
Saat ini kedua nya sudah berada di kereta api, mereka duduk berdua saling mendekap sambil mengamati jalan yang mereka lalui.
Agis berbeda dengan Azizah yang tidak terlalu menyukai traveling, alasannya melelahkan.
Tapi Agis justru senang traveling, Naik mobil ayo, naik motor juga dia senang apalagi naik kereta seperti sekarang ini.
Agis mengingat masa bersama Erika, kedua nya memiliki hobi yang sama hanya Erika tidak suka diving seperti Agis karena memang ia tidak bisa berenang.
Mereka dulu selalu bolak balik jakarta naik kereta, pernah ke Jogja juga.
Banyak kenangan indah saat bersama, keduanya bahkan sudah seperti adik kakak.
Keduanya kadang suka tukar baju dan aksesoris, semua itu terpatri dalam benak Agis.
Namun entah apa yang membuat Erika berubah seperti itu? Agis sangat menyayangkan kejadian itu. Ia tidak menampik bahwa saat ini juga ingin sekali melihat keadaan nya di penjara. Namun Agis urungkan mengingat apa yang terjadi.
Ia tidak dendam dan juga tidak ingin membenci Erika, Agis rasa semua yang terjadi sudah cukup memberikan nya pelajaran.
Agis sedih karena semua terjadi pada seseorang yang dulu selalu bersama dengan nya, kenapa bukan perempuan lain ?
jika bukan Erika mungkin keadaan persahabatan mereka masih baik baik saja, dan mungkin keduanya akan bertukar cerita seperti dulu.
Mungkin ?
Agis mencoba untuk merelakan kehilangan sosok sahabat, Erika dulu tidak pernah neko-neko seperti sekarang. mungkin ia juga salah karena terlalu percaya. tanpa kita tahu kapan pun manusia bisa berubah.
Jujur saja dalam hati Agis iba dengan keadaan Erika di penjara, tapi semua bukti mengarah pada nya dan tidak ada kesempatan untuk bebas seperti dulu.
Semoga Erika bisa belajar di sana, memperbaiki diri nya dan lebih mendekatkan diri pada Tuhan.
Agis memejamkan mata nya mendekap erat tubuh Ibra, kenapa tiba tiba rasanya mual.
"Kamu kenapa sayang ?"
Tanya Ibra saat Agis melepas kan pelukan nya.
"Enggak Mas, aku mau teh manis anget ada enggak ?"
Tanya Agis tak mengatakan kalau ia tiba tiba mual.
"Ada kayanya dek, Mas tanya ke sana dulu ya!"
jawab Ibra lalu beranjak dari duduknya.
Ibra menghampiri penjaga di kereta itu lalu memesan teh manis hangat dan beberapa makanan lain nya untuk Agis.
Di kereta itu memang menjual jasa makanan juga, usai memesan Ibra kembali ke kursi.
"Sayang, kamu sakit !?"
Tanya Ibra memindai wajah istri nya sedikit pucat.
"enggak Mas !"
Jawab Agis kembali mendekap tubuh Ibra.
"Kamu senang main ya dek ?"
Agis senyum sambil mengangguk.
"Ya, melelahkan tapi juga menyegarkan jiwa..."
Jawab Agis lalu keduanya saling menatap, Ibra senyum lalu menyatukan hidung mereka.
"I love you !"
Desis Ibra di telinga Agis.
"You too !"
jawab Agis kemudian keduanya saling memeluk.
Tak lama pesanan datang, Ibra langsung memberikan teh hangat yang Agis minta.
"Tumben sih dia minta teh manis hangat, biasa nya enggak mau !"
Gumam Ibra sambil mengusap kepala Agis dengan lembut.
__ADS_1
Ibra menggenggam tangan Agis lalu berbisik di telinganya.
"kamu dengar kan lagu ini..."
