Mengapa Harus Sahabat Ku?

Mengapa Harus Sahabat Ku?
ketetapan Tuhan.


__ADS_3

Arifin meminta untuk bertemu dengan pengacara nya, ia tahu waktu nya tidak akan lama lagi.


"Selamat siang pak Arifin !"


ujar Tejo, pria itu sudah menjadi pengacara Arifin selama bertahun tahun.


"Siang pak Tejo !"


Ucap Arifin lalu menyampaikan maksud nya untuk melimpahkan semua harta dan kekayaan nya pada kedua anaknya dan juga Rosa, ia tidak mau jika ia pergi tanpa meninggalkan wasiat. Arifin Juga meminta Tejo mengganti semua nama nya dengan nama Ibra dan juga suci hingga kelak saat ia tiada mantan istrinya tidak akan bisa menggugat apapun karena semua sudah berganti pemilik.


Tejo langsung melaksanakan apa yang di perintahkan oleh Arifin.


"Aku merasa tidak akan lama lagi !"


Ujar Arifin ingin melindungi apa yang menjadi hak anak anak nya, sebab bersama perempuan itu ia tidak memiliki anak.


"Saya berharap anda sembuh pak Arifin..."


Ucap Tejo prihatin melihat Arifin lemah tak berdaya seperti itu.


Agis sendiri berada di rumah mengawasi si kembar bermain, Ibra tengah berada di kantor mengurus pekerjaan nya karena besok mereka akan pulang ke Bandung.


Sebenarnya Ibra tidak ingin Arifin kembali pada keluarga nya, tapi ternyata rasa cinta sang ibu tidak pernah berubah. Ia ingin berada di sisa akhir hayat Arifin. Salut dengan ketabahan hati sang ibu yang tidak menaruh dendam sedikitpun terhadap Arifin.


Rosa malah mengatakan bahwa Tuhan yang akan menunjukkan pada nya jika semua akan mendapatkan balasan atas segala yang di perbuat.


Sore itu keadaan Arifin semakin memprihatinkan, ia kembali sesak lalu tidak sadarkan diri.


Rosa meminta Ibra dan suci untuk ke rumah sakit, sementara Agis di rumah saja bersama si kembar.


Agis tertegun membaca pesan dari Ibra yang mengatakan bahwa kondisi Arifin semakin drop.


"Aku benar benar minta maaf Rosa, sampai kapanpun aku tidak akan bisa menembus semua kesalahan ku. Aku akan terus mengingat mu sebagai seorang yang tulus mencintai aku !"


Rosa tertegun mengingat percakapan terakhir mereka sebelum Tejo datang.


"Gimana keadaan ayah Bu ?"


tanya Ibra saat sampai di rumah sakit.


"semakin drop dan sekarang tidak sadar kan diri !"


jawab Rosa bercerita tentang Arifin yang meminta bertemu dengan Tejo sebelum ia drop.


"apa yang mereka bicarakan Bu ?"


Tanya Ibra.


"entah lah ayah mu meminta untuk berbicara berdua saja."


jawab Rosa lalu duduk di kursi tunggu.


"tadi nya Ibra dan Agis besok mau ke Bandung, kita kan mau lihat pesantren Alan Bu !"


Rosa mengangguk.


"ya sudah kalau begitu tidak apa-apa Ibra, kasihan Agis mungkin sudah menanti waktu itu, pergilah Ibra ke Bandung !"

__ADS_1


Ibra mengangguk lalu beranjak dari duduknya karena nanti akan ada suci yang datang menemani nya.


Usai itu Ibra kembali ke rumah, ia juga sangat lelah karena hari ini pekerjaan nya cukup banyak.


"Assalamualaikum !"


setengah jam berlalu ia sampai di rumah dan melihat Agis tengah bermain dengan si kembar.


"walaikumsalam... kamu sudah pulang mas ?"


Tanya Agis meraih tangan Ibra lalu meraih tasnya.


Ibra senyum melihat kedua buah putri nya yang cantik cantik.


"Sayang keadaan ayah semakin drop, ibu di rumah sakit bersama suci. ibu bilang tidak apa-apa kalau kita mau ke Bandung !"


cakap Ibra dan membuat Agis berpikir sejenak, apa tidak apa apa pergi dalam keadaan seperti ini ?


