
Ibra menatap dua buah tiket kereta api menuju Wonosobo, Agis pernah mengatakan ingin pergi ke negeri atas awan.
Ibra berencana akan mengajak Agis pergi weekend ini, kebetulan ia sedang tidak sibuk.
Agis pasti senang.
gegas ia beranjak dari duduknya lalu melangkah meninggalkan ruangan nya.
Sebelum pulang Agis dan Salma berkunjung ke rumah Amir, Agis ingin kenal dengan istri Amir yang baik hati mau menerima Yuna tinggal bersama mereka.
"ayo silahkan masuk !"
Ujar Sila senyum melihat Agis dan Salma.
"Agis ya !"
Agis mengangguk lalu berkenalan dengan sila.
Cantik dengan hijab instan nya, Agis rasa Amir sungguh beruntung.
"Aku sengaja datang untuk bertemu dengan mu sila."
Ujar Agis ingin berterima kasih karena Sila mau menerima Yuna di rumah itu.
"Ya mbak Agis, sila kasihan sama Yuna ! jadi enggak apa apa kalau Yuna tinggal di sini, sila senang kok !"
Jawab sila yang tidak keberatan Yuna tinggal di rumah itu.
Setelah itu mereka berbincang banyak hal, Agis senang bisa kenal dengan Sila, Usai itu mereka pamit pulang pada sila dan Yuna.
"Nanti hubungi kak Agis kalau kamu butuh sesuatu oke!"
Ujar Agis dan di anggukan oleh Yuna.
**
Agis lanjut mengantar kan Salma pulang, dalam perjalanan kedua nya ngobrol banyak hal.
Salma bercerita tentang keluarga Andi yang begitu baik pada nya, Agis juga sama. ia bersyukur karena memiliki mertua yang baik seperti Rosa.
Tak lama mobil sampai di depan rumah Andi, dan Salma langsung pamit pada Agis.
Mobil langsung melaju menuju rumah Ibra, waktu menunjukkan pukul setengah lima sore.
Apa Ibra sudah pulang ya?
Agis menoleh ke arah mobil Ibra yang sudah terparkir di halaman rumah. Agis langsung masuk ke dalam dan menghentikan langkah nya saat mendengar Rosa dan Ibra tengah berbicara berdua.
"Ya, tapi kenapa sih ibu biarkan ayah masuk begitu saja ke rumah ini ?" kalau Dia menginginkan rumah ini kita tinggal pindah saja !"
__ADS_1
Ibra terkejut saat melihat Aripin keluar dari kediaman nya, memang tidak ada yang kedua nya lakukan mereka hanya ngobrol biasa dan Aripin sempatkan untuk makan dan numpang mandi saja. Ibra tidak suka melihat ayah nya berada di rumah itu setelah apa yang terjadi di masa lalu.
Ibra tidak akan lupa saat Aripin meninggalkan mereka dalam keadaan susah demi perempuan lain dan sekarang mudah sekali dia masuk kembali ke rumah itu.
"Tidak Ibra, dia hanya menanyakan kabar kalian saja ! Ibu tidak ada rencana apapun !"
Jawab Rosa menganggap biasa kedatangan mantan suami nya itu.
"Ya sudah, Ibra hanya tidak suka dia datang dan pergi sesuka hati nya setelah dia memberikan kita duka. Ibra enggak mau ibu sedih lagi !"
"Ya, nak. ibu paham kekhawatiran kamu tapi ibu memang tidak memiliki rencana apapun dengan ayah mu !"
Rosa memang tidak memiliki rencana untuk kembali rujuk dengan Aripin, Apalagi ia belum berpisah dengan istri nya.
"Assalamualaikum....!"
Ujar Agis masuk ke dalam rumah.
"walaikumsalam... !"
Ibra langsung melempar senyum ke arah Agis yang berjalan menghampiri nya kemudian mencium tangan Rosa berganti pada tangan suaminya.
"Maaf mas Agis pulang terlambat, tadi antar Yuna ke rumah nya bang Amir dulu !"
Ujar Agis lalu menceritakan tentang pertemuan nya dengan sila.
