
Beberapa hari berlalu hingga kini usia kandungan Agis mencapai sembilan bulan. Mendekati hpl, Ibra lebih sering mengajak Istri nya memeriksa keadaan mereka berdua ke dokter.
Agis meminta untuk lahiran secara normal saja karena dokter mengatakan kehamilan nya baik baik saja.
Ibra juga sudah menghentikan aktivitas menyanyi Agis di panggung hiburan karena khawatir istri nya itu kelelahan. Apalagi sekarang kandungan nya semakin besar.
Pagi ini Ibra mengajak Agis untuk berjalan jalan di sekitar komplek perumahan di ikuti si kembar dan baby sitter mereka.
"Anak anak tuh senang kalau di ajak jalan-jalan ke taman komplek !"
Ujar Ibra melihat kedua nya riang gembira menggunakan sepeda masing-masing.
"Ya Mas, nanti siang ajak main saja ke play ground. Mereka pasti senang !"
Ide Agis dan di anggukan oleh Ibra.
berhubung hari ini weekend dan kemarin juga Rosa mengajak mereka untuk berbelanja kebutuhan bayi yang belum terbeli sebelum nya.
"Ya sudah nanti siang kita pergi !"
jawab Ibra lalu menuntut Agis untuk duduk di kursi taman.
"Awasi anak anak ya !"
Titah Ibra pada kedua baby sitter mereka.
"kamu lelah sayang ?"
Tanya Ibra memindai wajah Agis.
istri nya itu sekarang terlihat lebih cabi dan badannya pun semakin berisi seiring bertambahnya usia kandungannya.
"Sedikit mas, tapi enggak apa-apa. Kata dokter juga harus banyak gerak !"
Cakap Agis mengulum senyum.
Agis merasa begitu beruntung memiliki suami seperti Ibra, dan mertua seperti Rosa.
Kedua nya begitu baik padanya.
Ibra selalu mengutamakan kepentingan nya di banding yang lain nya. Ia bahkan jarang ke kantor setelah ia hamil besar.
Rosa Juga sering datang ke rumah untuk melihat keadaan nya. Setelah menikah Rosa tinggal di rumah Dava.
Ibra sangat bersyukur karena Dava memperlakukan ibu nya dengan baik. Ia juga begitu baik padanya dan suci.
"Sava, Marwah. Ayo pulang nak !"
Ajak Ibra pada kedua buah hati nya.
__ADS_1
Semakin hari mereka berdua kian pintar dan lucu.
Pintar berbicara dan bergaya. Hal itu membuat hari hari Agis berwarna dengan tingkah lucu si kembar.
"Ayah....!"
Seru keduanya berlarian ke arah Ibra.
"Ayo naik sepeda nya kita pulang. Ini sudah siang sayang!"
Ujar Ibra lalu keduanya menghampiri sepeda.
Lekas mereka kembali ke rumah, terlihat beberapa orang berlalu lalang tengah berolahraga dan banyak yang menyapa mereka.
"kita langsung pulang ya sayang !"
Agis mengangguk lalu menggandeng tangan Ibra berjalan ke rumah.
Mereka masuk lalu Ibra dan Agis berjalan ke arah kolam renang dimana ada sang ibu dan ayah tengah duduk sambil ngopi.
"Kalian baru pulang ?"
tanya Rosa yang langsung meraih si kembar.
"Oma....!"
Seru kedua nya memeluk Rosa.
Tanya Agis duduk di samping Ibra.
"Enggak kok, baru datang dan ayah minta ngopi dekat kolam.
Agis mengangguk lalu Ibra mengajak nya beranjak ke meja makan.
"Sarapan dulu Bu!"
Ajak Ibra pada Rosa dan Dava.
"Ya nanti duluan saja, ibu mau main dulu sama si kembar !"
jawab Rosa kemudian mengajak mereka bermain di halaman.
"Yah Ayo sarapan dulu !"
Ajak Ibra pada Dava.
"ya Kalian duluan saja, nanti ayah dengan ibu kamu !" jawab Dava lalu menghampiri Rosa dan ikut bermain.
Ibra dengar kalau Dava juga memiliki dua orang dan mereka sudah berkeluarga.
__ADS_1
Kedua nya tinggal di luar negeri dan sibuk dengan urusan bisnis masing-masing hingga mereka jarang sekali bertemu, namun mereka mendukung sang ayah untuk menikah lagi.
"Ini sayang susu nya !"
Ujar Ibra menyodorkan segelas susu hangat di meja makan.
"Terima kasih mas !"
Ibra mengangguk lalu berjongkok di hadapan istri nya kemudian mengusap perut Agis. Calon bayi mereka selalu merespon jika sang ayah mengusap perut Agis, seketika itu jagoan mereka langsung nendang nendang membuat Agis terkekeh geli.
"Ini anak pintar banget. Tahu aja kalau ayah nya pegang pegang."
Ujar Agis dengan wajah senang.
"Ya lah jagoan ayah pintar !"
Ujar Ibra menempel kan telinganya pada perut Agis kemudian mencium perut Agis berulang kali.
"Kamu yakinkan mau lahiran normal sayang ?"
Jujur saja Ibra khawatir teringat akan kejadian lalu pada Azizah.
"Ya memang kenapa mas ?"
jawab Agis memindai wajah Ibra.
"Mas khawatir dan katanya sakit nya tidak tertahankan. mas enggak mau kamu kenapa kenapa dek !"
Agis mengangguk dan paham kekhawatiran Ibra.
"Insyaallah akan baik baik saja mas!"
jawab Agis memangku wajah Ibra.
"Kita berdoa sama sama semoga kita bisa melewati semua itu dengan mudah, Semoga kita bisa selalu bersama mas !" ujar Agis mengulas senyum.
Ibra mengangguk saat melihat senyum tulus dari istri nya itu.
Ibra beranjak kemudian duduk di samping Agis. Ia sendiri sudah tidak sabar menunggu kehadiran buah hati mereka.
"Mas sayang sekali sama kamu dek !"
Ujar Ibra merengkuh tubuh istri nya itu.
"Agis juga sayang sama kamu !"
jawab Agis mendekap erat tubuh Ibra.
Usai itu kedua nya lanjut sarapan berdua sementara Rosa dan Dava masih bermain dengan si kembar.
__ADS_1
Terimakasih yang masih setia, Author akan kasih beberapa part tambahan ya😍😍😍