
Beberapa hari berlalu...
Ibra memperhatikan hujan yang turun, Agis duduk di ranjang sambil membaca buku.
Besok mereka akan pergi umroh bersama keluarga, Ibra menghampiri Agis yang langsung menoleh.
Ibra meletakan kepalanya pada paha istrinya itu.
"Kamu kenapa Mas?"
Tanya Agis menyimpan buku nya di meja.
"Dek, apa kamu mau Mas buatkan aquarium yang besar seperti di rumah itu ?"
Tanya Ibra kepikiran aquarium milik Agis.
"Oh itu, enggak mas ! Agis juga kadang suka malas bersihin nya !"
Jawab Agis mengulas senyum sembari membelai rambut Ibra.
Agis sudah tidak ingin lagi menyangkut pautkan kehidupan nya dengan masa lalu bersama Rayan.
Ia bahkan tidak ingin tahu hubungan Rayan dan Erika, Agis tidak tahu kalau sekarang mereka tengah dalam proses perceraian.
"Oh kirain kamu mau Aquarium yang lebih besar dari itu !"
Agis terkekeh lalu mencium pipi Ibra.
Untuk apa ? mengingat masa lalu yang pilu ? sebaiknya tidak !
"Besok kita kan mau berangkat Mas, sebaiknya kita istirahat saja !"
Ujar Agis lalu Ibra beranjak kemudian memeluk tubuh nya erat.
Paman dan bibi nya sudah berada di jakarta, besok mereka akan pergi bersamanya termasuk Alan.
"Mas minta maaf kalau belum bisa sepenuhnya membahagiakan kamu dek, tapi mas akan terus berusaha memberikan yang terbaik untuk Kamu !"
Ujar Ibra sembari memeluk Agis.
"Kamu sudah memberikan yang terbaik mas, terimakasih.
Agis hanya ingin belajar qonaah, merasa cukup dengan apa yang kita miliki dan bersyukur atas nikmat yang Tuhan berikan hingga detik ini, yang terpenting adalah kita masih di berikan kesempatan merubah diri agar lebih baik lagi dan menjadi hamba nya yang tawakal !"
Ujar Agis menatap wajah Ibra.
Apa yang harus ia minta, kenyataan nya Tuhan sudah memberikan apa yang ia butuhkan.
Pundak yang siap menampung kepala nya untuk bersandar, tangan yang mengusap punggung nya dan mengatakan untuk tetap bersabar.
Semua yang ia jalani tidak lah mudah, apa ia kuat ? sebenarnya tidak, tapi tuhan yang menguatkan nya hingga ia mampu bertahan hingga sekarang.
__ADS_1
Hidup bukan hanya tentang memikirkan masa kini, tapi juga tentang kehidupan akhirat. bagaimana kita kelak mempertanggung jawabkan hak dan kewajiban kita sebagai seorang hamba.
Ibra memeluk tubuh Agis lalu mencium kening nya, Ada satu kejutan untuk Agis nanti, namun Ibra berpikir untuk memberi tahu nya nanti sepulang beribadah dari tanah suci.
"Ayo sekarang kita Istirahat ya!"
Agis mengangguk lalu merebahkan tubuh nya bersama Ibra.
pagi...
Agis dan yang lain nya sudah bersiap untuk pergi, Ibra memperhatikan istri nya yang cantik dengan dress cantik berwarna navy.
Agis senyum ke arah Ibra lalu memakai nikab nya, Hal itu justru menambah keanggunan nya.
"Ayo kita berangkat !"
Ajak Rosa meminta yang lain nya untuk segera naik mobil.
Gegas Ibra meraih tangan Agis untuk naik ke dalam mobil.
"Cantik !"
Desis Ibra di telinga Agis, istri nya itu langsung tersenyum mendekap tubuh Ibra.
"bismillah..!"
Pagi itu mereka pergi ke tanah suci.
Berbeda dengan Rayan pagi ini ia berada di rumah sakit karena kondisi Ramlan yang semakin menurun.
Ramlan drop saat mengetahui kalau perusahaan nya bangkrut.
Belum lagi masalah rumah tangga anak nya yang kacau balau, Rayan sudah melayangkan surat gugatan cerai pada pengadilan agama.
