
Beberapa hari berlalu...
Agis senyum melihat Ibra yang menggunakan kain ihram, Ia berjalan menghampiri Agis untuk pergi tawaf dan sa'i.
Agis tertegun melihat pundak Ibra yang kini tak ada nama Azizah seperti sebelumnya.
pria itu senyum lalu mencium kening nya lama, Agis menghela nafas panjang lalu mendekap erat tubuh Ibra.
"kamu sudah hapus tato nya mas ?"
tanya Agis dan di angguk kan oleh Ibra.
"Ya, maaf ya dek kalau selama ini mas enggak peka !"
Jawab Ibra membuat Agis terkekeh lalu kembali mendekap erat tubuh nya.
"Mas berdoa sama Allah, berharap bisa terus dengan kamu hingga kita menua bersama, beribadah bersama hingga ke janah !"
Ucap Ibra membuat Agis menitikkan air mata nya.
"Ya, amin mas !"
Jawab Agis menangis tersedu memeluk Ibra.
"Sekarang hanya kamu, kamu dan kamu !"Ujar Ibra mencium kening Agis.
"Semoga si kembar cepat dapat adik ya !"
tambah Ibra membuat Agis terkekeh sembari menangis.
"sudah, jangan menangis lagi sayangku !"
sergah Ibra menyeka air mata Agis lalu menciumi seluruh wajah nya.
"Ayo sekarang kita pergi beribadah !"
Agis mengangguk lalu berjalan keluar kamar dalam genggaman tangan Ibra.
Sesungguhnya Takdir Allah itu selalu baik meskipun harus dengan airmata kita menerima nya.
****
Erika terkejut saat tiba tiba arsen datang ke rumah nya dan masuk ke dalam kamar nya.
"Mau apa kamu Arsen?"
Tanya Erika menutup tubuh nya dengan selimut karena waktu itu ia tengah menggunakan handuk saja.
"tentu saja aku rindu sama kamu Erika !"
Ujar arsen berjalan mendekati Erika yang tampak ketakutan.
"jangan takut seperti itu sayang, kita kan sudah biasa satu kamar !"
Tambah Arsen lalu menarik pinggang Erika.
"Lepas, aku tidak mau Arsen!"
__ADS_1
Tolak Erika melepaskan tangan Arsen namun pria itu memaksa dan menyentuh milik nya hingga Erika meringis, namun ia sudah berjanji untuk tidak melakukan hal itu lagi dengan Arsen.
Ia benar-benar ingin berubah dan tidak mau mendapatkan masalah karena kedua istri Arsen sudah mengancam nya.
"Tidak, aku tidak mau melayani mu Arsen !"
Namun arsen tetap menginginkan Erika melayani nya hingga ia mengikat tangan Erika agar ia bisa bebas menjajah tubuh nya.
Erika meronta-ronta dan menendang milik Arsen.
"Dasar wanita murahan, berani kamu sama aku !"
Arsen mendekati Erika lalu menjambak rambut nya hingga Erika mendongak kesakitan.
"Kau pikir bisa lepas dari ku hah ?"
Erika menitik kan airmata nya lalu kembali mendorong Arsen kemudian berlari ke dapur untuk mengambil pisau, mata'nya sudah gelap Erika benar benar muak dan Saat Arsen kembali memeluk nya Erika langsung menghunus kan pisau itu ke dalam perut Arsen, tak menunggu lama Pria itu langsung terkapar dengan bersimbah darah.
Tangan Erika bergetar lalu menjatuhkan pisau tersebut di lantai.
"Ah.....!"
Teriak Erika lalu tak sadarkan diri di samping mayat Arsen.
Seketika itu tetangga datang dan langsung mengevakuasi korban dan Erika yang pingsan.
...****************...
Beberapa hari berlalu...
Serangkaian kegiatan Umroh berjalan dengan lancar, Dua pekan ini mereka berada di tanah suci dan esok mereka akan kembali ke tanah air.
Gegas Agis beranjak dari duduknya lalu mendengar kan berita itu dengan seksama.
"Erika sudah membunuh seorang pria."
Gumam Agis sendiri dengan nafas tersengal.
"Astaga, apa yang terjadi ?"
