
Agis memalingkan wajah nya dari Ibra yang masih terus menatap nya, jantung nya berdetak kencang saat melihat ke bawah dimana kini ia mulai naik ke atas.
Agis mengigit bibir nya sendiri lalu berpegangan kencang pada jendela besi.
"Agis tenang lah kamu tidak akan jatuh, dan aku sudah meminta mereka untuk melajukan biang Lala ini sedikit lambat dari biasanya !"
ujar Ibra membuat Agis menoleh ke arah nya.
"Agis....! pegang tangan mas !"
Agis terdiam dengan nafas tersengal karena merasa takut saat roda berputar naik semakin ke atas.
"Aku benar benar takut mas !"
Agis memegang erat tangan Ibra dan l tanpa sadar bersembunyi di dalam rengkuhan tubuh Ibra, Agis tertegun merasa kan wangi tubuh Ibra kemudian mendongak menatap wajah Ibra tampak santai sementara ia ketakutan sendiri.
"Agis, mas mau bertanya sama kamu ?"
"Apa ?"Jawab Agis lama kelamaan ia mulai terbiasa dengan keadaan itu.
"Agis, Apa kamu mau menjadi teman hidup mas ?"
Tanya Ibra membuat Agis membeku seketika.
"jangan bercanda mas sebab Agis sedang ketakutan dan kamu bisa bisa nya melemparkan pertanyaan itu !"
Jawab Agis tidak percaya dengan apa yang Ibra sampai kan.
"Mas serius Agis !"
Ujar Ibra menggenggamnya erat.
Agis tertegun menoleh ke arah atas dimana dua balon terbang merentangkan kalimat ucapan selamat ulang tahun untuk nya.
"Selamat ulang tahun Agis !"
Agis menoleh ke arah Ibra yang mengulas senyum.
"Ini ide kamu mas?"
Ibra mengangguk lalu menyodorkan sebuah kotak berbentuk love.
"Jadilah istri mas !"
Agis kembali berpegangan erat tak menyangka jika Ibra melamarnya di permainan biang Lala.
"banyak yang harus kamu pertimbangkan dan semua tidak semudah itu !"
"Mas tahu tapi mas sudah siap dengan segala sesuatu nya!"
"Mas, Agis takut untuk memulai kembali !
kamu harus tahu mas kalau Agis mandul."
__ADS_1
Ungkap Agis tak ingin Ibra kecewa nanti nya.
"Aku juga cacat mas, apa yang mau kamu harapkan dari ku dan kelak aku hanya akan merepotkan mu !"
sambung Agis dan Ibra hanya mengulas senyum.
"Tidak Agis semua bisa kita usahakan maka nya kamu percaya sama mas !"
Agis tertegun mendengar jawaban Ibra ternyata pria itu kekeh menginginkan nya.
"Mas, kita akan bicarakan lagi nanti !"
Ibra terkekeh melihat wajah Agis tampak tegang saat roda memutar lebih kencang hingga refleks tangan nya mendekap tubuh Ibra sambil terpejam.
Agis membuka mata nya saat roda berhenti berputar, dan sebentar lagi ia turun ke bawah.
"mas kamu cari kesempatan ya?"
Tanya Agis membuat Ibra terkekeh melihat wajah Agis sedikit pucat.
"Enggak !"
jawab Ibra singkat lalu turun lebih dulu dan terlihat Alan sudah menunggu sambil membawa kue ulang tahun untuk Agis.
Ibra mengangkat tubuh Agis keluar lalu mendudukkan nya di kursi roda.
"kak selamat ulang tahun...!"
Agis terharu melihat wajah mereka tampak sumringah mengucapkan selamat ulang tahun pada nya, Ia saja lupa kalau hari ini ulang tahun nya.
Jawab Agis menyeka air matanya dan biasanya Rayan yang memberikan nya kejutan ulang tahun.
Agis langsung memeluk adiknya itu lalu terisak dan hal itu membuat semua terpaku serta terharu melihat kedua nya.
"Mas Ibra yang bantu Alan kasih kejutan ini untuk kakak !"
Ujar Alan menghapus air mata Agis.
"Terima kasih mas !"
Sahut Agis melempar senyuman.
Setelah itu Agis memotong kue dan membagi kan nya pada Alan dan yang lainnya.
*
Kini Agis kembali bersama Ibra dan keduanya menghadap permainan Rolan coaster, Alan meminta naik permainan ektrsem itu namun Agis tidak mengizinkan.
"naik komedi putar saja Alan, kakak tidak mengizinkan."
Sergah Agis membuat Alan tertegun.
"Ya Alan kita lihat permainan lumba-lumba saja !"
__ADS_1
Alan mengangguk menurut lalu beranjak dari permainan ekstrim itu.
"Agis kita belum selesai bicara !"
Ujar Ibra sedikit membungkuk pada Agis.
Agis tahu kalau Ibra menunggu jawaban dari nya, dan Agis akan membicarakan nanti berdua.
Paman dan bibi mengikuti mereka menonton pertunjukan Lumba-lumba, Agis tahu kalau Ibra sedang mencari waktu untuk berbicara berdua.
"Mas, sebaiknya kamu pikir baik-baik niat mu itu karena semua tak semudah itu !"
"Tentu saja Agis, mas sudah pikirkan dengan baik baik dan kamu tidak perlu mempersulit sesuatu yang sebenarnya mudah !"
Agis menoleh ke arah Ibra yang mengulas senyum.
Ibra meraih tangan Agis lalu memakai kan cincin yang tadi masih dalam kotak berbentuk hati.
"Mas, Agis enggak yakin karena keadaan nya tidak lagi seperti dulu, dan sekarang Agis duduk di kursi roda. Agis yakin kalau ibu nya mas juga belum tentu mau menerima Agis !"
elak Agis menahan tangan lbra.
"Kalau ibu mas mau menerima, kamu mau menerima mas !?"
Agis tersenyum getir mendengar penuturan Ibra.
"Mas, Agis baru saja mengalami kegagalan dan Mas Ibra tahu sendiri...!"
jawab Agis dan di tanggapi biasa oleh Ibra.
"Mas tahu dan mengerti pahami apa yang kamu rasakan dan Mas siap menjadi rumah singgah kamu."
Agis terkesiap saat seekor lumba-lumba menghampiri lalu memberikan nya bunga mawar merah.
Agis menoleh ke arah Ibra yang mengulas senyum, pria itu yang merencanakan semua kejutan itu.
Alan dan yang lainnya tersenyum memperhatikan mereka berdua dan ingin tahu apa jawaban Agis.
"kalau kamu mau menerima mas, besok ibu akan datang untuk melamar kamu ke Bandung."
"melamar ?"
Ibra terkekeh melihat ekspresi wajah Agis yang terkejut.
*
**
***
Pilih lah dia yang mencintai mu.... karena yang mencintai mu akan menjadi kan mu ratu.
bersambung...
__ADS_1
terima kasih sudah setia dengan novel author ini,😍😍😍