Mengapa Harus Sahabat Ku?

Mengapa Harus Sahabat Ku?
Tuhan sedang menghukum nya.


__ADS_3

Rayan mengamati wajah lelah Erika karena seharian ini mengurus Noval yang rewel dan tak henti hentinya menangis.


Rayan masih ingat kejadian di rumah sakit, Amir tertegun melihat mereka bersama. Sedangkan Amir tahu betul kalau Rayan adalah suami Agis, Amir merasa heran dengan kebersamaan mereka sebab Erika dan Agis bersahabat sejak lama tapi kenapa Erika bisa bersama dengan Rayan.


Banyak orang mempertanyakan mengapa mereka bisa bersama ? Kenapa ia tidak berpikir ulang saat hendak bermain gila dengan Erika ? bukan hanya rumah tangga nya yang hancur, tapi persahabatan yang telah terjalin lama sebelum ada di diri nya.


Rayan benar benar menyesali kebodohannya karena mengkhianati Agis, dan sekarang ia sudah benar benar kehilangan.


Tak akan ada tegur sapa, manja dari Agis, tak akan ada lagi makanan enak yang selalu memanjakan lidah nya.


Rayan menghela nafas berat dan kelopak mata nya terasa perih karena air mata, Saat ini saja Ia merindukan Agis, Namun ia tidak bisa berbuat apa-apa sebab Ia tidak akan pernah bisa mengulang masa indah itu.


Rayan beranjak dari ranjang lalu pergi ke kamar mandi untuk mengambil wudhu, entah kapan ia melaksanakan kewajiban nya sebagai hamba, hanya Agis yang selalu mengingat kan nya soal itu.


"Bang jangan lupa sholat Dzuhur kalau sudah makan siang ya !"


Cakap Agis bergelayut manja pada pundak nya.


Cantik, manis, baik dan ia tidak mandul seperti ucapan dokter. Rayan terisak mengingat kedua bayi nya yang telah tiada, Tak tanggung tanggung Tuhan memberikan nya dua bayi sekaligus, namun karena kebodohannya Ia kembali pada yang maha kuasa.


Rayan masih berpikir ulang untuk menyampaikan tentang hal itu, tapi Agis harus tahu tentang keberadaan anak nya yang telah tiada.


mungkin nanti Rayan akan memberitahu Agis soal itu karena lusa ia akan pergi ke Jerman membawa Devita dan Noval.


**


Malam itu Ibra mendatangi kafe Agis, sebelum nya ia mendapatkan informasi dari Suci kalau Agis sudah resmi bercerai dengan Rayan dan siang tadi Ibra baru kembali dari Jerman.


"Salma....?"


Sapa Ibra menghampiri Salma yang tengah mencacat semua pesanan.


"Pak Ibrahim...?"


Ibra melempar senyum lalu duduk dekat pantry.


"Salma, Saya ingin bertemu dengan Agis !"


"Hum, tapi mbak Agis tidak ada di sini !"

__ADS_1


jawab Salma membuat Ibra tertegun sejenak.


"lalu dimana Agis ? apa ia sudah kembali ke rumah nya ?"


Tanya Ibra memindai wajah Salma.


"Tidak, tapi mbak Agis sudah kembali ke Bandung sejak lusa kemarin !"


Ibra mengangguk paham lalu beranjak dari duduknya.


"boleh tidak kalau aku minta alamat rumah Agis !"


Salma tertegun mendengar penuturan Ibra.


"Pak Ibrahim boleh Salma tanya sesuatu ?"


tanya Salma dan di anggukan oleh Ibrahim.


"hum, Salma enggak tahu loh sebenarnya pak Ibra masih singel atau sudah punya istri ?!"


Ibra mengangguk paham maksud Salma.


jawab Ibra membuat Salma tertegun sejenak.


"maaf pak Ibra! Salma tidak bermaksud untuk menyinggung !"


Ibra hanya mengulas senyum lalu meminta alamat Agis di Bandung.


Bukan hal yang mudah menjalani hari hari tanpa Azizah, namun kehadiran Agis seakan mampu merubah keadaan nya. apa lagi dengan permasalahan yang membuat nya iba, Azizah memang tetap berada di hatinya, namun seperti yang Ibunya katakan bahwa yang pergi tidak akan kembali, sedangkan kedua bayi nya butuh sosok ibu.


Ibra juga belum tahu langkah apa yang akan ia ambil selanjutnya, Namun saat ini ia hanya ingin bertemu dengan Agis dan memberikan nya support.


"Terima kasih Salma...!"


ujar Ibra dan di anggukan oleh Salma, Ibra langsung pergi meninggalkan kafe.


"mungkin enggak sih tuh duda keren suka sama mbak Agis !"


tanya Dewi mendengar obrolan mereka berdua.

__ADS_1


"Entah lah wi, tapi aku enggak yakin kalau mbak Agis mau kembali berumah tangga sebab ia bilang trauma dengan pernikahan !"


Dewi mengangguk.


"Ya, aku berharap kalau pak Ibra bisa meyakinkan mbak Agis kalau emang dia benar-benar suka dan menginginkan mbak Agis !"


"Ya, dulu mbak Agis pernah cerita kalau ia terdampar bersama pak Ibra waktu di Brunei Darussalam."


"Wah siapa tahu mereka jodoh ya!"


Salma mengangguk.


Terkadang Tuhan sengaja mempertemukan kita dengan orang yang salah sebelum Dia mempertemukan kita dengan seseorang yang tepat.


**


Hari ini Rayan dan keluarga berangkat ke Jerman untuk pengobatan, Erika tertegun melihat kondisi Devita yang begitu memprihatinkan.


Devita berbaring tak berdaya dan hanya air mata yang terus menetes mengalir di pipi nya.


Erika duduk di dekat Rayan tanpa mendekati Devita, keduanya tidak pernah bertegur sapa setelah kejadian di rumah sakit saat ia menolak Noval sebagai cucu nya.


Erika juga tidak menginginkan Noval seperti itu, Namun ketentuan Tuhan yang tidak bisa Elak kan selain menerima dengan lapang, Erika sadar akan semua kesalahan nya pada Agis dan Tuhan sedang menghukum nya lewat Noval.


"Kasihan ibu dan kalau beliau ada salah Abang harap kamu mau memaafkan nya Erika!"


Erika mengangguk lalu menatap Noval yang sudah terlelap.


kondisi nya sudah lebih baik dari kemarin, Amina tidak ikut karena mengurus adik nya yang seumuran dengan adik Salma, Alan.


Erika memejamkan mata nya yang lelah dan membiarkan Noval terlelap di sebelah nya dekat Rayan.


*


**


***


bersambung...

__ADS_1


terima kasih yang setia menunggu...😍😍😍


__ADS_2