
ke esok kan hari nya..
Ibra sudah siap hendak pergi menjemput si kembar dari rumah mertua nya bersama Rosa, suci sendiri sudah kembali ke rumah nya bersama Jimi.
Siang ini Ibra dan Agis akan pergi ke Bandung mengajak si kembar juga.
"Ayo Ibra, ibu sudah siap berangkat !"
Ujar Rosa lalu Agis masuk ke dalam mobil, Agis baru sadar kalau di depan rumah ada kolam ikan yang cukup besar, Agis teringat dengan ikan ikan milik nya yang berada di rumah, entah apakah penghuni rumah baru itu merawat ikan ikan nya atau ikan nya mereka biarkan begitu saja.
Ibra memperhatikan Agis yang tengah termenung entah memikirkan apa ?
"dek, kamu lagi mikirin apa?"
Tanya Ibra menoleh sekilas lalu kembali fokus ke arah jalan.
"Enggak Mas !"
jawab Agis tersenyum kaku, ia tidak mungkin menceritakan bahwa ia teringat dengan ikan nya yang berada di rumah.
Agis khawatir jika Ibra berpikir Ia teringat dengan Rayan karena ikan itu pemberian Rayan saat ulang tahun kemarin sebelum mereka berpisah.
Tak lama mereka sampai di rumah Reni, Mereka langsung turun dan menghampiri Reni yang tengah bermain dengan si kembar di halaman rumah.
"Assalamualaikum..!"
Sapa Ibra senyum lalu menghampiri Si kembar setelah mencium tangan Reni.
"walaikumsalam... !"
jawab Reni memeluk Rosa lalu tertegun melihat Agis yang sudah bisa berjalan.
"Sudah bisa jalan ?"
Tanya Reni menatap Agis dengan wajah tidak bersahabat, Entah lah rasa nya Reni tidak rela Agis mengganti posisi Azizah sebagai istri Ibra sementara Reni tahu kalau Ibra sangat mencintai Azizah.
__ADS_1
"Sudah mah, Alhamdulillah !"
Jawab Agis senyum, biarlah orang bersikap tidak ramah Agis tidak mau terlalu menanggapi nya dan bersikap biasa saja.
"ya, Ibra datang mau jemput si kembar mah !"
ujar Ibra duduk di hadapan Reni sambil menggendong Marwah.
"Hum, nanti kalau istri kamu hamil si kembar di balikin lagi !"
Jawab Reni menggendong sava.
"Ya enggak lah jeng, Ada aku yang merawat si kembar !"
jawab Rosa senyum sementara Agis diam termangu mendengar penuturan Reni.
"Ya mah kata ibu benar dan kalau Agis hamil juga si kembar tetap bersama kami, Ibra tidak akan membedakan si kembar mah!"
Jawab ibra menoleh ke arah Agis yang tidak bergeming.
Tanya Ibra dan di anggukan oleh Reni, Ia tidak berkomentar apa-apa lagi dan membiarkan si kembar pulang bersama Ibra.
"Ya sudah Mama harap kalau Agis bisa bantu rawat si kembar !"
Ujar Reni sementara Agis tak terlalu mendengar kan, Ia menggendong marwah ke dalam mobil.
"Ya, mah sekarang kan Agis sudah bisa jalan, ada baby Sitter juga !"
Jawab Ibra lalu mereka pamit pada Reni.
"jangan terlalu dipikirkan ya gis, Mama Reni memang seperti itu !"
Ujar Rosa saat mobil melaju meninggalkan rumah tersebut, Ibra berpikir kalau mereka langsung pergi ke Bandung saja karena oleh oleh juga sudah ada di mobil.
"Kita langsung ke Bandung saja ya Bu !"
__ADS_1
Ujar Ibra dan Rosa mengangguk setuju.
Agis tidak memikirkan apa yang Reni ucapkan, lebih baik fokus saja dengan kehidupan nya tanpa harus memikirkan ucapan orang tentang nya.
Percuma menjelaskan tentang diri mu pada seseorang yang memang sejak awal sudah tidak menyukai.
**
Rayan memegang dadanya yang terasa sakit dan juga sesak, Beberapa hari terakhir ini ia berhenti meminum obat dari dokter sedangkan dokter mengatakan bahwa paru paru nya sedikit bermasalah karena ia terlalu sering merokok dan mengonsumsi makanan instan.
Rayan memperhatikan Erika yang baru pulang shoping, beberapa paper bag tertenteng dan Rayan tahu kalau Erika sudah banyak menghambur kan uang nya.
"Beli apa kamu ?"
Tanya Rayan lalu Erika duduk di hadapan nya.
"Banyak, aku beli keperluan Noval juga ! tenang aja bang, aku pakai uang ku sendiri, aku tahu kalau uang kamu sudah menipis !"
jawab Erika, dan sang ayah mendengar percakapan Itu.
Ramlan sedih karena hubungan Rayan dan Erika tidak harmonis seperti saat bersama Agis, Mereka selalu bertengkar entah meributkan apa dan Erika juga seperti tidak peduli dengan kondisi nya, apalagi Noval.
Ramlan merasa kan keluarga nya kacau, Rayan juga seperti nya sakit dan ia malah memiliki istri seperti Erika ?
Semua terjadi memang karena kesalahan mendiang istrinya, kalau saja Devita tidak membuat rencana itu mungkin keadaan nya tidak akan seperti sekarang ini, padahal Agis perempuan yang baik meskipun dari keluarga sederhana.
Semua terjadi karena ambisi dan kesombongan yang merajai hati hingga lupa bahwa yang saat ini di miliki hanya titipan dan Tuhan bisa mengambil nya kapan pun.
*
*
***
bersambung...
__ADS_1
terima kasih sudah mampir 😍😍😍