"ya sudah Kita lihat besok pagi saja, kalau keadaan nya membaik kita pergi mas !"


Ibra mengangguk lalu mengajak kedua nya bercanda, seketika itu hilang rasa penat nya melihat tawa mereka yang tanpa beban.


"Ya sudah Agis ke kamar dulu ya!"


Ibra mengangguk lalu lanjut bermain dengan buah hati nya.


*


**


ke esokan hari nya...


lepas dari bandung tadi nya Agis berencana untuk main ke studio musik milik Jimi, namun ia belum sempat karena Ibra juga masih sibuk.


ponsel Rosa berdering terlihat Rosa melakukan panggilan telepon subuh dini hari.


"Assalamualaikum, Bu datang kemari ke rumah sakit. dokter mengatakan kalau kondisi ayah tengah Kritis.


keadaan nya semakin lemah!"


Rosa menghela nafas panjang lalu menghampiri kamar Ibra.


Ibra sendiri baru bangun dan hendak menunaikan shalat subuh berjamaah bersama Agis.


tok tok..


Ibra menoleh pada pintu yang di ketuk.


Gegas Ibra menghampiri pintu lalu terlihat Rosa berada di balik pintu.


"ada apa Bu !?"


tanya Ibra melihat raut wajah Rosa tampak sendu.


"Ayah mu kritis dan sekarang keadaan nya semakin lemah !"


Ibra tertegun sejenak lalu menoleh ke agis yang sudah memakai mukena.

__ADS_1


"ya sudah kita sholat dulu sebelum berangkat ke rumah sakit !"


jawab Ibra lalu kembali masuk kemudian memberi tahu Agis tentang itu.


"Ya sudah mas, nanti saja kita ke bandung nya ! Agis juga khawatir sesuatu terjadi !"


Ibra mengangguk lalu kedua nya menunaikan shalat subuh berjamaah.


baru saja kemarin Arifin masuk rumah sakit dan sekarang Keadaan nya semakin melemah.


pagi itu mereka datang ke rumah sakit, Rosa tertegun saat melihat suci menangis dalam pelukan Jimi.


"Ada apa dek ?" Rosa bergegas masuk ke dalam dan melihat Arifin sudah tidak ada.


"Ayah pergi kak !"


jawab suci dan Ibra hanya bisa menghela nafas panjang.


semua sudah menjadi ketentuan nya, dan Ibra tidak bisa berbuat apa-apa selain pasrah dengan kenyataan yang ada.


"ikhlaskan... semua sudah menjadi ketetapan nya. yakinlah bahwa semua ini yang terbaik !"


kondisi Arifin memang sudah parah, selama ini ia datang juga sudah ringkih. ia hanya berharap bisa pergi setelah mendapatkan maaf dari istri dan anak anak nya.


"Ya sudah mas dan Arul akan urus kepulangan ayah ke rumah. kita akan segera mengurus pemakaman nya !"


Jawab Ibra lalu meminta Agis untuk tidak terlalu capek karena ia tengah hamil muda.


"Mas urus semua nya dulu, kamu temani ibu saja !"


Agis mengangguk-anggukkan kepalanya.


Agis melihat Rosa yang tengah berbicara dengan dokter, perempuan itu benar benar kuat.


Ia hanya menangis sekedar nya saja, mencoba untuk ikhlas menerima semua ketetapan Tuhan.


Rosa bahkan terlihat tegar padahal Agis tahu kalau sebenarnya ia juga rapuh, namun di hadapan anak anak nya ia selalu terlihat baik baik saja.


Gegas Ibra mengurus pemakaman Arifin setelah memberi tahu semua kerabat nya.


Agis menoleh ke arah lain seperti Erika bersama satu orang yang mendorong kursi roda nya.


"loh itu Erika kan ?"


Beberapa hari ini Erika demam tinggi hingga pihak lapas membawa nya ke rumah sakit.


Tak lama Yuna seorang diri mengejar kakak nya itu.


"Yuna tunggu !"


Seru Agis berjalan menghampiri Yuna.


"Ada apa Yuna ?"


*


**

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2