Mengapa Harus Sahabat Ku?

Mengapa Harus Sahabat Ku?
Harus sabar.


__ADS_3

Agis memperhatikan Ibra yang tengah memasak nasi goreng untuk mereka berdua, selama dua Minggu ini ia sudah melakukan empat kali terapi dan hasil nya sudah terasa, ia sudah bisa berdiri sendiri meskipun hanya kuat sebentar saja.


"Nasi goreng sudah jadi !"


Ujar Ibra menghadap Agis yang duduk di kursi rodanya.


"Semua pekerjaan kamu yang mengerjakan Mas, lalu aku hanya diam saja !"


Ujar Agis dengan wajah sendu.


"Tidak apa-apa kamu seperti ini kan bukan karena sengaja, dan Mas sebagai suami memang berkewajiban menyediakan makan, tempat tinggal, pakaian dan banyak hal lain nya!"


jawab Ibra lalu menyuapi Agis makan dengan tangan nya langsung tanpa sendok.


"Maaf Mas !"


Tutur Agis menundukkan kepalanya.


"Sudah Agis jangan seperti ini, kamu adalah Adalah bagian penting dalam kehidupan mas jadi mas akan memperlakukan kamu seperti ratu !"


Cakap Ibra lalu menyeka air matanya dengan tangan kiri nya.


"sekarang kita selesaikan sarapan lalu pergi ke rumah sakit !"


Tambah Ibra lalu Agis meminta untuk makan sendiri dalam satu piring karena rasanya tidak jelas, sudah makanan dan yang lain nya Agis merepotkan Ibra dan makan juga di suapi.


Ibra benar benar sangat baik memperlakukan nya sebagai seorang istri.


Setelah itu Ibra membantu Agis mengganti pakaian nya untuk pergi ke rumah sakit.


"Ini kerudung nya sayang !"


Ujar Ibra menyodorkan kerudung yang ia ambilkan di lemari.


"Terima kasih mas!"


Cetus Agis menggenggam tangan Ibra.


pria itu duduk di tepi ranjang samping Agis lalu merapikan kerudung tersebut.


"Mas....!"


Seru Agis lirih menatap wajah tampan Ibra.


"Kalau kamu di sini terus gimana sama kantor mas!?"


Tanya Agis, ia juga memikirkan kepentingan perusahaan milik Ibra.

__ADS_1


"Oh soal itu ada Jimmy dan Ibu yang turun tangan, ada Revan sama Arul juga yang membantu Sayang, jadi kamu tidak perlu memikirkan hal itu, yang terpenting saat ini adalah Kesembuhan kamu dan si kembar juga aman bersama Oma nya !"


Jawab Ibra lalu menggenggam tangan Agis lalu perlahan mendekat kan wajah nya kemudian meraih bibir Agis yang merah merona.


Agis memejamkan mata nya dan membiarkan Ibra terus meraup bibirnya dengan lembut tanpa memaksa, sebab saat ini hanya itu yang bisa ia berikan karena hal yang semestinya ia berikan belum mampu ia persembahkan sebab ia masih merasa lemas dan Ibra juga tidak menuntut hal itu.


Agis bersandar pada dada bidang Ibra setelah pria itu melepaskan bibirnya, Ibra terkekeh kecil melihat wajah Agis yang memerah kemudian merengkuh tubuh nya.


"Harus semangat agar kamu cepat sembuh, jangan menyerah dengan keadaan. Mas akan ajak kamu berlari menuju Ka'bah nanti !"


Ujar Ibra membuat Agis tertegun lalu menatap wajah Ibra.


"maaf ya mas karena Agis belum bisa memberikan hak kamu."


Cetus Agis dan di anggukan oleh Ibra, pria itu mengangkat tubuh Agis yang kecil lalu memangku nya.


"Tidak apa-apa, Mas pahami keadaan kamu dek, Seperti ini saja mas sudah senang !"


Ujar Ibra mengecup bibir Agis berulang kali.


"Apalagi itu !"


Tambah nya membuat Agis termangu.


