Mengapa Harus Sahabat Ku?

Mengapa Harus Sahabat Ku?
mimpi yang hilang.


__ADS_3

Rosa memanggil Ibra saat Reni sudah berada di bawah menunggu cucu nya, Ibra menapaki tangga sendiri lalu menghampiri Reni yang baru tiba.


Sementara Agis tetap berada di dalam kamar dan baby sitter keluar membawa si kembar.


"Gimana kabar nya mi ?"


Tanya Ibra sambil mencium tangan Reni yang menunjukkan wajah masam nya.


"Baik, Mami pikir kamu enggak menikah ?"


Ujar Reni membuat Ibra dan Rosa termangu.


"hum,, ya mi. Ibra tidak ingin terus sendiri karena Azizah tidak akan pernah kembali, tapi bukan berarti Ibra melupakan nya begitu saja, mi !"


Ujar Ibra tidak menyangka kalau Reni berkata seperti itu, apa salah jika ia menikah lagi karena yang sudah tiada tidak akan pernah kembali.


"Ya, Mami ngerti tapi kenapa kamu menikah dengan perempuan cacat? maaf Ibra jika Mami salah bicara ?!"


Ibra mengangguk mendengar apa yang Reni sampaikan.


"Hum, Agis bukan cacat itu terjadi karena kecelakaan dan dokter mengatakan bahwa Agis masih bisa berjalan !"


Jawab Ibra bersikap tenang menanggapinya, dari lantai atas Agis mendengar semua pembicaraan mereka di bawah.


"Ya, enggak mami hanya heran saja sebab perempuan seperti itu hanya akan merepotkan dan menambah beban untuk kamu !"


Tambah Reni membuat Ibra terpaku dan jengah dengan pemikiran nya dan Agis hanya bisa menghela nafas berat mendengar hinaan itu, biarlah semua itu terlontar untuk membangkitkan semangat hidupnya.


"Maaf mi, tapi itu urusan Ibra !"


ujar Ibra lalu beranjak saat suster sudah siap pergi bersama Reni.


"baik baik ya kalian di sana jaga si kembar !"


pesan Ibra pada kedua baby sitter.


"ya pak !"


jawab salah satu lalu Ibra pamit naik ke kamar pada Reni.


*


Ibra membuka pintu dan melihat Agis sudah berada di ranjang, istri nya itu meringkuk membelakangi pintu.


"Sayang, Kamu sudah tidur ?"


Tanya Ibra naik ke atas ranjang mendekati Agis.


"Agis...!"


Ibra membalikkan tubuhnya dan terpaku melihat wajah nya yang basah.


"kamu kenapa ?"


Tanya Ibra lalu memeluk tubuh Agis.

__ADS_1


"Bukan hanya aku yang merasa mas, tapi mereka juga bilang seperti itu ?!"


Ujar Agis sambil terisak.


"His, sudah jangan menangis lagi ! kenapa kamu harus mendengar kan mereka sedang kan aku tidak seperti itu, dengar kan mas Agis !"


Ujar Ibra memegang pundak Agis yang bergetar.


"Mas sayang sekali sama kamu, jangan dengarkan mereka !"


Tutur Ibra menghapus air mata Agis lalu memeluk nya erat.


"Kamu harus optimis dan membuktikan pada mereka bahwa kamu pantas untuk di perjuangkan !"


Ujar Ibra mendekap tubuh Agis yang masih menangis.


****


Pagi...


Arul sudah datang untuk menjemput mereka ke bandara, Agis termangu saat melihat Salma dan Andi datang ke kediaman Ibra.


"Salma....?"


Seru Agis mengulas senyum membiarkan Salma memeluk nya.


"kok enggak bilang sih udah nikah sama mas Ibra ?!" tanya Salma yang mengetahui hal itu dari Andi.


Salma memang mengetahui kalau Ibra melamar Agis, namun tidak mengetahui kalau mereka menikah secepat itu.


Ujar Agis menggenggam tangan Salma.


perempuan itu karyawan yang paling lama di kafe, mereka dekat dan Agis sudah menganggap nya seperti adik sendiri.


Tidak ada lagi sahabat ? Agis justru trauma mengatakan seseorang sahabat nya, tidak semua sahabat nya menyakiti tapi Erika adalah sahabat terdekat nya.


