Mengapa Harus Sahabat Ku?

Mengapa Harus Sahabat Ku?
keterangan palsu.


__ADS_3

Malam itu Ibra kembali ke rumah dan menghampiri Sang ibu yang tengah duduk di meja makan.


"Kamu sudah pulang Ibra ?"


Ibra mengangguk lalu duduk di hadapan Sang ibu.


Ia mengantar Agis pulang ke Bandung lalu tak lama langsung pulang ke Jakarta bersama Revan dan Arul.


"Bu, ada yang ingin Ibra bicara kan !"


Cetus Ibra menatap wajah sang ibu.


"Ada apa Ibra ?"


Ibra mengatakan maksudnya untuk meminang Agis, Ibra bercerita tentang siapa Agis dan apa yang terjadi dengan kehidupan nya.


"Ya ibu tahu Ibra, tapi apa kamu yakin dengan keputusan kamu?"


tanya Rosa dan di anggukan oleh Ibra.


"Ya, mungkin saat ini Agis tidak bisa berjalan, tapi dokter spesialis tulang mengatakan bahwa Agis masih bisa berjalan asal kan dia rutin terapi, dan kemarin saat Ibra ke Jerman Ibra bertemu dengan teman Ibra, dia seorang dokter spesialis tulang juga...!"


Rosa mendengar kan Ibra berbicara mengenai langkah yang akan ia tempuh agar Agis bisa kembali berjalan.


"Agis bilang sama Ibra kalau dia mandul dan bagi Ibra itu enggak masalah karena Ibra sudah ada sava dan Marwah Bu !"


Rosa mengangguk.


"Ibu dukung saja kalau kamu yakini Agis yang terbaik untuk kalian karena yang terpenting kamu tahu apa yang kalian butuhkan, bukan hanya kamu, tapi juga untuk si kembar Ibra !"


Ibra mengangguk paham apa yang dimaksud oleh Rosa.


"Jadi kapan ibu ketemu sama Agis ?"


Tanya Rosa membuat Ibra sumringah karena mendapatkan respon baik serta dukungan dari ibu nya.


Rosa seorang ibu yang baik dan tidak pernah banyak menuntut, seorang mertua yang baik untuk menantu nya.


"weekend ini saja Bu, nanti Ibra ajak Suci dan Yusuf untuk ikut serta kita ke Bandung !"

__ADS_1


Rosa mengangguk lalu menyuruh Ibra untuk istirahat.


"Ibra mau ketemu si kembar dulu !"


"ya sudah....!"


jawab Rosa lalu masuk ke kamar nya kemudian Ibra menghampiri kamar si kembar, dan di samping nya kamar baby sitter.


"Hai putri ayah yang cantik dan Solehah...!"


Ibrahim memangku kedua nya bergantian lalu menciumi nya, keduanya sudah terlelap hingga tidak terbangun saat Ibra menciumi nya.


***


Rayan tertegun menatap langit yang gelap tanpa bintang, Ia ingat betul kalau hari ini adalah hari ulang tahun Agis, tiga tahun yang lalu keduanya selalu merayakan nya bersama, namun tidak lagi dengan tahun ini.


Biasa nya Rayan akan memberikan kejutan, dan pesta kecil merayakan ulang tahun Agis.


Rayan benar benar merasa kehilangan sosok Agis yang tulus mencintai nya, dan bodoh ia menyia-nyiakan nya tanpa berpikir ulang.


Sang ibu sudah di makam kan tadi siang, Erika juga sudah pulang bersama ibu nya dan Rayan masih berada di rumah utama.


"Ray, Tante kira kamu enggak cerai sama Agis ?"


Tanya Tante Rayan yang tidak mengetahui perpisahan kedua nya, Tante nya cukup dekat dengan Agis dan beliau sedih saat mendengar kabar keretakan hubungan keduanya.


"Ya tante Agis yang menggugat cerai Rayan !"


jawab Rayan menunduk kan wajah nya.


"Ya Tante ikut sedih karena kamu tahu kan kalau Tante cukup dekat dengan Agis, Tante menyesal kan apa yang terjadi dengan kalian, dan untuk kedepannya jadikan permasalahan itu sebagai pelajaran dan pengalaman berharga untuk menata kehidupan yang lebih baik, Tante menyayangkan sebab tahu kalau Agis itu baik !"


Rayan mengangguk, Ia memang sudah salah melangkah.


"Ray, ini ada titipan dari ibu untuk mu !"


ujar Ramlan menghampiri Rayan dan Adiknya.


"Almarhum menitipkan surat itu sebelum keadaan nya drop !"

__ADS_1


Rayan membuka kertas tersebut dan terlihat tulisan tangan dari Sang ibu, Devita.


"Ray, Putra tercinta ku maafkan ibu nak !


Ada hal yang ibu rahasia kan dari mu, maafkan ibu Ray jika semua terjadi karena ibu...!"


Dalam surat tersebut Devita mengungkapkan tentang kebohongan dokter Arief tentang Agis dan semua itu adalah rencana nya.


"Maafkan ibu jika semua hancur berantakan karena ambisi dan Ego ibu yang ingin memisahkan kamu dengan Agis, nyata nya Tuhan langsung menghukum Ibu dengan penyakit ini !


Kesalahan ibu berbuah derita untuk Kamu, ibu sangat menyesal dan memohon maaf pada mu nak !"


Rayan menitikkan air mata nya membaca pesan tersebut, jadi semua rencana sang ibu.


Dan tentu saja Rayan tidak akan tinggal diam, Ia harus memberikan pelajaran pada dokter itu.


"Sampai kan permintaan maaf ibu pada Agis, ibu baru sadar kalau dia adalah menantu yang baik, tidak ada yang sesabar Agis menghadapi sikap ibu, tolong sampaikan maaf ibu pada nya !"


Rayan memijat keningnya sendiri dan ia tidak dapat menahan rasa sakit yang membuat dadanya sesak.


Karena kebohongan dokter itu Rayan dan Agis berpisah, mungkin keadaan nya lain jika dokter itu tidak mempengaruhi nya untuk menikah lagi.


"Rayan minta pengacara keluarga untuk datang yah, Rayan akan membawa kasus ini ke jalur hukum !"


Ramlan dan adik nya mengangguk, meskipun Istri nya yang salah tapi tetap saja dokter Arief ikut andil dalam permasalahan itu, ia memberikan keterangan palsu terkait diagnosa pasien nya.


"Ya sudah biar Pak Reza yang urus semua nya, kamu harus sabar dan ikhlas dengan apa yang sudah terjadi !"


Rayan mengangguk.


Saat ini memang tidak ada yang bisa ia lakukan selain mencoba untuk sabar menerima keadaan dan merelakan apa yang sudah hilang dari genggaman.


Tidak ada manusia yang baik baik saja di dunia ini setelah ia membuat orang lain tidak baik-baik saja, di dunia ini berlaku hukum tabur tuai dan tidak mungkin kita mendapatkan bunga yang wangi jika kita menanam bunga raflesia.


bersambung..


happy weekend..


terima kasih sudah mampir ya 😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2