
Sonia( tangisan pilu)
Sekian lama aku menunggu
Berapa lama menanti-nanti
Namun dirimu masih jua membisu
Usah dirayu ada yang kasih
Usah ditimpa ada yang tak rela
Biarlah ku bawa diriku sendiri
Kepada siapa kan ku mengadu diri
Sedangkan dirimu tak lagi peduli
Apa kesalahanku dan apalah dosaku
Teganya dirimu menghukum diri ku
Oooh...
Kasih... lupakanlah diriku ini
Jika cinta tiada arti biarlah ku tanggung sendiri.
Sayang...tiada guna tangisan pilu
Kisah cinta hati menggebu
Relakan lah biar berlalu, tak mungkin lagi kan bersatu.
...****************...
Keduanya sama sama duduk di hadapan meja Hijau mendengar kan putusan dari hakim terkait perceraian tersebut.
Kedua nya sama sama mengangguk saat jaksa menanyakan kembali tentang keyakinan bahwa mereka ingin berpisah dan Agis mengangguk dengan mantap.
Rayan tertegun saat hakim memutuskan bahwa keduanya sudah resmi berpisah, Rayan menoleh pada Agis yang tidak bergeming.
Tidak pernah terbayangkan sebelumnya oleh Agis bahwa mereka akan berada di fase ini, duduk menghadap hakim perihal perceraian
rumah tangga mereka.
Cinta itu masih tersemat dalam hati, namun Agis mencoba untuk rela sebab semua sudah menjadi keputusan nya untuk tidak lagi bersama.
__ADS_1
Kedua nya sudah selesai menandatangani surat perceraian, Lagi lagi Rayan menoleh ke arah Agis yang bersikap acuh pada nya.
"Agis.....!"
Seru Rayan membuat Agis menoleh sedikit lalu memalingkan wajahnya, Agis sendiri tidak sanggup melihat wajah Rayan.
Ia juga merasa hancur, tapi Ia berusaha menutupi semua nya dari Rayan karena tak ingin bersama.
"Maaf kan Abang Agis...!"
Suci sebagai pengacara Agis tertegun melihat interaksi keduanya yang begitu memilukan.
Kedua nya masih saling mencintai, tapi karena orang ketiga semua nya hancur berkeping keping.
"Boleh Abang peluk kamu untuk terakhir kalinya ?!"
pinta Rayan berjongkok di hadapan Agis, beberapa hari tidak melihat Agis, perempuan itu semakin kurus.
Agis tak menjawab Ia membiarkan Rayan memeluk tubuh nya yang kaku, Agis terisak mendengar Rayan yang juga terisak.
"Maaf kan Abang Agis, Jaga diri kamu baik baik !"
Ujar Rayan kemudian pergi meninggalkan Agis dan Salma yang mematung melihat kedua nya sama sama menangis.
Rayan tak menyertakan perkara dengan harta Gono gini sebab Rayan sudah menyerahkan Rumah dan restoran untuk Agis.
"Tiada guna tangisan pilu, kisah cinta hancur berdebu....!"
Seperti lirik lagu diatas bahwa Kisah cinta hancur berdebu dan tak ada hal yang bisa di lakukan selain merelakan.
*
"Terimakasih Mbak suci sudah membantu saya dalam proses perceraian ini."
ujar Agis setelah mereka keluar dari ruang persidangan.
"Ya, Mbak Agis sabar ya ! suci yakin Tuhan akan menggantinya dengan yang lebih baik !"
Jawab suci dan di anggukan oleh Agis.
Ibra sendiri kini tengah berada di luar negeri karena urusan pekerjaan, namun lewat suci ia memantau proses perceraian Agis dan Rayan.
Setelah itu Agis kembali ke Kafe bersama Salma, sedangkan Rayan langsung ke rumah sakit sebab Ramlan mengatakan bahwa kondisi sang ibu semakin menurun.
*
Agis tertegun mengingat kejadian di ruang persidangan, tidak ada yang tahu jika akhirnya pernikahan nya berakhir di meja hijau.
__ADS_1
Susah payah membangun mahligai impian, namun sekejap mata semua hancur berkeping keping.
Hubungan keduanya memang tidak mendapatkan persetujuan dari Devita, namun keduanya bersikukuh ingin bersama karena cinta dan sekarang Devita pasti senang karena keduanya sudah bercerai.
Rayan menyerahkan rumah dan Kafe tersebut pada Agis tanpa embel-embel lain nya, Rayan memang sudah mengatasnamakan Agis pada kedua tempat itu jadi ia tidak ingin mengucik masalah harta Gono gini.
"Mbak....!"
Seru Salma membuyarkan lamunan Agis.
"rencana selanjutnya apa mbak ?"
Agis akan kembali ke Bandung dan meminta Salma untuk mengurusi kafe tersebut.
Ia ingin pulang dan menghabiskan masa Iddah nya di kampung halaman. paman dan bibinya juga sudah mengetahui perihal perceraian nya dengan Rayan, mereka juga tidak bisa berbuat apa-apa sebab semua keputusan ada di tangan Agis, apalagi hal itu terjadi karena kesalahan Rayan yang sudah menghianati nya.
"Sore ini juga aku akan kembali ke Bandung sal, tolong kamu jaga kafe ini ya!"
pinta Agis sebab tak ada yang ia percayai lagi selain Salma.
"Ya Mbak nanti Salma urus semua nya, biar nanti Salma dan Dewi antar Mbak ke Bandung !"
Agis mengangguk.
Rayan juga menyerah kan satu buah mobil dan satu sepeda motor yang sering Agis pakai.
Tidak ada yang Rayan bawa dari rumah selain pakaian dan surat surat penting nya.
Agis berpikir akan pulang ke rumah terlebih dahulu untuk bertemu dengan dua pembantu yang tiga tahun ini menemani nya mengurus rumah.
Kedua nya prihatin mendengar majikan mereka berpisah, mereka yang tahu bagaimana keduanya bersama sebelum badai besar melanda menghancurkan prahara rumah tangga yang dulu terjaga dengan baik.
"Terus nanti rumah ini siapa yang mengisi nya non ?"
tanya pembantu rumah bingung dengan nasib mereka selanjutnya.
"Agis belum tahu bi, hum mungkin rumah akan di sewakan sebab Agis sudah tidak mau tinggal di rumah ini lagi !"
Mereka tertegun mendengar penuturan Agis, apa itu artinya mereka akan keluar juga dari rumah itu.
"tapi untuk sementara waktu bibi urus saja rumah ini dan soal gajih akan Agis kirimkan nanti seperti biasanya !"
Ujar Agis kemudian pamit meninggalkan rumah tersebut.
bersambung...
happy reading....
__ADS_1
maaf komentar yang belum sempat author balas, terimakasih yang sudah mendukung author.😍😍