Mengapa Harus Sahabat Ku?

Mengapa Harus Sahabat Ku?
extra part Lima.


__ADS_3

Beberapa hari kemudian..


Agis sudah kembali ke rumah setelah tiga hari menginap di rumah sakit. Ibra selalu mendampingi Agis dan tidak pernah sekalipun meninggalkan istri nya itu.


Pagi ini Agis tengah berjemur di bawah sinar matahari pagi bersama Si kembar yang berlarian ke sana kemari.


Agis mengulas senyum memperhatikan Ibra yang mengejar kedua kakak Ridwan.


Sementara bayi mereka bersama Rosa dan bibi yang baru tiba pagi ini.


Paman dan bibi nya baru sempat ke Jakarta karena kesibukan yang tidak bisa di tinggalkan.


Ibra kembali menghampiri Agis lalu menghalangi cahaya matahari yang menghangatkan tubuh nya.


"Mas...!"


Ujar Agis lirih mengulum senyum memperhatikan wajah tampan yang berada dekat dengan wajahnya.


Ibra mengulas senyum lalu mengecup kening Agis singkat. Keadaan ini tidak ia rasakan dulu karena Azizah langsung pergi meninggalkan nya setelah melahirkan si kembar.


"Gimana keadaan kamu dek ?"


tanya Ibra memindai wajah cantik istri nya pasca melahirkan.


"baik mas, kenapa ?"


Tanya Agis senyum ke arah Ibra yang duduk di samping nya.


"Kita aqiqah Ridwan pekan yang akan datang. Mas mau cari domba yang bagus dan besar !"


Cakap Ibra membuat Agis terkekeh kecil.


"kenapa sayang ? Kamu sudah aqiqah belum ?"


Agis menggeleng kepala nya pelan.


Ia lahir dari keluarga sederhana dan saat itu Keadaan ekonomi keluarga nya tidak memadai untuk aqiqah.


Sang ayah juga dulu hanya seorang petani dan ibu nya pemetik teh.


Agis tak pernah menuntut apapun pada orang tua nya, sebab untuk makan saja mereka harus bekerja keras.


Agis juga berusaha keras mengangkat kehidupan keluarganya hingga keadaan tak sesesak dulu.

__ADS_1


Namun saat itu Sang ayah lebih dulu menghadap Tuhan.


"dulu kehidupan Agis susah mas, Ayah cuma seorang petani. Agis kan dari kampung !"


Ujar Agis lalu bercerita tentang masa sekolah dasar, hingga ia lulus perguruan tinggi dengan beasiswa yang ia dapat kan dari hasil belajar dan kerja keras nya.


Semua Itu ia lewati bersama Erika, sahabat sejak susah hingga ia senang.


"Erika juga dapat beasiswa ?"


tanya Ibra mencerna cerita istri nya.


"enggak, Dia kan punya orang tua angkat yang sekolahin Erika sampai lulus kuliah. tapi sekarang mereka sudah tidak ada, dan kehidupan Erika memang berubah setelah orang tua angkat nya meninggal. Mereka meninggal karena sebuah kecelakaan dan hartanya di wakapkan.


Semenjak itu Erika memang sedikit berubah dan Agis juga tidak tahu kenapa dia sampai seperti itu, sebab apa yang Agis dapatkan adalah hasil jerih payah sendiri, bukan hasil pemberian dari orang !"


Jawab Agis bercerita pada Ibra bahwa perubahan Erika memang sudah lama, tapi ia tidak menyangka kalau Erika akan menghianati nya juga.


"Tapi semua sudah berlalu. Agis sudah ikhlas memaafkan dan berharap kejadian bertubi-tubi itu membuat Ia sadar dan berubah lebih baik !"


Sambung Agis lalu mendekap erat tubuh Ibra yang hangat.


Ibra mengusap punggung Agis lalu mencium pucuk kepala nya berulang kali.


Cakap Agis menatap wajah Ibra.


"Jangan pernah berubah... jadikan aku satu satu nya, bukan salah satunya!"


Ibra mendekap erat tubuh Agis erat lalu mengajak nya masuk ke dalam rumah.


"Tentu saja aku akan menjadikan mu satu satu nya ratu ku.


Bukan tentang kelebihan apa yang kamu miliki, tapi tentang keinginan untuk bersama hingga ke janah nya.


Aku akan mencintaimu dengan segala kekurangan dan kelebihan yang kamu miliki untuk melengkapi hidup ku."


Ibra.


**


Keduanya tersenyum bahagia melihat Ridwan tertidur pulas setelah di mandikan oleh Baby sitter.


"Nanti Agis mau belajar mandiin Ridwan...!"

__ADS_1


"ya, Agis kamu enggak perlu takut karena naluri seorang ibu itu tahu bagaimana memperlakukan anak nya dengan baik. Kamu pasti bisa !"


Jawab Rosa senyum.


"Bayi baru seminggu tidur nya sudah miring !"


Ujar Rosa terkekeh kecil mencium pipi cucu nya itu.


"Hai... aduh lagi ngeliat jagoan tidur rupanya !"


Ujar suci ikut bergabung dengan mereka.


Sementara anak nya ikut bermain bersama si kembar di ruang bermain.


"Ya ci, pekan depan rencana nya mau bikin acara syukuran aqiqah Ridwan !"


Jawab Ibra.


"Nih bang Jimi tahu tempat jual domba yang besar dan bagus !"


Jawab suci tersenyum menatap ke arah suami nya.


"ya langsung catering nya kak !"


jawab Jimi.


"Ya Udah kita berangkat sekarang deh !"


Jawab Ibra semangat lalu beranjak dari tempatnya bersama Jimi.


"Kenapa enggak Arul aja yang urus !"


Jawab Rosa menghentikan langkah Ibra.


"biar Ibra yang turun tangan langsung kalau urusan keluarga Bu. Lagi pula Arul juga sedang sibuk mengurus pernikahan nya dengan Dena !"


Jawab Ibra lalu beranjak bersama Jimi.


"Dari dulu Ibra selalu seperti itu, kalau untuk kepentingan keluarga ia selalu turun tangan langsung !"


jawab Rosa merasa bangga dengan putranya itu.


......................

__ADS_1


Terimakasih sudah mampir 😍😍😍


__ADS_2