
Beberapa hari berlalu..
Erika baru saja menyelesaikan sholat Dzuhur nya, Ia menatap mukena pemberian dari Agis.
Erika menyandarkan tubuhnya pada dinding lalu memejamkan mata nya mengingat kebersamaan nya dengan Agis.
"Erika nih bawa motor, aku yang bonceng deh !"
Ujar Agis kala mereka hendak pergi main ke daerah Lembang.
Dulu setiap weekend mereka selalu pergi main ke tempat indah di kota bandung.
Erika ingat saat itu ia terjatuh bersama Agis karena tidak hati hati mengemudikan motornya, Ia ingat saat itu Ia dan Agis terluka namun tidak parah.
Agis yang lanjut membawa motor kembali ke rumah karena tidak mungkin lagi melanjutkan perjalanan.
Dalam keadaan terluka namun Agis mampu membawa mereka kembali ke rumah.
dari situ Erika tahu bahwa sahabat nya itu memang lebih dari nya, Agis masih bisa kembali padahal ia terluka, tapi ia tetap bisa membawa nya pulang.
Erika rindu kebersamaan dengan Agis, pergi tamasya dan berlibur bersama.
kedua nya selalu menikmati makanan bersama, bertukar pakaian, tas dan sepatu.
namun seperti yang Agis tegaskan pada nya setelah permasalahan itu menimpa. bahwa ia tidak bisa berbagi Rayan dengan nya, Agis memilih untuk mengalah.
selama ini Agis selalu mengalah dari hal apapun, begitu juga perihal Rayan.
Apa yang kurang dengan sahabat nya itu ? Ia salah karena terlalu egois.
Mungkin ia tidak akan pernah mendapatkan sahabat sebaik Agis ? dalam keadaan terluka pun ia memohon pada Rayan untuk tidak menceraikan nya, tapi semua malah ia sia sia kan.
Seharusnya ia sadar sejak lahir Noval, Tuhan sudah menunjukkan apa yang selama ini mereka lakukan.
bibir nya sudah banyak berbohong pada agis, namun hati nya terlalu keras hingga ia tidak memikirkan bahwa Agis sudah banyak mengalah meskipun ia tersakiti.
Erika berpikir apakah masih ada kesempatan untuk menebus kesalahannya pada Agis ?
Erika ingin sekali bertemu dengan Agis dan meminta maaf atas semua kesalahan nya.
Tapi apa Agis mau bertemu dengan nya ?
**
ke esokan hari nya..
Lusa ini Agis berencana untuk memeriksa kehamilan nya dengan Ibra, hari ini suami nya harus pergi ke kantor karena ada meeting dengan orang Brunei Darussalam.
"Mas, agis dengar kalau Yuna tidak akan lanjut sekolah dan akan pulang ke Bandung. Agis kasihan kalau sekolah nya cuma sampai SMP!"
Ujar Agis sambil merapikan dasi Ibra.
"ya sudah kita suruh sekolah lagi saja, tidak apa-apa di Bandung juga. nanti kita yang biayai sekolah nya !"
Jawab Ibra memeluk pinggang istri nya itu.
"Kamu tuh baik banget sih dek, kamu masih saja memikirkan orang lain."
Cakap Ibra mencium hidung Agis.
__ADS_1
"kasihan mas, dia sudah tidak punya orang tua. Agis enggak lihat Erika tapi ibu Amina dan pak Hasan yang selalu baik sama Agis !"
jawab Agis lalu mendekap erat tubuh Ibra.
"ya sudah nanti kita bicarakan dengan Yuna dan bibi kamu di bandung. weekend ini kita pulang ke Bandung, sekaligus kita nanti ajak mereka pergi ke Brunei !"
Ujar Ibra membuat Agis tertegun sejenak mendengar apa yang Ibra sampaikan.
"Brunei ? untuk apa mas ?"
tanya Agis tak paham karena Ibra juga belum cerita soal resort yang ia bangun di pulau Brunei Darussalam.
"Nanti mas kasih tahu kamu !"
Jawab Ibra lalu mencium kening Agis.
"Mas berangkat sekarang saja. nanti hubungi mas kalau kamu menginginkan sesuatu !"