Ujar Ibra lalu memutar sebuah lagu dan ia ikut bernyanyi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
lirik pasto sayang
**Sayang***
Aku takkan pernah berhenti
Mencintaimu sampai aku mati
Aku akan selalu setia
Menemanimu setiap waktu
Tak pernah terpikir olehku
Untuk menghianati cintamu
Engkau satu-satunya wanita
Yang selalu aku rindu
Sayang aku takkan pernah
Pergi meninggalkanmu
Aku bernafas untukmu
Percayalah padaku
Sayang aku akan selalu
Membuatmu bahagia
Aku bernafas untukmu
Duhai kekasihku
Tak pernah terpikir olehku
Untuk menghianati cintamu
Engkau satu-satunya wanita
Yang selalu aku rindu oh
Sayang aku takkan pernah
Pergi meninggalkanmu
Aku bernafas untukmu
Percayalah padaku
Sayang aku akan selalu
Membuatmu bahagia
Aku bernafas untukmu
Duhai kekasihku
Sayang aku takkan pernah
Pergi meninggalkanmu
Aku bernafas untukmu
Percayalah padaku
Sayang aku akan selalu
__ADS_1
Membuatmu bahagia
Aku bernafas untukmu
Duhai kekasihku.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Agis senyum mendengar Ibra ikut bernyanyi lirik lagu itu, pria ini benar benar membuat nya bahagia.
Selain Sholeh suami nya ini juga romantis, dia selalu berusaha untuk membuat istri nya tersenyum.
"Mas sayang sekali sama kamu dek?"
Ujar Ibra kembali memeluk Agis.
"Agus juga mas, terima kasih untuk semua kebaikan kamu !"
Jawab Agis lalu menyadarkan tubuh nya pada Ibra kemudian terlelap untuk sejenak.
perjalanan lumayan memakan waktu yang lama untuk sampai di stasiun Jogjakarta, dan akan di lanjutkan ke kota yang di tuju menggunakan jasa travel yang sudah Ibra pesan sebelum nya.
Suci bertanya mengapa Ibra tidak naik pesawat saja agar perjalanan mereka tidak memakan waktu lama, Namun Ibra mengatakan bahwa Agis lah yang dulu pernah mengatakan ingin pergi naik kereta ke Jogyakarta.
Menikmati perjalanan hingga sampai di kota tujuan.
Kereta eksekutif tersebut cukup nyaman dengan beberapa pasilitas Wifi, selimut, toilet yang bersih dan yang lainnya.
"Mas, emang kamu enggak sibuk di kantor ?"
Tanya Agis tinggal dua jam perjalanan, Agis baru terbangun dan tidak ingin melewatkan kesempatan untuk melihat keindahan sepanjang perjalanan itu.
"Sibuk sih, tapi Mas juga harus sempatkan waktu untuk membahagiakan kamu, Waktu sepekan tidak seberapa. mas kerja sebulan dan hanya libur pas hari Minggu aja, kadang juga harus tetap menyelesaikan pekerjaan di waktu libur, jadi untuk sepekan ini Mas untuk kamu. eh bukan tapi kamu untuk mas !"
Ujar Ibra sambil terkekeh kecil mencium pucuk kepala Agis.
"tenang saja semua sudah mas atur, semua pekerjaan sudah beres dan tinggal di jalan kan oleh Revan dan Arul. sekarang kita fokus berlibur saja ya!"
Agis mengangguk senang.
Dua jam berlalu mereka sampai di stasiun jogjakarta, Agis menghela nafas lega lalu merentangkan kedua tangannya.
Beberapa jam berlalu dengan menyenangkan, Agis menoleh ke arah kereta yang berada di belakang nya.
"Sayang ini sudah malam kita ke hotel saja dulu ya! besok baru Kita pergi ke Wonosobo !"
Ujar Ibra dan di setujui oleh Agis, kedua nya melangkah keluar dari stasiun lalu mencari hotel untuk beristirahat.
"Jogyakarta juga bagus, sepulang dari Wonosobo kita jalan jalan di Jogyakarta juga ya!"
Agis mengangguk senang, Mana mungkin Agis menolak sedangkan apa yang di tawarkan adalah sejumput kebahagiaan.
Kedua nya masuk ke kamar hotel, Ibra langsung menghempaskan tubuhnya di ranjang, Agis mengulas senyum saat Ibra merentang kedua tangan nya.
Agis tak merespon suami nya itu, gegas ibra menarik tangan Agis hingga ia terjatuh dan menindih tubuh Ibra.
"Mas....!"
Ibra terkekeh lalu memeluk Agis.
"Mas ayo mandi dulu Agis gerah !"
Ujar Agis yang kini berada di atas Ibra.
"Baiklah tuan putri...!"
Jawab Ibra lalu mengangkat tubuh Agis masuk ke dalam kamar mandi.
*
**
***
Bersambung..
happy weekend.
__ADS_1
Terimakasih sudah mampir ya, 😍😍
jangan lupa like dan berkomentar kebahagiaan Agis dan Ibra.