
Rayan memperhatikan televisi yang tengah menayangkan acara tasyakuran aqiqah anak dari pelantun lagu jauh lebih indah yaitu mantan istrinya, Agista Nayla putri.
Rayan mengamati senyum bahagia dari perempuan yang sudah ia sakiti.
Sekarang perempuan itu sudah menemukan kebahagiaan nya, ternyata lepas dari genggaman nya ia mampu berdikari dan menunjukkan bahwa Ia mampu menemukan kebahagiaan nya sendiri tanpa dirinya.
Rayan menyandarkan tubuhnya pada sofa, mengingat masa dimana mereka masih bersama.
"Aku sangat mencintaimu bang !"
Rayan menarik nafas panjang mengingat perjalanan terakhir mereka saat ke situ Patenggang.
Cinta nya begitu besar tapi dengan bodoh nya ia sia sia kan begitu saja.
Rayan keliru tentang apa yang ia rasakan bersama Erika hanya lah Nafsu sesaat.
Entah apa yang merasuki nya hingga pada pupil nya terhalang sosok Erika yang tidak ada apa apanya di bandingkan dengan Agis.
Perempuan yang paling sabar menghadapi nya, perempuan yang paling memahami diri nya, perempuan yang siap berjuang dengan nya, Namun hal itu tidak membuat ia berpikir ulang untuk menyemai kebohongan bersama Erika.
"Aku benar-benar nyesel dek. tidak mudah untuk aku mencari pengganti kamu. Rasanya hambar dan aku tidak sanggup memulai nya bersama orang lain. Aku merasa hancur meski semua karena ulah diri ku sendiri, mungkin apa yang kamu rasakan lebih dari apa yang aku rasakan saat ini. kamu memang berhak bahagia, dan Ibra memang pantas untuk mu. Sebab ia jauh lebih baik dari aku !"
Gumam Rayan lalu mematikan televisi dan pergi melangkah menuju kolam renang.
Noval sedang pergi bersama tante nya. Sang ayah sudah menikah lagi dengan adik ibunya.
Rayan tak keberatan karena sang ayah juga butuh seseorang yang menemani di masa tuanya.
Dengan bantuan kerabat nya Rayan berusaha mengembangkan bisnis nya kembali meskipun tak sebesar dulu, namun ia mencoba merangkak naik.
__ADS_1
Rayan menatap air yang tenang mengingat ucapan Agis tadi.
Ia bilang meskipun sibuk tapi tetap prioritas utama adalah keluarga.
Ia menolak beberapa job manggung karena tidak mau meninggalkan si kecil.
Dari dulu memang ia selalu mengutamakan keluarga, Apalagi sekarang ia punya anak.
Agis pasti berusaha memberikan yang terbaik untuk buah hati nya. Rayan juga melihat dalam wawancara si kembar anak Ibra juga tidak mau jauh dari nya. dari situ Rayan tahu kalau Agis bisa menjadi ibu yang baik untuk anak anak nya Ibra.
Tutur kata nya yang halus, perilakunya yang lembut. Tak seperti Erika yang selalu marah marah jika Noval menangis.
Kedua nya dekat sangat dekat, tapi kenapa mereka berdua seperti langit dan bumi.
Agis bahkan tidak pernah marah, Ia hanya diam jika kesal dan tidak pernah ia menunjukkan ego nya.
"Ya tuhan bantu aku untuk melupakan dia, aku tahu mungkin perasaan sesal ini hanya bagian kecil dari hukuman mu atas kesalahan ku. Tapi aku mohon padamu Tuhan !!
Berikan aku hidayah MU, bimbing aku agar aku lebih dekat dengan Mu!"
Batin Rayan teriris pedih lalu menyeka air matanya.
"Sesibuk apapun kamu harus menyempatkan waktu untuk sholat, beribadah kepada Tuhan. Kita butuh Tuhan bang, jadi saat kamu lelah atau banyak masalah dekati Dia yang maha pengasih dan penyayang, Dia yang memiliki segala Nya dan Dia lah skenario terbaik di dunia yang fana ini !"
Agis selalu mengingatkan nya untuk sholat, menghadap Tuhan.
Dan entah kapan terakhir ia berbisik pada Bumi tentang kebesaran Nya.
"Cantik.... hampir sempurna dengan kebaikan serta keshalihan nya. kenapa Rayan kau begitu bodoh tergugu hawa nafsu ?"
__ADS_1
Rayan menopang kepala nya yang terasa pusing dan biarkan kali ia menangis terisak merasakan pedih nya kehilangan mutiara hati nya.
"kenapa harus sahabat aku bang, Kamu tuh benar benar gila ya!"
Rayan juga tidak bisa melupakan Agis menangis meraung merasakan perih nya terkhianati dua orang yang ia sayangi.
"maafkan Abang Agis !"
Gumam Rayan menangis tergugu memegang dadanya yang sesak.
"Tangis ini begitu menyesakan dada dan jika tidak mengingat Noval ingin sekali rasanya menenggelamkan diri di kolam ini.
Aku benar benar sangat menyesal!!"
Ramlan tertegun melihat Rayan yang menangis sendiri di depan kolam renang. Ramlan tahu apa yang Rayan rasakan dan semua pasti karena acara Tasyakuran Aqiqah Anak pertama Agis dan Ibra.
Tak ada yang lebih menakutkan dari sebuah penyesalan. Untuk berjalan sulit dan untuk kembali pada masa itu pun lebih sulit.
Waktu seperti ini lah yang harus kita hadapi lepas kehilangan. Hampa teraniaya sepi dan yang menyesakkan adalah menjalani kehidupan tanpa seseorang yang ternyata begitu berarti.
Kita barulah sadar bahwa keberadaan nya seperti separuh nafas, dan saat ia lenyap maka yang tersisa hanya lah pengap dan sesak.
Pelajaran berarti bahwa hanya dia yang Takut pada Tuhan lah yang akan selalu setia.
terimakasih para reader yang masih setia..
Sesal itu sesak, maka berpikir ulang lah saat hendak melakukan sesuatu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1