Agis mengangguk lalu menggandeng tangan Ibra keluar dari kamar nya.
si kembar sudah bisa berjalan dan kedua nya semakin aktif hingga Rosa memindahkan kamar mereka di bawah, dan saat malam Agis selalu membawa mereka tidur bersama.
"jangan capek capek ya !"
Pesan Ibra sebelum naik ke mobil, tiba saja pintu gerbang terbuka dan terlihat sebuah mobil mewah masuk ke halaman rumah itu.
Ibra memperhatikan seorang pria yang turun dari mobil tersebut lalu menghampiri mereka berdua.
"Ibu mu ada di dalam ?"
Tanya Arifin menatap wajah Ibra, terlihat dengan jelas raut kemarahan pada wajah Ibra melihat pria itu datang kembali ke kediaman mereka.
"Ada pak, ibu di dalam !"
Arifin langsung masuk ke dalam rumah meninggal kan Agis dan Ibra di depan rumah.
Ibra mematung dengan nafas memburu, ia tidak suka melihat pria itu mendatangi ibu nya.
"Mas..."
Seru Agis menyentuh pundak Ibra.
"pak Arifin paling cuma sarapan doang, Agis tahu kok. Ibu juga jarang nemenin !"
Ibra menoleh ke arah Agis, jadi sudah beberapa kali Arifin datang.
"Mas, udah dong Kamu kan mau berangkat kerja !"
"ya, tapi mas enggak suka dia datangi ibu !"
Sergah Ibra.
"ya, tapi kalau ibu tidak keberatan bagaimana? terkadang seseorang berhak mendapatkan kesempatan kedua !"
Agis tertegun saat Ibra langsung memeluk tubuh nya erat.
"Ibu itu seperti kamu dek, di khianati !"
Agis menghela nafas panjang.
__ADS_1
mungkin keadaan nya tak sepatah ia dengan Rayan. Agis sendiri sudah merelakan dan berharap Rayan juga bisa mendapatkan kebahagiaan nya.
"Mas, mungkin kasusnya sama, tapi seperti nya pak Arifin tidak seperti Rayan. Dia sudah berubah dan ingin menebus kesalahannya di masa lalu !"
Ujar Agis.
Ingin sekali memberi tahu Ibra kalau sebenarnya Ayah nya itu tengah sakit kanker, dia datang ingin menghabiskan sisa hidup nya bersama dengan anak dan perempuan yang tulus mencintai nya.
Rosa bercerita pada Agis kemarin, namun beliau mengatakan untuk tidak memberi tahu Ibra. karena Rosa sendiri yang akan memberi tahu ibra nanti.
"sudah ya mas !"
Ibra mengangguk lalu pamit pada Agis. Arul sudah menunggu nya sejak tadi di mobil.
lepas itu Agis masuk ke dalam rumah dan melihat Rosa tengah menyiapkan sarapan untuk pak Arifin.
"Agis, kemari..!"
Ajak Rosa mengulas senyum.
"Agis sedang hamil yah, si kembar mau punya adik."
Cakap Rosa pada Arifin.
"Alhamdulillah, ayah ikut senang. berati bertambah lagi cucu dan rezeki kita ya Bu."
Rosa mengangguk.
Uhuk,,uhuk...
Tiba tiba saja Arifin terbatuk-batuk dan mereka kaget saat melihat darah mengucur dari hidung Arifin.
"Masya Allah....!"
Ujar Rosa bergegas menghampiri Arifin.
"Ayah, Kita ke rumah sakit sekarang ya !"
Kondisi Arifin memang sudah lemah, namun ia tidak pernah menampakkan nya pada Ibra.
Baru kemarin ia bercerita pada Rosa dan meminta maaf atas segala kesalahannya di masa lalu.
"Cepat Bu, Agis panggil supir dulu untuk bantu kita !"
"jangan beri tahu Ibra dulu, usai meeting saja !"
Pinta Arifin membuat Rosa tertegun sementara Agis pergi keluar rumah untuk memanggil supir.
*
**
***
bersambung..
Terimakasih sudah Mampir.
Reader tercinta ayo ramaikan novel author yang baru ya, author mohon dukungan nya 😍😍🙏
__ADS_1
terimakasih 😍😍😍