Mengapa Harus Sahabat Ku?

Mengapa Harus Sahabat Ku?
Curiga.


__ADS_3

Agis memikirkan apa yang Andi katakan, Weekend ini Andi menyuruh nya untuk pergi ke rumah Devita, di sana Ia akan tahu semua nya.


Jadi benar ada yang Rayan sembunyikan dari nya, Agis curiga kalau mereka memang punya hubungan lebih dari rekan kerja.


kenapa mereka tega !?


Agis menarik nafas panjang lalu merebahkan tubuh nya di ranjang, Rayan bilang ia akan kembali malam ini, Agis sudah tidak peduli.


Ia akan segera kembali ke jakarta untuk mengecek semua pengeluaran Rayan selama ini.


"Alan, besok kakak akan kembali ke Jakarta, kamu ikut dengan kakak ya!"


Alan tertegun, Ia sebenarnya lebih senang tinggal di kota itu, tapi ibunya sudah tidak ada.


Saat ini hanya Agis yang menjadi keluarga nya, Alan terpaksa ikut ke Jakarta dan tinggal bersama Agis.


"ya kak...!"


"Kenapa tidak menunggu sampai pengajian usai gis, Rayan juga akan kembali kan ?"


Agis terdiam sejenak, Ia harus segera mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


"Paman minta kamu bersabar hingga pengajian ibu mu selesai gis, setelah itu kamu bisa kembali ke Jakarta !"


Agis mengangguk, saat ini ia memang harus mengungkapkan semua itu secara sembunyi-sembunyi, Ia harus punya bukti kuat untuk melabrak mereka.


"ya sudah Paman, maafkan Agis ya!"


Susanto mengangguk paham dengan apa yang Agis rasakan.


Agis masuk ke dalam untuk menghubungi Andi.


"Ada apa Agis ?"


"kak, tolong hubungi pihak bank kalau Agis minta laporan semua keuangan yang keluar dari rekening nya bang Rayan !"


"oh ya, nanti aku hubungi mereka !"


jawab Andi lalu mematikan panggilan telepon itu.


Andi tahu Agis pintar jadi sebelum bertindak ia pasti akan mencari bukti kuat terlebih dahulu.


Gegas Andi menghubungi pihak Bank meminta laporan penarikan rekening Rayan.


*


Malam itu Rayan kembali ke Bandung, Acara pengajian sudah selesai. pihak bank mengatakan bahwa besok siang mereka akan mengirim laporan tersebut.


Rayan masuk ke dalam kamar dan melihat Agis yang sudah terlelap, siang ini kepala nya terasa pusing dan mual, seperti nya magh nya kambuh karena ia sering terlambat makan.


"sayang kamu sudah tidur, Abang bawa makanan untuk kamu.!"


Rayan membangun Agis yang sudah tertidur.


waktu menunjukkan pukul sebelas malam, Agis mengerjapkan matanya mendelik ke arah Rayan.

__ADS_1


"Aku ngantuk bang...!"


Saat mengetahui kalau Rayan menyembunyikan sesuatu dari nya, Agis malas meladeni suami nya itu. kecewa itu mulai menggerogoti hati nya.


"Ya, tapi bibi bilang kamu belum makan ! benar magh kamu kambuh lagi ?"


Agis beranjak dari duduknya lalu menatap wajah Rayan, pria yang sudah tiga tahun ini menjadi teman hidup nya.


"kamu kenapa sayang ?"


Agis memejamkan mata nya saat Rayan mengusap kepala nya sayang, Rasanya enggan menerima perlakuan itu tapi tubuhnya merespon meminta.


"Aku ngantuk bang!"


Sekuat tenaga Agis melawan keinginan tubuh nya, mengingat kecurangan Rayan membuat Agis mampu melawan keinginan itu.


"ya sudah kamu Istirahat saja !"


Agis kembali meringkuk, Rayan naik ke ranjang lalu menyelimuti Agis yang kembali tertidur.


Rayan termenung sendiri, begitu susah membujuk Erika agar membiarkan nya pergi ke Bandung.


Tadi siang uring-uringan karena beberapa karyawan ada yang menggunjing hubungan mereka berdua, seperti permintaan Erika, Rayan memecat mereka yang berani bergosip tentang mereka berdua.