Tanya Agis membuat Ibra menoleh seketika.
"Ada apa sayang ?"
Tanya Ibra menatap wajah Agis yang memucat.
"Erika membunuh teman prianya mas !"
Jawab Agis lalu memberikan ponselnya, dan terkejut melihat berita tersebut.
"kasihan adiknya mas, Ibu Amina sudah meninggal dan mereka tidak punya kerabat !"
ujar Agis lalu memeluk Ibra.
"Mas boleh enggak Agis nangis ?!"
Tanya Agis dan di anggukan oleh Ibra.
__ADS_1
"Ya Allah kenapa semua harus seperti ini ? kenapa harus orang terdekat ku ? kenapa harus sahabat ku ?"
Gumam Agis menangis dalam dekapan Ibra.
Ibra tertegun mengingat Kemarin Agis berdoa dengan khusuk, ia bersujud sambil menangis tersedu.
Agis mengingat semua yang pernah terjadi, semua tidak mudah karena beberapa waktu ini Tuhan mengambil orang orang yang ia sayangi.
Ayah, ibu, kedua calon bayi nya serta seseorang yang tumbuh besar bersama.
Erika bukan hanya teman nya saat SMP, mereka memang besar dan tumbuh bersama di kota Bandung.
belajar bersama, naik sepeda bersama hingga apapun keduanya selalu bersama, Namun semua itu hancur seketika hanya karena sebuah ambisi.
Dan Rasa nya pilu mendengar kabar menyedihkan itu, kenapa sampai seperti itu ? dan kenapa semua terjadi pada Erika ?
Agis teringat akan Amina yang datang menemui nya di Bandung, beliau meminta maaf atas kesalahan Erika yang sudah merusak rumah tangga nya, Amina sangat menyesalkan apa yang terjadi dan merasa malu karena perilaku Erika yang minus.
"Maaf kan ibu Agis karena tidak bisa mendidik Erika !"
Ujar Amina sembari menitikkan air mata nya.
"Ya Agis sudah memaafkan Bu !"
Jawab Agis lalu membiarkan Amina memeluk nya.
"Ibu berharap Tuhan memberikan mu kebahagiaan yang lebih dari sebelumnya !"
Doa Amina seakan terkabul, Tuhan langsung mengganti nya dengan yang lebih baik.
Terkadang Tuhan memang sengaja mempertemukan kita dengan orang yang salah sebelum menemukan yang benar.
"Sudah sayang, semua sudah menjadi jalannya.percaya lah bahwa tidak ada yang kebetulan, semua sudah Allah rancang dan kita sebagai hamba nya harus menerima apapun yang menjadi kehendak nya !"
Ujar Ibra menghapus air mata Agis.
"Biarkan Erika belajar dan introspeksi diri, mungkin tuhan sengaja menempatkan nya di penjara agar ia belajar untuk memperbaiki diri nya."
Tambah Ibra dan di anggukan oleh Agis.
Seperti apapun Erika, Agis tetap sedih mendengar kabar itu, ia tidak menaruh dendam atau mensyukuri keadaan Erika, ia justru prihatin.
Dulu mereka tempat berbagi saling mengisi dan menguatkan, tapi kini semua itu sudah berlalu dan tinggal kenangan.
Masa indah itu tidak akan pernah terulang lagi, persahabatan menjadi korban atas keegoisan.
Semua hancur perlahan lahan, dan tuhan menunjukkan bahwa ia tidak pernah tidur dan sesungguhnya hanya Dia yang selalu ada dan tidak pernah meninggalkan hamba nya.
"Aku tidak kuat tapi tuhan yang menguatkan aku, Allah yang membangkitkan semangat ku hingga aku bisa bernafas lega dan mengucap syukur atas semua nikmat yang selalu tercurah tanpa henti."
Agis menyeka air matanya dan berdoa untuk Erika, semoga Allah memberikan nya hidayah.
bersambung..
lanjut enggak nih 🤭🤭😍💪
Terimakasih sudah mampir dan mendukung author.
__ADS_1
semoga para reader sehat selalu ya, nikmat sehat adalah nikmat yang luar biasa yang tidak ternilai harganya.
💪💪💪