agis mendongak menatap wajah Ibra.
"ya sayang, semua yang mas lakukan untuk membahagiakan kamu dan keluarga ini. apalagi sekarang sudah ada buah cinta kita di sini !"
Ujar Ibra menyentuh perut Agis yang masih rata.
Ibra beranjak lalu mengungkung istri nya itu. menatap setiap inci wajah cantik perempuan yang tengah hamil muda.
Mual dan muntah nya sudah berkurang karena ada obatnya, sekarang makan nya juga kian lahap.
Agis memejamkan mata nya saat Ibra mulai mencium kening nya hingga turun ke hidung dan bibir.
Bibir keduanya bertemu dan Agis mengulas senyum mengalungkan tangannya pada leher Ibra. pria itu langsung bersemangat dan menciumi bibir Agis hingga memperdalam ciuman nya seiring dengan hasrat yang muncul menginginkan lebih dari itu.
"Sayang, apa boleh ?"
Agis terkekeh kecil mendengar pertanyaan Ibra. tumben sekali pria ini meminta izin padahal Agis sudah memberikan nya sinyal.
Agis mengangguk sambil mengulas senyum dan pria itu langsung mencumbu nya lebih dari sekedar itu.
Siang menjelang sore itu kedua nya beraktivitas di ranjang, suatu kegiatan yang membuat kedua nya enggan berpisah dan ingin terus menyatu.
**
Keduanya keluar dari kamar setelah mandi bersama dan menunaikan shalat ashar berjamaah.
Terlihat Alan sudah kembali dari rumah sakit, dan lihat lah wajah Ibra nampak begitu segar setelah aktivitas menyenangkan itu.
"Alan kamu sudah kembali ?"
__ADS_1
Tanya Agis duduk di hadapan adiknya yang tengah menggendong Marwah.
"sudah sejak tadi kak. Alan kembali kakak sedang tidur dengan kak Ibra !"
Agis mengangguk.
"oh ya ini ada surat untuk kakak dari kak Erika !"
Ujar Alan menyodorkan sebuah kertas.
Agis menoleh ke arah Ibra dan suaminya itu mengangguk mengizinkan Agis membuka surat itu.
"Agis...
Terimakasih untuk semua kebaikan kamu pada ku dan juga Yuna.
aku sungguh berhutang Budi dan tentunya aku malu karena sudah berbuat curang dan merusak persahabatan kita.
Maaf kan aku Agis !
Andai aku bisa memutar waktu, aku tidak akan pernah menerima tawaran Rayan, aku memang gila karena tidak berpikir dua kali untuk melakukan hal itu.
aku sangat menyesali semua itu, aku sekarang kehilangan segalanya.
Seorang yang tulus mencintai aku, sahabat yang sungguh sungguh menyayangi aku, dan semua karena kegilaan aku.
Aku benar-benar memohon maaf pada mu, Tuhan memang pantas menghukum ku.
Terimakasih sekali lagi Agis, mungkin kau menyesal memiliki teman seperti aku, tapi aku begitu beruntung memiliki sahabat sebaik kamu dan harus nya aku sadar sejak lama sebelum aku kehilangan.
maaf kan aku Agis. semoga kamu selalu bahagia dengan Ibra.
Kamu memang pantas bahagia gis, Kamu adalah orang baik.
Terima kasih juga karena kamu begitu peduli dengan adikku, sekali lagi aku minta maaf."
Agis tertegun membaca isi dalam surat itu, intinya Erika meminta maaf pada nya. Agis sendiri sudah memaafkan Erika sejak lama.
Agis sudah merelakan apa yang terjadi pada kehidupan nya, nyata nya Tuhan menggantikan nya dengan yang lebih dari sekedar apa yang telah hilang dari hidup nya.
Suami yang begitu mencintai nya, mertua yang begitu baik dan sekarang tuhan memberikan nya karunia.
masa pahit sudah terlewati dan kini ia tinggal menikmati dan mensyukuri segala Rahmat nya.
"Semoga dengan ini Erika bisa benar benar berubah ke arah yang lebih baik lagi ya yang !"
Ujar Ibra merangkul pundak Agis.
"Amin.....!"
*
*
**
bersambung.
terimakasih yang masih setia 😍😍😍
Author masih promosi novel baru ya.
ayo para reader yang baik hati mampir ya, cerita nya enggak kalah seru kok sama Agis dan Rayan 🤭🤭🤭😍😍
Author mohon dukungan nya😍😍😍
mampir ya kak 😍😍
__ADS_1
terima kasih 😍😍😍