Mengapa Harus Sahabat Ku?

Mengapa Harus Sahabat Ku?
ektra part enam.


__ADS_3

Beberapa hari berlalu..


Rumah sudah ramai dengan kerabat yang datang untuk menghadiri acara aqiqah Ridwan.


Agis tak menyangka kalau acara itu juga teruntuk nya. Ibra mengatakan kalau ia juga membeli domba untuk Aqiqah nya.


Agis pikir Ibra hanya akan membeli domba untuk Ridwan saja, tapi juga memikirkan Aqiqah istri nya yang belum terlaksana.


Alan juga menyempatkan datang ke Jakarta untuk ikut serta pada acara itu.


Ia juga mengajak Yuna hadir, usai acara yuna berencana untuk menjenguk sang kakak di penjara.


"kamu naik apa lan ?l"


Tanya Agis saat keduanya sampai di rumah itu.


"Dari Jawa naik kereta, Alhamdulillah dapat izin. Alan ke Bandung dulu untuk ajak Yuna kemari !"


Yuna hanya mengulas senyum. Sebenarnya malu berada di tengah tengah mereka jika mengingat kelakuan sang kakak. Tapi Alan terus memaksa mengajak nya ikut.


"ya sudah kalau begitu kalian makan dulu ya, sekolah kalian lancar kan ?l"


Kedua nya mengangguk lalu beranjak dari duduknya.


Agis kembali menghampiri Ibra dan bayi kecil mereka yang tengah dalam pangkuan suci.


"Mereka suruh makan aja dulu dek !"


Ujar Ibra pada Agis yang duduk di samping nya.


"Sudah mas, sekarang mereka bersama bibi di ruang makan."


Ibra menganggu lalu merangkul pundak istri nya itu.


Jimi mengatakan bahwa akan ada beberapa wartawan yang meliput acara syukuran aqiqah tersebut. Agis tak keberatan jika semua mendapatkan izin dari Ibra.


Dan tentunya Ibra tidak keberatan dengan hal itu.


Walau bagaimanapun sekarang istri nya itu sekarang di kenal masyarakat luas, dan malahan sudah ada yang menawarkan beberapa job untuk Agis manggung di beberapa tempat. namun Agis menolaknya perihal Ia yang tidak ingin melewati tumbuh kembang Ridwan.


Agis berpikir bahwa kesempatan itu mungkin akan datang lain kali, namun merawat si kecil tidak ada bisa terulang lagi.

__ADS_1


Selain itu si kembar juga semakin aktif, Agis juga harus tetap mengawasi meskipun ada dua baby sitter.


Sebenarnya Ibra tidak melarang asalkan Agis bisa mengatur waktu, namun Agis memilih untuk merawat anak anak mereka di banding menghabiskan waktu di luar dengan pekerjaan yang tidak ada habisnya.


bersama si kecil akan ada masa nya mereka besar dan mandiri tanpa orang tua. Dan Agis tidak mau melewatkan waktu itu karena keadaan ini adalah hal yang begitu ia dambakan, tentu saja ia tidak akan menyiakan nya begitu saja.


*


Beberapa tamu sudah berdatangan begitu juga kolega bisnis Ibra yang sengaja ingin melihat bayi tampan mereka.


Semua persiapan sudah rapih dan tinggal menunggu pak ustadz datang untuk memulai acara aqiqah.


Ibra tertegun saat melihat sebuah mobil datang dan ternyata itu adalah Mama Reni.


Reni mendengar tentang Agis yang sudah melahirkan, Ia khawatir jika si kembar terabaikan.


"Assalamualaikum.."


"walaikumsalam... Mah. Silahkan masuk !"


Ujar Ibra dengan tenang meskipun sebenarnya ia bertanya tanya mengapa tiba tiba Reni datang dari London.


"Sava, Marwah. Oma datang !"


"No..."


Agis tertegun sejenak lalu memeluk keduanya.


"tidak boleh seperti itu sama Oma, ayo cantik cium tangan Oma !"


Keduanya menggeleng memeluk erat tubuh Agis hingga Agis pengap. Gegas Rosa menghampiri Reni yang baru saja datang.


"Halo apa kabar jeng ?"


"baik, aku kangen sama cucu ku. Tapi mereka malah tidak mau mendekati ku !"


Ibra mendekati si kembar yang menarik narik tangan Agis untuk masuk ke dalam kamar.


"Kembar cantik, ayo ketemu sama Oma. Dady temani ya!"


"No, enggak mau !"

__ADS_1


Usia mereka hampir dua tahun dan keduanya memang sudah pintar berbicara.


"Jangan seperti itu, sama Mami ya !"


Ajak Agis lalu menuntun tangan keduanya menghampiri Reni. Sementara Ridwan bersama suci.


"Ayo salam sama Oma !"


Ucap Agis. Namun keduanya malah kembali bersembunyi.


"No..."


Jawab kedua nya membuat Agis menghela nafas panjang.


Sekarang saja setiap kali mau tidur mereka selalu berlari ke kamar Agis dan Ibra. Mereka tidak mau tidur sebelum Agis membaca kan cerita. Setelah pulas baru lah Agis bisa meninggalkan kedua nya di kamar. Dalam keadaan hamil besar pun seperti itu, namun Agis selalu sabar dan malah Ibra lah yang sering mengeluh jika anak anak hanya mau dengan Mami nya.


"Aku kira mereka tidak sedekat itu dengan kamu, Agis. Dan seperti nya mereka khawatir jika aku membawa mereka pergi. Aku memang sempat khawatir jika cucu ku terabaikan setelah kehadiran bayi kalian !"


Ujar Reni menyeka air matanya.


"Tapi ternyata mereka seperti nya bahagia memiliki ibu seperti kamu. Saya sedih jika mengingat anak saya yang sudah tiada. berharap kamu bisa menyayangi cucu saya seperti anak sendiri dan tidak ada batasan antara anak dan ibu tiri. Tapi tetap ibu dan anak."


Sambung Reni memperhatikan keduanya begitu erat memeluk Agis.


"ya, tentu saja saya menyayangi si kembar karena saya juga pernah kehilangan si kembar. Saya menganggap Si kembar anak saya sendiri, dan meskipun ada Ridwan tapi kami tidak akan membedakan keduanya. justru kasih sayang akan tetap terjaga agar mereka rukun dan saling menyayangi, sebab mereka saudara satu darah yang sama. percayalah bahwa saya menyayangi si kembar seperti anak kandung saya sendiri !"


Jawab Agis membuat Reni tergugu. Rosa mendekat lalu merangkul pundak Reni.


Rosa paham dan mengerti kekhawatiran Reni, namun seperti yang Agis katakan bahwa Mereka yang berada di rumah ini sangat menyayangi si kembar.


"Ayo sayang, peluk Oma nya !"


Titah Agis pada si kembar. Kedua nya langsung menurut lalu memeluk Reni yang langsung merengkuh kedua nya.


Ibra mengulas senyum memandang mereka yang tengah berpelukan.


Ibra juga salut pada agis, istri nya ini paling bisa merayu anak anak. Dan hanya pada Agis mereka menurut.


...***************...


Terima kasih sudah mampir 😍😍

__ADS_1


berapa part ya bonus nya 🤭🤭🤭💪😍


__ADS_2