Mengapa Harus Sahabat Ku?

Mengapa Harus Sahabat Ku?
cinta nya aku.


__ADS_3

Agis dan Ibra menyampaikan rencananya yang hendak pergi camping di kota Wonosobo, emang ada ada saja keinginan istri nya itu, tapi wajarlah mungkin Agis ingin cari pengalaman.


"Ya sudah kapan kalian berangkat ?"


Tanya Rosa mengulas senyum.


"Besok pagi deh Bu, malam ini ada janji sama teman di Resto hotel !"


Ujar Ibra mengajak Agis untuk pergi dengan kolega bisnis nya, Jimi dan suci juga akan ikut serta.


"Oh ya bra tadi ada mama Reni telepon ke ibu, dia bilang mau bawa sava ke London, tapi cuma sava aja !"


Ibra tertegun mendengar mertua nya ingin memisahkan si kembar.


"Katanya hanya beberapa waktu saja, ia jenuh karena tidak ada teman jadi mertua mu itu ingin mengajak salah satu cucunya !"


Agis memperhatikan Ibra yang bungkam.


"Ibu bilang harus izin dulu sama kamu karena kamu kan ayah nya !"


tambah Rosa.


"Tapi Ibra enggak suka kalau si kembar terpisah, kasihan mereka !"


jawab Ibra tak paham dengan pemikiran Ibu mertua nya itu.


"Ya ibu juga, ya sudah nanti kamu bicarakan saja hal ini dengan Mama Reni sebelum berangkat camping ya !"


Ibra mengangguk lalu beranjak mengajak Agis pergi, Acara ini memang dadakan. tiba tiba saja kolega bisnis nya mengajak mereka untuk makan malam bersama.


"Mas tuh enggak ngerti mau nya Mama Reni tuh apa ? kenapa sih harus bawa Sava segala !"


Ujar Ibra saat berada di dalam mobil.


"Ya sudah kamu sabar mas, mungkin karena ia memang kesepian !"


Jawab Agis mencoba untuk berpikir positif.


Perempuan itu memang tidak pernah merubah sikap jutek nya, mungkin ia tidak suka karena Ibra menikah lagi, tapi yang sudah meninggal tidak akan kembali lalu apa yang harus di tunggu?


"Nanti kita bicarakan baik-baik mas, kamu jangan marah seperti itu !"


Tambah Agis menggenggam tangan Ibra.


"enggak marah sayang, tapi mas kasihan kalau mereka terpisah !"


Jawab Ibra menghela nafas panjang.


Tak berapa lama mereka sampai di hotel, Ibra langsung mengajak Agis ke resto dimana teman teman nya sudah menunggu.


Suci yang lebih dulu sampai melambaikan tangan nya pada Agis dan Ibra, gegas mereka langsung menghampiri.


"Hai, assalamualaikum !"


Sapa Ibra pada mereka yang sudah duduk menghadap meja bundar yang cukup besar.


"Hai, walaikumsalam...! ayo duduk !"


jawab seseorang menilik Agis, ia hapal kalau Agis itu istri Rayan, apa mungkin mereka sudah berpisah ?


"Agis ya?"


Tanya nya penasaran melempar senyum.


"Ya, rob. ini Agis istri gue ! Lo kenal ya ?"


Tanya Ibra mengulas senyum, Robi dulu nya partner kerja Rayan dan seperti nya Agis pernah bertemu Robi.


"Maaf bra, emang udah cerai sama Rayan ? gue udah lama banget enggak ketemu Rayan !"


Ujar Robi dan di tanggapi diam oleh Agis.


"Ya, Aku pisah udah hampir delapan bulan sama bang Rayan !"

__ADS_1


Jawab Agis senyum simpul.


Ia memang dengan mudah mendapatkan pengganti Rayan, mungkin semua sudah menjadi jalan Tuhan yang menghadirkan Ibra lebih cepat.


Pria itu mengangguk lalu mereka membahas yang lain.


*


"Mbak katanya bisa nyanyi, ayo dong bawain lagu."


Ujar suci membuat Agis tertegun sejenak, Ia sudah lama sekali tidak menyanyi di depan umum.


entah bagaimana rasanya, Agis lebih sering nyanyi di kamar mandi dengan Ibra.


Hehe.


"Ya, ayo sayang coba kamu nyanyi !"