Seharusnya ia memiliki tekad yang kuat untuk sembuh agar bisa memberikan yang terbaik untuk Ibra, pria yang menjadi suami nya ini luar biasa baik dan semoga seterusnya seperti itu.


"Ya bang, Agis akan semangat !"


Jawab Agis lalu memeluk erat tubuh Ibra.


"Ayo kita berangkat sekarang ya !"


Ajak Ibra lalu beranjak dan mengangkat tubuh Agis ke kursi roda.


"setelah terapi kita akan pergi jalan-jalan!"


Ujar Ibra lalu mendorong kursi roda Agis keluar dari apartemen.


Tak lama mereka sampai di rumah sakit, Ibra langsung mendorong kursi roda ke ruang terapi, Ada beberapa orang yang bernasib sama seperti Agis dan Ibra ingin Agis memiliki semangat seperti mereka yang tidak pernah absen untuk ikut terapi.


Ibra bersyukur saat mengetahui kalau Rayan dan Erika sudah kembali ke tanah air, dengan demikian Agis jauh dari pria itu, dan hal itu akan mempercepat proses kesembuhan mental Agis.


Ibra pernah memergoki Rayan melihat Agis terapi, namun Ibra tidak menegurnya karena Siapa saja boleh melihat asal tidak menggangu saja.


Tiba giliran Agis untuk maju, Ibra Dengan sigap membantu Agis untuk berdiri dari kursi roda nya.


"Ayo sayang kamu harus semangat !"

__ADS_1


Ujar Ibra dan di anggukan oleh Agis, perlahan Agis bisa bertahan lebih lama berdiri sendiri, sebelumnya untuk berdiri sendiri saja ia gemetar.


Tak henti Ibra berdoa untuk kesembuhan Agis, berharap ada keajaiban tuhan dan membuat istri itu bisa berjalan lagi.


Ibra yakini bahwa tidak ada yang sia sia selama kita mau berusaha karena usaha tidak akan mengkhianati hasil.


"Nah sudah bisa berdiri lebih lama saja sudah kemajuan yang cukup besar, kamu harus tahu bahwa semua berawal dari kegigihan dan keinginan yang kuat untuk sembuh, tapi tetap harus sabar !"


Ujar Renan dan dia anggukan oleh Agis.


"Obat nya di minum terus, aku berikan obat paling bagus untuk kesembuhan tulang mu agar mampu kembali sedia kala, tapi tetap harus sabar ya!"


tambah Renan terus memberikan semangat, Ibra berdiri di samping Agis untuk terus menjaga Agis, khawatir jatuh seperti kemarin.


"Mas aku mau duduk dulu, enggak kuat sakit banget !"


Ujar Agis lalu Ibra bergegas menghampiri.


"Ayo duduk dulu gis nanti kita coba lagi !"


Ujar Renan lalu menghampiri pasien yang lain.


"Mana yang sakit, Mas pijit sini !"


Sahut Ibra senyum mengusap pipi Agis, ada sedikit kemajuan Agis sudah bisa berdiri dengan waktu yang cukup lama.


Setelah itu Renan mengatakan bahwa Agis harus bisa menggerakkan kaki nya untuk melangkah sedikit demi sedikit, bagi Renan itu adalah kemajuan yang cukup hebat karena sebelumnya kemungkinan untuk berjalan sangat kecil, tapi renan tahu bahwa semua tak lepas dari kuasa Tuhan atas doa doa yang selalu keduanya panjat kan.


Renan tahu seperti apa Ibra, dia cukup relijius dan Renan yakin bahwa ia berpegang teguh pada kuasa tuhan hingga doa menjadi salah ikhtiar nya untuk Agis.


"Mau coba lagi ?"


Tanya Ibra dan di anggukan oleh Agis yang langsung meraih tangan Ibra untuk beranjak dari kursi roda.


"terima kasih tuhan atas semua nikmat ini, jadikan aku hamba mu yang pandai bersyukur..!"


gumam Agis berpegangan erat pada tangan suami nya.


*


*


**


***


bersambung..

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir jangan lupa komen and like nya ya 😍😍😍


__ADS_2