Mengapa Harus Sahabat Ku?

Mengapa Harus Sahabat Ku?
insecure.


__ADS_3

Senja itu Ibra mengajak Agis ke makam Azizah, Kedua nya mengaji di depan makam almarhum istri Ibra.


Agis tertegun melihat nama dalam pusara itu, Azizah beruntung karena terukir pada pundak Ibra, Agis ingat betul kalau nama itu yang terpatri pada pundak suami nya.


"Kamu kenapa sayang?"


Tanya Ibra memegang pundak Agis.


"Enggak Bang, hum.... maaf Mas!"


Jawab Agis termangu sendiri.


"Ya sudah kita pulang sekarang sudah sore !"


Ajak Ibra lalu mendorong kursi roda Agis menuju mobil.


"Hum,,mas kamu pasti lelah karena kemana mana harus angkat angkat aku !"


Ujar Agis saat Ibra mengangkat tubuh nya ke dalam mobil.


"enggak apa apa Agis, Mas enggak masalah dan rela melakukan apa saja untuk kamu !"


jawab Ibra lalu duduk di kemudi.


"Kita langsung pulang atau mau cari makan dulu ?"


Tanya Ibra menoleh ke arah Agis.


"Kita langsung pulang saja Mas !"


Jawab Agis menatap langit senja yang merah merona dengan indahnya.


Agis menyandar kan tubuh nya yang terasa lelah dan pinggang nya yang terasa sakit namun enggan mengeluh pada Ibra, rasa nya tidak jelas karena selalu merepotkan Ibra.


"Kamu kenapa hum ?"


Tanya Ibra mengusap kepala Agis hal yang selalu Rayan lakukan dulu dan itu membuat Agis membeku.


"Mas, Agis enggak suka mas elus kepala Agis seperti itu !?"


Ujar Agis berterus terang dengan keinginan nya.


"Ya sudah seperti ini saja !"


Jawab Ibra mengulas senyum sambil mengusap pipi Agis, perempuan itu langsung mengulas senyum.


"Maaf ya mas !"


"enggak apa apa sayang, bilang aja kalau kamu enggak suka!"


Agis mengangguk.


Tak lama mereka sampai di rumah dan Ibra langsung membuka pintu dan mengangkat Agis masuk ke dalam rumah.


"Sudah pulang ?"

__ADS_1


Tanya Rosa yang tengah menata makanan.


"Ya, Ibra sama Agis habis dari makam Azizah Bu !"


Rosa mengangguk.


"Oh ya, Ibra tadi Mami nya Azizah datang dan meminta si kembar bersama mereka selama kamu di Jerman !"


Ucap Rosa meminta izin pada Ibra perihal si kembar, sesungguhnya mereka merasa heran kenapa Ibra menikahi perempuan cacat seperti Agis yang jelas jelas tidak bisa membantu Ibra merawat si kembar.


"Oh seperti itu, Ya udah enggak apa-apa mereka juga kan keluarga si kembar !"


Jawab Ibra santai tanpa berpikir apapun.


"Ya sudah nanti Mami Reni datang lagi menjemput si kembar ?!"


Sambung Rosa kemudian duduk bergabung dengan mereka.


***


Agis masuk ke dalam kamar dan termenung sendiri, apa mungkin keluarga Azizah tidak setuju Ibra menikah lagi?


Agis menoleh ke arah Ibra yang keluar dari kamar mandi, pria itu mengulas senyum lalu duduk di hadapan Agis.


"Apa yang kamu pikirkan?"


tanya Ibra paham pasti ada yang menggangu pikiran istri nya itu.


"Mas, hum apa sebelumnya keluarga Azizah pernah mengambil si kembar ?"


tanya Agis dan di anggukan oleh Ibra.


Jawab Ibra mengatakan bahwa hal itu bukan hal pertama kali nya.


"jangan memikirkan hal lain Agis, mungkin itu lebih baik sebab mereka juga berhak karena Mami Reni kan nenek nya si kembar !"


Sambung Ibra dan di anggukan oleh Agis.


"Ayo sekarang Mas bantu kamu untuk mandi dan setelah itu kita berkemas keperluan kita untuk pergi ke Jerman besok !"


Ajak Ibra lalu mengangkat tubuh Agis ke dalam kamar mandi.