Ibra mengangguk mendengar cerita Agis, Amir juga mendapatkan perempuan yang baik setelah ia kehilangan Erika.
Rayan juga seperti nya sudah tidak perduli terkait video yang beredar beberapa hari terakhir ini.
Agis tidak tahu soal video itu sebab Ibra juga mengetahui hal itu dari Arul.
Ibra enggan memberi tahu Agis karena khawatir dia semakin sedih dengan keadaan Erika yang semakin memprihatinkan.
Semoga jeruji besi bisa menyadarkan Erika hingga ia berusaha untuk merubah hidup nya ke arah yang lebih baik.
Usai itu Ibra mengajak Agis masuk ke dalam kamar, Ibra hendak mengatakan rencananya untuk pergi berlibur ke Wonosobo.
"Kamu mau mandi dulu mas, atau apa ?"
Tanya Agis senyum saat masuk ke dalam kamar.
Agis tahu suasana hati Ibra sedang tidak baik dan kewajiban nya menghibur suami nya itu.
"Kamu dulu deh sayang !"
Jawab Ibra terkekeh kecil memeluk tubuh istri nya, Ibra bersyukur karena sekarang ia memiliki Agis, tempat ia mencurahkan segala rasa.
"Mas, kamu kenapa sama ibu ?!"
__ADS_1
Ujar Agis lirih membiarkan Ibra terus memeluk nya.
Ibra melepaskan pelukannya lalu menatap wajah cantik Agis lekat.
"Enggak, cuma kesal aja sama orang yang datang dan pergi sesuka hati !"
jawab Ibra lalu mengajak Agis duduk di ranjang.
"Tapi ya sudahlah dek, Mas enggak mau bahas orang itu lagi !"
Sambung Ibra merebahkan tubuh mereka bersama ke ranjang, namun tiba tiba ia ingin bercerita tentang pria itu.
"Ibu tuh mengalami hal yang sama seperti kamu, Ayah selingkuh dengan teman ibu tapi ibu tidak sampai seperti kamu, keadaan nya memang terlihat baik baik saja namun Mas tahu kalau ibu juga sakit, dan saat rasa sakit itu berangsur membaik tiba tiba dia balik cuma untuk makan dan numpang mandi aja, alasan nya mau lihat keadaan anak anak. tapi sekarang Mas sama suci bukan anak kecil lagi seperti saat dulu dia pergi begitu saja !"
Ujar Ibra panjang lalu memeluk Agis.
"Ya, Agis paham mas !"
Ujar Agis mengusap kepala Ibra yang memeluk tubuh nya.
Bukan hanya Dia yang mengalami hal berat dalam hidup, orang lain pun sama tapi mereka tetap bertahan dan berusaha terlihat baik baik saja.
"Dek, Ayo kita pergi ke negeri di atas awan !"
Ujar Ibra mendongak menatap wajah istri nya yang langsung sumringah.
"bener mas !"
Ibra mengangguk.
"Ya, kita naik kereta api aja ya. kita pergi berdua saja !"
Ujar Ibra dan di anggukan oleh Agis.
Ia senang Ibra mengajak nya naik kereta api berbeda dengan Rayan, ia justru malas naik kereta.
*
Erika meringkuk sendiri dalam jeruji besi, lapar dan kedinginan. Tubuh nya bau karena beberapa hari ini hanya mandi sekali saja, itu juga ia harus memohon terlebih dahulu.
Erika sudah tidak sabar ingin di pindah kan ke rutan pondok bambu, Ia sudah tidak peduli dengan putusan pengadilan terkait kasus nya, Ia sudah pasrahkan diri dalam penjara.
"Yuna maaf kan kakak !"
gumam Erika, ia berharap Agis mau meraih adik nya. Erika yakin kalau Agis tidak akan membiarkan Yuna begitu saja, Ia tahu kalau Agis sangat menyayangi Yuna.
Ia kembali tertegun sendiri, Erika tahu seperti apa Agis ? lalu kenapa ia begitu bodoh menyia-nyiakan sahabat sebaik Agis, kalau sudah seperti ini Agis pun enggan meliriknya.
***
__ADS_1
bersambung..
Terima kasih sudah mampir 😍😍😍