
Weekend ini Ibra mendatangi Agis di kota kembang dan tentunya Ibra tidak pergi sendirian. Ia membawa serta si kembar bersama kedua baby sitter nya.
Agis tertegun saat melihat mobil mewah berplat nomor Jakarta berhenti di depan rumah nya, Agis menilik seorang pria yang datang dengan menggendong seorang bayi di ikuti seorang baby sitter di belakang yang membawa satu bayi lagi.
Ibra ?
pria itu datang membawa dua bayi nya ? lalu mana istri nya ?
sejak bertemu Agis ingin menanyakan perihal istri Ibra, tapi ia selalu lupa sementara mereka cukup dekat.
"Assalamualaikum Agis...!"
Sapa Ibra menghampiri Agis yang tidak bergeming dari tempatnya.
"walaikumsalam, mas Ibra ?"
Jawab Agis senyum kaku lalu menyuruh mereka masuk namun Ibra malah duduk di hadapan nya.
"hum, mas Ibra dari mana ? tahu Agis di sini ?"
Tanya Agis melihat sekeliling dan tidak mendapati istri Ibra dan hal itu membuat Agis termangu sendiri sebab ada hal yang selama ini ia lupakan tentang Ibra, selama ini ia tidak pernah melihat Ibra bersama istri nya.
"Agis kamu kenapa ?"
Tanya Ibra membuat Agis menoleh seketika.
"hum, selama kita kenal Agis enggak pernah lihat istri mu, mas ?"
Tanya Agis dan di anggukan oleh Ibra.
"Oh itu....!"
Tukas Ibra lalu memberikan bayi nya pada baby sitter kemudian bibi dan paman Agis menghampiri.
"Agis ajak dulu tamu nya masuk !"
Ujar bibi lalu bersalaman dengan Ibra.
"Bayi nya lucu sekali berapa bulan ?"
Tanya bibi senyum melihat keduanya tertidur pulas.
"Enam bulan Bi...!"
jawab Ibra mengulas senyum.
"ya sudah bawa saja ke kamar dan biarkan tertidur di ranjang, kasihan mereka pasti lelah !"
Ujar bibi kemudian mengajak baby sitter masuk ke dalam membawa si kembar ke ranjang lalu Paman dan Bibi masuk membiarkan Agis berbicara dengan Ibra.
"kasihan mereka masih kecil mas, Kamu bawa kemari !"
lagi lagi Ibra mengulas senyum.
__ADS_1
"Mas kenapa hanya tersenyum ?"
"Ya, gis. Mas tuh selalu ajak si kembar pergi karena kalau jauh rasanya rindu sedangkan ibunya sudah tiada !"
Jawaban Ibra lalu menceritakan semuanya pada Agis tentang kepergian Azizah.
"maaf mas aku kira yang waktu itu meninggal bukan istri mu, kita jarang sekali bertemu untuk ngobrol santai dan saat terdampar juga aku tidak menanyakan hal itu !"
Ibra melempar senyum mengingat kejadian saat mereka terdampar di laut Brunei Darussalam.
Itu adalah pertama kalinya mereka bertemu setelah kejadian di kafe.
"Ya, enggak apa apa gis!"
Jawab Ibra lalu keduanya berbicara mengenai hal lain jauh dari permasalahan nya dengan Rayan.
"Apar kamu berencana untuk kembali ke Jakarta ?"
Tanya Ibra kemudian meminum teh hangat yang berada di hadapannya.
"belum tahu mas, Agis harus menyelesaikan masa Idah terlebih dahulu di sini sambil menenangkan pikiran !"
di jaman seperti ini jarang dari mereka yang bercerai memikirkan tentang masa idah, kebanyakan mereka bebas bergerak kesana-kemari pasca perceraian.
"ya gis nanti Mas akan kembali lagi kemari !"
jawab Ibra membuat Agis tertegun sejenak tak mengerti dengan maksud Ibra untuk apa? atau hanya sekedar silaturahmi.
Ibra sendiri tidak ingin terburu-buru dan memberikan waktu untuk Agis menyelesaikan masa idah nya meskipun ia memang berniat merengkuh perempuan itu, sang ibu mengatakan bahwa Ia butuh pendamping hidup dan Ibra meyakini untuk memilih Agis nanti, walaupun ia belum tahu apa pendapat Agis nanti.
ajak bibi dan di anggukan oleh Agis lalu tak begitu lama adik nya pulang dari sekolah dengan wajah pucat.
"Alan kamu sudah pulang ?"
Alan mengangguk lalu menyalami semua nya.
Agis tertegun saat merasakan hangat tubuh Alan yang tidak biasa.
"Alan kamu sakit ?"
tanya Ibra merasakan hal yang sama seperti Agis.
"ya, kak ! Alan enggak enak badan !"
"ya sudah kamu minum obat terus istirahat ya!"
Alan mengangguk lalu masuk ke dalam kamar.
"Apa kamu mau bawa Alan ke rumah sakit untuk berobat ?"
Tanya Ibra memindai wajah Agis yang tampak berpikir.
"aku belum tahu mas !"
__ADS_1
"biar Bibi lihat keadaan Alan !"
Sambar bibi lalu masuk ke dalam kamar Alan.
"Alan astaga !"
teriak bibi saat mendapati Alan pingsan tidak sadarkan diri tergeletak di bawah ranjang.
bergegas Ibra membawa nya ke rumah sakit bersama Paman dan Agis.
"kemarin kata dokter Alan sakit apa Paman ?"
Tanya Agis pada Susanto.
"Hum, dokter belum kasih kesimpulan dan kata nya harus scan dulu biar tahu penyakit nya, Alan memang sering pingsan !"
Agis kembali tertegun memikirkan keadaan adik nya.
Setengah jam kemudian mereka sampai di rumah sakit lalu suster langsung membawa Alan ke ruang pemeriksaan.
"Mas....!"
seru Agis pada Ibra yang duduk di samping nya menuggu dokter keluar.
"Ada apa Agis ?"
"hum, terimakasih mas aku malah merepotkan !"
"Tidak apa-apa Agis kamu jangan sungkan dan kalau butuh bantuan kamu bilang saja sama mas !"
Agis mengangguk kecil lalu kembali terdiam, entah apa yang terjadi dengan adik nya itu ?
Alan tiba tiba sakit setelah kembali dari jakarta pasca melihat keadaan nya.
Tak lama dokter keluar dari ruang pemeriksaan lalu Susanto menghampiri sementara Agis tidak bergeming di kursi roda nya.
"Bagaimana keadaan adik saya ?"
tanya Agis penasaran dengan jawaban dari dokter.
"Untuk mengetahui lebih detail nya saya akan melakukan scan pada kepala nya, jadi nanti kita akan tahu apa yang sebenarnya tengah di rasa oleh adik anda !"
jawab dokter membuat Agis termangu.
sebenarnya Alan sakit apa ?
*
**
***
bersambung...
__ADS_1
terimakasih yang sudah setia menunggu ya, maaf sekali author tumbang dan harus istirahat beberapa waktu tapi author akan tetap lanjutkan. terimakasih atas dukungan nya !😍😍😍😍