Mengapa Harus Sahabat Ku?

Mengapa Harus Sahabat Ku?
lapang dada.


__ADS_3

Sabarlah hati ( Elly Mazlein)


Saat kau datang dalam hidupku


Ku sangka ini cinta terakhir


Ternyata malam penuh bintang


Berakhir dengan mendung


Menari aku dengan gelisah


Lagi lagi lagi ku menangis


Sabarlah hati menahan perih


Terluka lagi dan lagi dalam kisahku


Tenanglah jiwa iring langkahku


Ku yakin pasti ada yang terbaik untukmu


Ternyata malam penuh bintang


Berakhir dengan mendung


Menari aku dalam gelisah


Lagi lagi lagi ku menangis


Meski hati sering dilukai


Takkan menyerah aku mencari cinta


Sabarlah hati menahan perih


Terluka lagi dan lagi dalam kisahku


Tenanglah jiwa iring langkahku


Ku yakin pasti ada yang terbaik untukmu


Sabarlah hati menahan perih


Terluka lagi dan lagi dalam kisahku


Tenanglah jiwa uh uh (tenanglah jiwa iring langkahku ku yakin pasti ada yang terbaik untukmu)

__ADS_1


Sabarlah wahai hati


Jangan menangis


...****************...


Saat ini Agis berada di Kafe, Ia memutuskan untuk tidak kembali pada rumah mereka dan tinggal di kafe sampai prosesnya selesai. setelah itu ia akan kembali ke Bandung dimana keluarga nya berada.


Tadi sore Ibra mengantar nya ke kafe setelah dari kantor pengacara, Agis kira suci bukan adiknya Ibrahim dan perempuan cantik itu ternyata sudah menikah.


"Mas Ibra kok ada di sini ?"


tanya Agis setelah ia bercerita permasalahan nya pada suci dan Ibra menjawab kalau suci adalah adik nya.


Agis tak tahu kenapa selalu kebetulan Dan semesta selalu mempertemukan nya dengan Ibra.


"Semangat ya Agis jangan sedih. jika perlu bantuan katakan saja jangan sungkan !"


Ujar Ibra dan di anggukan oleh Agis.


Rasanya lega dan ringan setelah ia mengurus perceraian nya dengan Raya. Agis berharap tuhan selalu memudahkan jalan nya untuk bangkit dari semua kesakitan.


......................


Rayan masuk ke kamar di mana bayi mereka tengah tertidur dalam box bayi, Rayan menatapnya lekat lalu mencium nya lama.


"Ayah tidak akan tinggal diam melihat mu seperti ini nak. meskipun semua terjadi karena kesalahan ayah !"


Ya mungkin benar apa yang Rayan katakan tadi, apa yang terjadi memang karena kesalahan nya yang sudah banyak berbohong pada Agis.


Erika mengurung kan niat nya menghampiri Rayan, ia kembali duduk di ruang tengah sendiri termenung mengingat apa yang sudah terjadi pada kehidupan nya.


Hingga malam Rayan bersama Erika di rumah itu, Ia terus menggendong bayi nya lalu Erika menghampiri Rayan.


"Bang, kamu enggak pulang ?"


Tanya Erika membawa kan Rayan makanan.


"Aku dan Agis akan bercerai, dan secepat aku akan bawa Noval ke Jerman untuk operasi !"


sahut Rayan membuat Erika terdiam mencerna ucapan Rayan. jadi mereka akan bercerai? dan semua karena keserakahan nya.


"Kamu mencerai kan Agis, bang ?"


tanya Erika memindai wajah Rayan sendu.


"Enggak, tapi Agis yang menggugat cerai dan Abang tidak bisa memaksa nya untuk tetap bersama kita !"

__ADS_1


Sebenarnya Rayan tidak ingin berpisah dengan Agis apalagi Rayan semakin sadar kalau ia hanya mencintai Agis, tapi Rayan tidak mau terus memaksa karena Agis tidak sudi lagi hidup dengan nya.


Rayan masih ingat saat Agis tenggelam di kolam renang, Ia lebih memilih mengakhiri hidupnya karena tak ingin hidup dengan nya.


Rayan tak ingin sesuatu terjadi jika ia terus menggenggam nya paksa.


mungkin lebih baik Ia melepas kan dari pada mendapati Agis semakin nekat. Rayan takut kalau ia tidak Bisa melihat nya lagi jika hal buruk terjadi.


Rayan menyimpan bayi mereka di bok lalu duduk di tepi ranjang bersama Erika.


"Ayo istirahat Erika !"


Ajak Rayan merebahkan tubuhnya sembari menatap langit langit kamar, Erika juga diam memikirkan permasalahan mereka. Rasanya sesak mendengar Mereka berpisah ? kenapa ? bukan kah hal itu yang sejak lama Ia harapkan, tapi kenapa rasanya pilu mengingat Agis.


"Maafkan aku Agis ?"


Batin Erika menoleh ke arah Rayan yang sudah terlelap dalam mimpi.


*


**


***


Agis termenung menatap langit malam yang sepi tanpa bintang, Semesta seakan tahu keadaan hati nya.


Agis saat ini bersama Salma di kafe itu, Ia memutuskan untuk keluar dari rumah mereka meskipun Rayan mengatakan bahwa rumah itu untuk nya, Tapi Agis tidak ingin tinggal di mana banyak kenangan saat bersama Rayan dan Erika. Mungkin lebih baik menjauh karena mengingat semua itu hanya akan semakin membuat nya terluka.


kafe itu juga mereka berdua yang merintis namun Rayan menulis kan nama Agis sebagai pemilik kafe itu, dan Agis lebih memilih kafe itu di banding rumah karena di kafe itu ia tidak memiliki banyak kenangan seperti di rumah.


Di kafe itu ada dua kamar untuk ia dan karyawan yang tidak memiliki tempat tinggal.


Tadi sore Salma dan dewi sudah membawa barang barang serta pakaian Agis dari rumah.


Agis teringat saat ia menceburkan diri ke kolam, kenapa ia begitu nekat ?


Agis tak mau Rayan menceraikan Erika dan ia memutuskan untuk mengalah menyerah dengan keadaan itu.


Agis berharap mereka bisa menjalani kehidupan lebih baik seperti keinginan pertama mereka menjalin hubungan, masih tak percaya tapi itu adalah kenyataan yang harus ia terima dengan lapang dada.


"Semoga proses perceraian cepat selesai...!"


harap Agis lalu menghampiri ranjang kemudian menarik tubuh nya sendiri untuk naik ke ranjang. susah tapi ia harus bisa sendiri dan tidak menjadi beban untuk orang lain.


Sang bibi sudah kembali karena adik nya sakit tak ada yang merawat, secepatnya Agis kembali ke bandung setelah urusan nya selesai.


bersambung...

__ADS_1


Terima kasih yang sudah setia menunggu 😍😍


kalau weekend memang sibuk wara Wiri sana sini jadi author enggak sempat up, tapi Author usaha kan meskipun malam ya untuk para Reader tercinta author 😍😍😍


__ADS_2