"Mas temani atau sendiri ?"


Tanya Ibra mengulas senyum dan hal itu membuat Agis termangu sendiri.


"Hum, Mas....!"


Ibra terkekeh lalu memangku wajah Agis kemudian menciumi wajah nya.


"Ya, sudah kalau sudah selesai panggil mas ya!"


Agis mengangguk lalu Ibra meninggal kan nya di kamar mandi.


kenapa hidup nya jadi menyusahkan orang ?

__ADS_1


Agis menghela nafas berat lalu bersandar pada but up.


Setelah selesai Agis memanggil Ibra untuk membantu nya keluar dari kamar mandi.


Ibra menatap Agis dengan rambut nya yang tergerai panjang.


"Mas, terimakasih !"


Jawab Agis membuat Ibra termangu.


Beberapa bulan ini Ia selalu merepotkan bibi dan juga Alan jika hendak ke kamar mandi atau berpindah tempat, Tapi sekarang ada Ibra yang membantu nya.


Seperti yang Rayan katakan bahwa ia tidak akan bisa hidup sendiri apa lagi dengan kondisi nya yang seperti sekarang ini, tapi Ia juga merasa tidak enak hati jika terus merepotkan orang lain.


"Ya, Agis. Sekarang kan Kamu tanggung jawab mas jadi tidak perlu sungkan atau merasa tidak enak, kamu harus tahu saat mas memilih kamu itu berarti Mas sudah siap dengan kondisi kamu !"


"Ya, tapi Agis insecure Mas, tidak bisa melayani kamu sebagai istri yang baik !"


Jawab Agis menundukkan wajahnya.


"Ya, Mas paham dengan perasaan kamu Agis, maka dari itu Mas ajak kamu ke Jerman agar kamu bisa berjalan lagi seperti dulu ?" Ucap Ibra terus meyakinkan Agis untuk semangat.


"Tapi gimana kalau hasil nya nihil dan Agis enggak bisa jalan lagi mas !" sergah Agis takut jika apa yang mereka usahakan hanya sia sia karena dokter mengatakan kemungkinan bisa berjalan itu sangat kecil.


"Bisa, Mas yakin kamu jangan pesimis seperti itu, Kamu harus optimis dan yakin kalau kamu bisa jalan dan kita akan berlari bersama meraih kebahagiaan !"


Agis tergugu mendengar penuturan Ibra, rasanya pilu karena akhir akhir ini saja ia sering merasa sesak dan Agis tahu kalau itu adalah dampak dari kecelakaan yang membuat sebagian organ tubuh nya terganggu, dengan semua penderita nya terjadi Agis sering kali bertanya mengapa ia selamat dalam kecelakaan maut itu, dan katanya ia adalah seorang dari beberapa orang yang beruntung karena bisa selamat sedangkan mereka yang terlibat meninggal di tempat, Masih terbayang bagaimana Mobil menghantam tubuh nya yang kecil hingga terbanting berulang kali, mobil yang ia pakai bahkan ringsek parah.


"Mas tidak suka kamu seperti ini Agis ?"


Ujar Ibra memeluk Agis yang terisak.


Selama ini ia sendiri tanpa seseorang yang memeluk nya saat menangis, tak ada yang tahu bahwa ia di rundung luka yang mendalam karena Rayan dan hanya senyum palsu yang selalu ia tunjukkan pada mereka.


Dan entah kenapa rasanya semakin pilu mengingat dirinya nya hanya menyusahkan orang saja, Entah harus bersikap seperti apa di hadapan mereka yang mengiba pada nya.


"Kamu harus semangat dan yakin bisa sembuh Agis, Mas akan lakukan segala cara."


Ujar Ibra menghapus airmata nya.


"Kamu harus tunjukkan pada dunia bahwa kamu bisa bangkit dan berlari seperti dulu, kita akan pergi diving bersama, Kita akan pergi keliling dunia !"


Ujar Ibra membuat Agis mendekapnya erat.


"Terima kasih mas...!"


Ibra mengangguk lalu mencium kening Agis lama.


"Jangan sedih lagi istri ku !"


*


**


***

__ADS_1


bersambung...


terima kasih sudah mampir 😍😍😍


__ADS_2