Agis tersenyum getir mengingat Erika yang kini bukan siapa siapa lagi untuk nya, sekejap mata persahabatan yang terjalin sekian tahun pun hancur lebur.


"Sekarang mbak mau pergi ke Jerman dengan mas Ibra, kamu doakan Mbak ya Salma !"


Ujar Agis dan di anggukan oleh Salma lalu kembali memeluk Agis.


"Salma akan selalu mendoakan, dan Salma harap saat pulang nanti mbak udah bisa jalan, semangat dan optimis ya mbak !"


Ujar Salma memberikan dukungan penuh.


"Terimakasih Salma !"


Agis mengulas senyum lalu kedua nya berpisah.


***


Bukan hanya Ibra dan Agis yang bersiap pergi tapi Rayan dan Erika juga sudah siap untuk berangkat.


"kamu sudah siapkan semua nya kan ?"

__ADS_1


Tanya Rayan lalu memberikan Noval pada baby sitter, Rayan Juga menyertakan baby sitter untuk ikut dengan mereka karena Rayan butuh orang untuk membantu nya menjaga Noval sebab terkadang Erika semau nya sendiri.


Dua jam berlalu mobil sampai di bandara, Rayan melangkah lebih dulu di depan Erika.


Tak ada lagi sapa sayang dan hangat nya perlakuan Rayan.


pria itu menjadi dingin bak salju yang tidak ingin tersentuh.


Rayan menghentikan langkahnya saat melihat seorang pria tengah menggendong wanita yang ia kenali dengan jelas.


Jantung nya terasa sakit dan jiwa nya merintih nyeri karena sekejap waktu wanita itu berada dalam genggaman pria lain.


Agis sebenarnya menolak saat Ibra ingin menggendong nya masuk ke dalam bandara, tapi suaminya itu kekeh dan membiarkan Arul mendorong kursi roda kosong.


Rayan berjalan sedikit menjauh dari mereka untuk naik ke pesawat, dan Erika tahu apa yang terjadi di depan nya.


Ia sendiri mendengar dari tetangga Agis yang di Bandung kalau Agis sudah menikah, dan seperti nya Erika kenal pria yang menggendong Agis.


Rayan semakin terpaku saat Ibra membawa Agis masuk ke dalam pesawat tujuan yang sama dengan dirinya ?


jadi mereka akan satu pesawat ?


Rayan mengetahui pernikahan kedua nya, bahkan ia berada tidak jauh dari rumah Agis saat acara itu berlangsung, alih alih datang untuk meminta kembali justru ia di suguhi acara yang menyayat hati nya.


Jika sudah seperti itu tidak ada kesempatan untuk mereka bersama lagi, dan harapan itu hanyalah mimpi yang hilang.


Agis menoleh saat dua orang yang ia kenali melewati nya, Rayan dan Erika berjalan melewati kursi tanpa menoleh dan Rayan duduk di belakang Agis bersama Erika.


Ibra menoleh ke arah Agis yang terpaku dan dengan cepat Ibra memeluk tubuh nya.


"jangan hiraukan apapun, Kita fokus dengan tujuan kita saja !"


ujar Ibra lalu menyadarkan tubuh Agis pada nya.


Apa yang di katakan oleh Ibra memang benar dan ia tak perlu menghiraukan mereka.


Mungkin kepergian mereka ke Jerman untuk membawa Noval Operasi.


Agis memejamkan mata nya lalu melingkar kan tangan nya pada pinggang Ibra.


*


Setahun yang lalu kedua nya pergi ke Brunei menggunakan pesawat dan saat itu Rayan tidak bisa bersama Agis karena ia menghadirkan Erika dan sekarang Keadaan sudah berubah, Agis bukan lagi istri nya dan kini berstatus istri orang.


Rayan memejamkan mata nya dan memilih untuk tidur menutupi rasa sakit karena sesal nya, dan hanya Erika yang terjaga sendiri mengingat kebersamaan bersama Agis yang berakhir bisu dan semua terjadi karena Iri hati nya yang merajai.


*


**


***


bersambung...


Terima kasih sudah mampir 😍😍😍

__ADS_1


menurut author suami seperti Rayan banyak di dunia nyata kalau suami yang baik'seperti di novel seribu satu ya gays... hihihi 🙏🙏😍😘🤭


__ADS_2