Weekend ini Devita hendak membuat acara syukuran kandungan Erika, berharap Agis tidak mengetahui dan ia tetap di Bandung.


Rayan merebahkan tubuhnya dekat Agis, memeluk nya dari belakang.


Agis tak bergeming, ia tertidur dengan pulas, entah kapan terakhir kali keduanya berhubungan, sementara waktu nya ia habiskan lebih banyak dengan Erika.


seperti saat ini Ia juga lelah dan mengantuk, tak menunggu waktu lama Rayan terlelap bersama Agis.


beberapa hari kemudian...


*


pagi...


*


Agis menyiapkan sarapan untuk Rayan, Ia sudah mendapatkan bukti akurat dari pihak bank mengenai pembelian mobil, apartemen yang entah untuk siapa karena tidak ada keterangan lain, dua hari ini Rayan bersama nya di bandung, dan Weekend ini Rayan akan kembali ke Jakarta karena ada pekerjaan mendadak, Agis tidak percaya dan dia akan mengikuti Rayan ke Jakarta tanpa sepengetahuan nya.


"Sayang kamu kenapa ?"


Tanya Rayan melihat Agis memijatnya kening nya yang terasa pusing.


"enggak apa apa !"


jawab Agis datar duduk di samping Rayan.


"siang ini kita pergi jalan jalan yuk !"


Ajak Rayan, biasa nya ia akan mengajak Agis pergi ke situ danau yang terletak tidak jauh dari kediaman mereka.


Agis mengangguk tak menolak ajakan Rayan, jika terbukti Rayan selingkuh kemungkinan kebersamaan itu akan menjadi yang terakhir.

__ADS_1


Kesalahan apapun bisa termaafkan terkecuali pengkhianatan, bukan hanya menghancurkan hati dan perasaan tapi juga kepercayaan.


*


Siang itu keduanya pergi menggunakan kendaraan roda dua menuju tempat wisata situ Patenggang Ciwidey, Rayan menarik tangan Agis agar memeluk pinggang nya.


Rayan bisa merasakan kalau Agis bersikap dingin pada nya sejak ia kembali dari jakarta.


"sayang apa kamu sakit ?"


Agis menggeleng kan kepala nya kemudian bersandar pada punggung Rayan, air mata jatuh membasahi punggung Rayan, Agis masih berharap bahwa kecurigaan nya salah.


Agis berharap kalau Rayan tetap setia pada nya.


tapi bagaimana kalau Rayan benar benar mengkhianati nya dengan Erika !? tapi kenapa harus dengan Erika ? Erika adalah sahabat nya ?


Tak berapa lama mereka sampai di tempat itu, tidak terlalu ramai karena masih jam kerja, besok seperti nya tempat itu ramai karena weekend.


Keduanya masuk berjalan menuju situ, Agis tak banyak bicara. benak nya penuh kecurigaan tentang Rayan.


Rasa nya seperti mati rasa, Agis tiba tiba merasa lemas, gegas ia duduk di kursi dekat situ.


Kedua nya termenung mengingat kembali masa lalu, di tempat ini Rayan menyatakan cinta dan juga melamarnya.


Dan saat ini keadaan rumah tangga nya sedang tidak baik-baik saja,


"Aku enggak pernah bosan datang ke tempat ini !"


Suasana sejuk dengan pemandangan alam yang hijau, kebun teh menghampar sepanjang perjalanan.


Agis tak menjawab, Ia menelungkup kan kepala nya saat merasa kan kembali mual.


"Sayang, kamu mau makan apa ?"


Tanya Rayan memindai Agis yang tidak bergeming.


"Sayang, kamu sakit perut ?"


Agis beranjak lalu menatap wajah tampan Rayan, tiga tahun yang lalu dia adalah perempuan yang paling bahagia karena ungkapan cinta dan lamaran dari Rayan, tapi saat ini rasanya begitu sendu dan pilu.


"Aku baru tahu bang kalau kamu pandai bersandiwara ?"


batin agis memalingkan wajahnya dari Rayan.


Suasana tak seindah dulu, kenapa terlalu percaya dan lupa bahwa manusia kapanpun bisa berubah.


*


**


***


****


bersambung...

__ADS_1


terima kasih para reader yang masih setia 😍😍😍


__ADS_2