Ujar Ibra merangkul pundak nya.


"Lagu apa ?"


Tanya Agis sambil berpikir.


"Apa aja enggak perlu yang mewakili hati !"


Jawab Ibra sambil terkekeh ingin sekali mencium ia nya itu.


Ibra langsung mengajak Agis untuk ke depan panggung untuk bernyanyi.


"kita nyanyi sama sama ya sayang !"


Ujar Ibra berbisik di telinga Agis.


...****************...


Cintanya Aku


Lagu oleh Arsy Widianto dan Tiara Andini


Debar jantungku berdetak saat ku genggam tanganmu


Beruntung aku kini dapatkan cintamu


Yang tercantik di hatiku sejak awal ku bertemu


Janji padaku jangan kau lukai


Hati seperti kisah yang lalu


Kau bukan cinta pertamaku


Namun aku berharap


Mulai hari ini saat ini


Engkau cintanya aku


Yang kurasakan denganmu semua berbeda


Kekasih yang baik hati kini ada di sampingku


Janji padaku jangan ada lagi


Hati yang lain selain aku (oh)


Kau bukan cinta pertamaku


Namun aku berharap


Mulai hari ini saat ini


Engkau cintanya aku

__ADS_1


Jangan pernah ragukan kesetiaan hatiku (oh)


Ku tak inginkan bila ini terbagi cinta wo


Engkau cintanya aku


Kau bukan cinta pertamaku (oh)


Namun aku berharap


Mulai hari ini saat ini


Engkau cintanya aku


Kau bukan cinta pertamaku


Namun aku berharap


Mulai hari ini saat ini


Engkau cintanya aku


Mulai hari ini saat ini


Engkau cintanya aku


Hm


Satu untuk selamanya


…………


Jimi tertegun mendengar suara Agis yang cukup bagus, untuk pertama kalinya ia melihat Agis bernyanyi.


Suci mengatakan bahwa sebelumnya ada yang pernah menawarkan nya untuk ikut rekaman, hanya saat itu Rayan tidak mengizinkan.


Agis mengulas senyum menggenggam tangan Ibra, tidak menyangka latihan mereka selama ini di kamar mandi tidak sia sia.


Suci dan yang lain nya langsung bertepuk tangan saat kedua nya selesai bernyanyi.


Agis tersenyum dengan wajah memerah saat teman teman Ibra bertepuk tangan, Sudah lama sekali ia tidak bernyanyi di hadapan banyak orang dan rasanya begitu senang.


"Mbak, suaranya bagus ! rekaman di studio aku mau enggak ?"


Tanya Jimi, selain pengusaha di bidang industri, Jimi juga memiliki sebuah studio musik.


"Boleh dek, mengasah bakat sekalian cari pengalaman juga !"


Ujar Ibra memberikan dukungan pada istri nya itu.


"Suara kamu juga bagus mas !"


Ujar Agis membuat Ibra terkekeh lalu merangkul pundak istrinya itu.


Robi terus memperhatikan Agis dan Ibra, entah ada masalah apa hingga Rayan dan Agis berpisah, Robi juga kaget saat mendengar kabar perusahaan Rayan bangkrut.


Ia memang sudah lama sekali tidak bertemu dengan Rayan, sedangkan pria itu kini fokus mengelola kafe.


*


Rayan termenung di kursi kebesaran nya, dulu Agis selalu betah duduk berlama-lama di pangkuan nya, namun sekarang tidak ada lagi cerita indah itu.


Sekarang ia sendiri tanpa dia dan dia, Rayan tidak pernah bertemu lagi dengan Erika setelah hari dimana ia mencerai kan Erika.


Entah bagaimana keadaan nya di penjara.


Ia juga memilih untuk tidak tahu apa apa, biarkan Noval bersama dengan nya tanpa tahu siapa ibunya.


Rayan menoleh ke arah jam yang berada di meja, dalam jam tersebut ada foto ia dan Agis.


Seperti nya Agis sengaja memberikan kafe pada nya, dan itu karena ia enggan mengingat masa masa bersama nya di kafe itu dan sekarang justru ia yang terperangkap pada kenangan itu dan yang tersisa hanyalah kepedihan.


bersambung.

__ADS_1


Terimakasih masih setia 😍😍😍


__ADS_2