"Yah, bertahan lah untuk Rayan. sekarang tidak ada lagi yang menjadi penguat Rayan selain ayah dan Noval."
Ujar Rayan menggenggam tangan Ramlan yang kurus keriput.
Ramlan tidak menduga bahwa ia akan jatuh sejatuhnya. dulu ia menjadi seorang pengusaha sukses yang memiliki usaha dimana mana dan sekarang semua itu lenyap satu persatu karena kesombongan.
"Agis tuh orang miskin, mana bisa jadi menantu kita yah ? malu dong sama teman teman arisan ibu !"
ujar Devita sebelum Agis masuk dalam kehidupan mereka.
Empat tahun berlalu dan kini tak ada yang tersisa selain rumah dan satu buah mobil, kesombongan terus mengikis hingga menggerogoti miliknya hingga habis.
Devita selalu saja menghina agis, namun ia tetap sabar dan tidak pernah melawan Devita, berbeda dengan Erika.
perempuan itu selalu melawan Rayan dan tidak sedikit pun bersikap baik pada nya, Ramlan bersyukur karena Rayan sudah berpisah dengan Erika.
"Ya semoga umur ayah masih panjang Ray, carilah perempuan dan ibu yang baik untuk Noval !"
__ADS_1
Ujar Ramlan membuat Rayan tertegun.
Tidak selamanya yang bersalah terus menerima hukuman, sebenarnya Tuhan hanya memberi pelajaran agar Hamba nya sadar dan mau berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
Hidup adalah pelajaran yang tidak pernah selesai hingga saat nya kita pulang menghadap pada sang pemilik yang sebenarnya.
"saat ini Rayan hanya ingin fokus pada ayah dan Noval ! tak segampang itu mencari pengganti yah, Rayan masih sangat mencintai Agis dan mungkin saat ini lebih baik sendiri !"
Jawab Rayan merasakan kepedihan jiwa nya, Ia dengar kalau hari ini Agis pergi umrah bersama Ibra dan keluarga nya.
Rayan ingat Agis mengatakan bahwa hanya yang terpanggil akan datang ke tanah suci, bukan mereka yang memiliki uang banyak tapi mereka yang sudah Allah tetapkan datang sebagai tamu di tanah suci.
Dulu uang nya banyak, tapi tak ada satu pun keluarga yang menginjak ke tanah suci, apalagi almarhum sang ibu.
Dia malah sibuk dengan arisan dan shopping ke luar negeri.
Rayan menghela nafas panjang mengingat kehidupan nya yang tanpa berkah, yang ada beban tanpa usai.
Salma sudah keluar dari kafe karena Andi melarang nya untuk kerja, kini Salma hanya diam di rumah menunggu Andi pulang kerja.
Rayan mempercayai Dewi sebagai tangan kanan nya mengurus kafe, sebab saat ini ia tengah fokus pada kesehatan keluarga nya.
"ya sudah Ray, segera urus perceraian mu dengan Erika. ayah tak suka dengan sikap dan perilaku nya, jauh sekali dengan Agis !"
Tambah Ramlan semakin membuat pilu, ia memang bodoh. semua penderitaan terjadi karena kebodohan nya.
Sementara saat ini Arsen berusaha untuk menemui Erika setelah kejadian beberapa waktu yang lalu, Ia baru saja pulang dari luar kota dan merindukan Erika.
Namun beberapa kali menghubungi Erika tidak menjawab malah mengacuhkan nya.
Erika enggan bertemu lagi dengan Arsen karena takut dengan ancaman kedua istri Arsen yang garang itu.
Lebih baik menghindari Arsen, dan tidak lagi berurusan dengan nya.
mobil mewah nya sudah di ambil dealer karena ia tidak sanggup lagi membayar setoran.
Rayan juga sudah memberikan surat gugatan cerai pada nya, sekarang ia tidak memiliki apa-apa. uang saja ia dapatkan dari tabungan milik Amina.
Sebenarnya itu untuk keperluan sekolah Adiknya, tapi terpaksa Erika minta karena ia tidak memiliki uang sepeser pun.
di saat seperti ini siapa yang akan menolong nya ?
*
*
**
bersambung...
terimakasih para reader yang masih setia 😍😍
__ADS_1